
"Beri aku alasan kenapa kau menghack data perusahaan ku?" tanya Zeiro menatapnya pria itu dalam.
"Itu karena … aku melihat perusahaan siapa yang tertinggi di pasaran dunia dan ternyata punya mu, jadi aku berpikir untuk menghack data perusahaan mu agar perusahaan ku juga naik ke pasaran global," ucap Ando.
"Caranya nggak seperti itu, kau melakukan kesalahan fatal karena sudah menghack data perusahaan ku, jadi terima apa yang kau kerjakan," ucap Zeiro.
"Tuan, tolonglah jangan buat perusahaan ku bangkrut, dengan perusahaan ku ini lah aku mencari makan dan juga memberi makan para karyawan, jika perusahaan ku bangkrut bagaimana nasib mereka," ucap Ando memohon.
"Ck! Saat kau menghack data perusahaan ku apa kau tidak berpikir bagaimana nasib karyawan mu, dan sekarang saat ketahuan baru kau mengeluh tentang nasib mereka? Sungguh lucu, kau pikir dengan kau membawa-bawa mereka lalu ku kembalikan perusahaan mu? Mimpi!" tukas Zeiro.
"Tuan ini demi mereka untuk memberi makan kelurganya, lihatlah wajah mereka, menyedihkan bukan? Jadi tolong kembalikan perusahaan ku!" pinta Ando itu lagi dengan mimik wajah yang menyedihkan.
"Hm … kebetulan sekali, perusahaan ku kekurangan pegawai, berhubungan pegawai mu sudah mahir maka aku akan meng-rekrut mereka untuk bekerja di perusahaan ku," ucap Zeiro.
Mereka terlihat senang karena tidak kehilangan pekerjaan mereka.
"Terima kasih, lalu bagaimana dengan ku Tuan?" tanya Ando dengan tatapan penuh harapan.
"Kamu? Jadi pemulung lebih cocok untuk mu," ucap Zeiro tidak peduli, ia berjalan melewati Ando yang sedang berlutut tersebut.
"Untuk kalian semua, karena perusahaan ini bangkrut maka kalian boleh datang ke perusahaan ku, di sana kalian bisa langsung kerja dengan bidang kalian masing-masing," ucap Zeiro.
"Horeeeee! Terima kasih banyak Tuan, nggak nyangka bisa bekerja di perusahaan tertinggi di pasaran global, tantangannya pasti sangat besar," ucap mereka senang.
Ando hanya menatap dengan penyesalan, para karyawan yang sudah bekerja lama dengannya satu pun tidak ada yang membelanya.
"Bagus. Ya udah Zeldy, kita pulang," ajak Zeiro.
"Sial! Kalian memang tidak setia! Apa salahnya kalian ikut memohon agar mempertahan perusahaan ini! Kenapa kalian malah berkhianat!" ucap Ando menatap geram para pegawainya.
"Tuan, kami tidak tahu jika Tuan melakukan hal yang buruk semacam ini. Kedua, siapa yang tidak mau jika di tawar dengan perusahaan terkenal seperti itu," ucap mereka para pegawai tersebut.
"Oh, jadi kalian jadikan perusahaan ku sebagai batu pijakkan untuk kalian mendapat pekerjaan yang lebih baik rupanya! Lihat saja nanti! Kalian dan perusahaan dia akan mendapatkan hukuman yang setimpal!" ucap Ando geram.
"Pergi kalian! Pergi!" teriak Ando murka.
Para pegawai itu pun pergi meninggalkan perusahaan tersebut dengan membawa peralatan mereka masing-masing.
Ando masuk ke dalam kantornya dengan murka.
"Sial! Benar-benar sial! Bukannya perusahaan ku malah menjadi perusahaan terkenal, sekarang malah bangkrut sebangkrut-bangkrutnya!" teriak Ando mengamuk, ia membanting semua barang-barang yang ada di dalam kantor.
Tuuut! Tuuut! Tuuut!
"Halo Tuan," jawab sekretaris Mei.
"Jadi bagaimana? Apa di sana aman terkendali?" tanya Zeiro.
"Sudah Tuan, semuanya baik-baik saja," ucap Sekretaris Mei.
"Jadi bagaimana? Apa perusahaan yang suruh aku akusisikan apa sudah dapat?" tanya Zeiro.
"Sudah Tuan, aku lupa memberi tahu pada Anda karena panik," jawab Sekretaris Mei.