
"Kalau aku beri tahu mereka pasti akan melacak ponsel ku dan mengetahui jika aku di sini," ucap Grizzla.
"Kamu hidupkan ponsel mu sebentar lalu kirim pesan lalu matikan lagi," saran Zeiro.
"Ya tetap saja, meskipun hanya setengah detik pun ponselku hidup mereka tetap bisa melacaknya," jawab Grizzla menghembuskan nafas berat.
"Hm … begini, bagaimana kalau kita pergi ke suatu tempat, nanti di perjalanan kamu kirim pesan lalu matikan lagi ponselmu," saran Zeiro lagi.
"Ya udah, ayo," ajak Grizzla mengangguk senang.
Mereka pun keluar dari rumah dan Zeiro menutup pintu Villanya.
"Naik mobil ku aja, nanti kalau naik mobil kamu malah ketahuan," jawab Zeiro.
"Iya donk, kan pengen ngerasain naik mobil baru," ucap Grizzla tersenyum.
Mereka pun masuk ke dalam mobil, Zeiro duduk di kursi pengemudi dan melihat ke depan.
"Hm … kamu tunggu sebentar ya, aku ada yang ketinggalan di dalam," ucap Zeiro.
"Oh, ya udah." angguk Grizzla.
Zeiro kembali masuk ke dalam Villanya.
[Klik di sini untuk membuka]
[Klik]
Zeiro mengklik gambar profilnya dan mencari gambar toko. Ia mencari kebutuhannya di sana.
[Gunakan poin untuk membeli mempelajari naik mobil secara instan]
Memuat…
Loading…
Mulai…
10%…
20%…
30%…
40%…
50%…
60%…
70%…
90%…
100%…
Selesai.
[Poin Anda di potong 10 poin]
[Sisa poin Anda 30 poin]
[Mengendarai mobil secara instan siap di gunakan]
Zeiro kembali keluar dan ia masuk ke dalam mobil. Di kepalanya semua sudah seperti biasa mengendarainya.
Ia pun menghidupkan mesin mobil dan perlahan-lahan melajukan mobilnya meninggalkan Villanya.
Saat di perjalanan, Grizzla menghidupkan ponselnya dan di banyak sekali panggilan tak terjawab lewat WhatsApp dan juga pesan.
Tiba-tiba saja sebuah panggilannya masuk.
Triring! Triring! Triring!
Di lihat di sana jika panggilan itu dari mamanya.
"Halo," jawab Grizzla dengan wajah masam.
"Ya ampun Grizzla, kamu di mana aja, Mama telpon kok nggak aktif, sekarang kamu di mana? Pulang sekarang ya," bujuk mamanya.
"Aku tidak akan pulang, bahkan selamanya tidak akan pulang jika kalian masih menjodohkan ku dengannya. Berhenti melakukan itu jika kalian masih sayang pada ku," ancam Grizzla.
"Ya ya, kami tidak akan melakukannya lagi," ucap mamanya mengalah. Datang Papa Grizzla mengambil ponsel dari tangan istrinya.
"Grizzla, Grizzla pulang ya, Papa janji tidak akan menjodohkan kamu lagi dengannya. Tapi kamu pulang ya," bujuk papanya.
"Aku akan pulang nanti malam, tapi untuk hari ini tolong jangan mencari ku, atau aku tidak akan pulang," jawab Grizzla mengingatkan lagi.
"Tapi bagaimana denganmu? Bagaimana jika terjadi sesuatu? Papa kirim kamu pengawal ya, habis itu terserah kamu mau pergi kemana aja."
"Tidak, aku ingin pergi sendiri saja. Aku tidak ada pengawal di sisi ku," ucap Grizzla memutuskan panggilannya dan mematikan ponselnya kembali.
Grizzla menarik nafas agar ia bisa bernafas lega dengan wajah datarnya menatap jalan.
"Jadi bagaimana?" tanya Zeiro.
"Kata mereka janji tidak menjodohkan ku lagi, jadi nanti malam aku akan pulang. Oh ya minta nomor ponsel mu juga, biar aku bisa menghubungi kamu," pinta Grizzla.
"Oh iya sebentar." Zeiro mengambil ponselnya dari saku celananya dan memberikan kepada Grizzla.
Grizzla tertegun melihat ponsel milik Zeiro, karena harga ponsel Zeiro lebih mahal darinya, dan juga ponsel itu hanya 3 di dunia yang pernah di buat.