The Power Of The System

The Power Of The System
BAB 69



Mereka menekuk alisnya lalu melihat ke arah wanita tersebut. Karena ketakutan wanita itu pun lari.


"Cepat tangkap dia! Dia sudah mencoba membunuh saya tadi!" teriak pria itu. Mereka pun mengejar wanita tersebut lalu menangkapnya.


Zeiro menarik tangannya melepaskan dari pegangan petugas keamanan karaoke tersebut.


"Kalian ini sembarang menangkap orang! Apa karena wanita itu cantik sehingga mata kalian tertutup oleh kebenaran. Jika orang lain tahu dan berita ini tersebar tidak akan ada yang datang ke sini," umpat Zeiro.


"Maafkan karyawan saya Tuan, mereka tidak tahu kebenarannya. Sebagai gantinya makan dan tempat Anda karaoke tadi malam kami gratiskan," ucap pemilik karaoke.


"Sungguh tidak tulus permintaan maafnya," ucap Zeiro mencibir.


"Hm … begini saja, saya akan memberikan kartu VIP, jadi jika Anda datang ke sini berkunjung maka Anda hanya perlu membayar setengah harga dari harga biasanya, bagaimana?" tanya pemilik karaoke itu tersenyum.


"Aku mau gratis," ucap Ferzo.


"Baiklah, baiklah, tempat karaoke itu saya gratiskan untuk Anda, tapi Tuan jika makanan saya mohon jangan gratisan juga donk, kalau begitu terus usaha bisa bangkrut," ucap pemilik karaoke memohon dengan kerendahan hati.


"Baiklah, karena aku orangnya baik hati aku akan menerimanya," ucap Zeiro mengambil kartu VIP itu dari tangan pemilik karaoke tersebut dan menyimpan di dalam saku jasnya.


"Ayo kita pulang," ajak Zeiro.


"Tunggu dulu!" panggil pria yang di selamatkan Zeiro tadi.


Zeiro menaikkan alisnya.


"Terima kasih sudah menolongku dan sudah memberiku nasehat, aku tidak tahu harus memberikan kompensasi apa pada Anda," ucap pria itu berharap.


"Tidak usah, aku tidak meminta apa-apa, yang penting jaga anak Anda baik-baik itu sudah cukup, ya sudah aku pergi dulu," ucap Zeiro menepuk pundak pundak pria itu sambil tersenyum dan pergi meninggalkan pria itu.


Mereka kembali masuk ke dalam ruangan tadi untuk mengambil kembali barang-barang yang tertinggal.


Mereka pun kembali ke mobilnya untuk pulang ke rumah karena mengantuk.


[Ding]


[Misi selesai]


[Selamat Anda mendapatkan sebuah restoran mewah]


[Selamat Anda mendapatkan hadiah sebesar Rp 20.000.000]


Kekuatan [13x]


Perisai [13x]


Pertahanan [13x]


Kelincahan [13x]


Poin [70]


Uang Anda [861.000.000]


Pertama-tama Zeldy mengantar dulu Sekretaris Mei lalu mereka pun kembali ke rumah, karena Zeiro belum puas tidur, ia pun langsung masuk ke dalam kamar, begitu juga dengan Zeldy.


Tak! Tak! Tak!


Detak jam berbunyi, akhirnya Zeiro bangun dan melirik jam sudah menunjukkan pukul 1 siang, perutnya sudah berbunyi.


Krucuk! Krucuk!


"Aduh, perutku sangat lapar, aku pesan online sajalah," ucap Zeiro mengambil ponsel yang ada di saku jasnya. Zeiro melihat Zeldy yang masih tertidur pulas di sampingnya sambil menekuk alis.


Karena sama-sama mengantuk, Zeldy malah mengikuti Zeiro masuk ke dalam kamarnya dan ikut tertidur, untung saja pas di perjalanan tadi tidak mengantuk.


Zeiro memesan makanan beberapa bentuk makanan lalu mentransfer uangnya.


Akan tetapi pembayarannya di tolak.


"Weleh, ini kenapa ya? Pesanan makanannya di terima, tapi pembayarannya malah di tolak maksudnya apa ya? Coba aku telpon saja nomornya," ucap Zeiro tak puas hati, ia pun menelpon nomor yang tertera di restoran tempat ia memesan makanan.


Tuuut! Tuuut!


Tuuut! Tuuut!


"Halo," jawab suara seorang pria.