The Power Of The System

The Power Of The System
BAB 80



Zeiro pun memeriksa mobil tersebut dengan saksama.


"Hey! Apa yang kau lakukan! Jangan sentuh apa pun!" teriak petugas forensik itu.


"Aku sudah meminta izin, jika kalian tidak bisa menemukannya, biar aku yang menemukannya," jawab Zeiro.


Ia kembali memeriksanya dari atas mobil sampai bawah dan di bawa kolong juga, dari depan sampai belakang, masuk ke dalam mobil itu dengan membolak balik kursi tersebut. Petugas forensik juga sedang memeriksanya.


Zeiro berhenti sejenak dan melihat ke kiri dan kanan. Tak sengaja ia melihat sesuatu di bawah kaki salah satu petugas forensik.


Zeiro mengambilnya dan melihat benda tersebut.


Zeiro juga memeriksa korban wanita tersebut yang sengaja tidak di bawa ke rumah sakit demi pemeriksaan.


Zeiro juga menemukan sesuatu di wanita tersebut.


"Bagus, aku tinggal mencocokkannya," ucap Zeiro.


"Tolong kalian cek sidik jari di benda ini," ucap Zeiro memberikan kepada salah satu petugas forensik.


Petugas itu mengambilnya dan mereka pun segera memeriksanya.


Sambil menunggu hasilnya keluar, Zeiro memeriksa yang lain juga. Zeiro melihat ada luka kecil di ujung jari wanita itu dan juga menemukan jika kuku wanita itu sobek.


Tak berapa lama, petugas forensik tadi membawa hasilnya.


"Hasilnya sudah keluar," ucap petugas itu memberikan kepada polisi.


"Jadi hasilnya bagaimana?" tanya polisi itu.


"Ada sidik jari lain yang di temukan, ada 2 sidik jari di sini, dan sudah di deteksi orangnya. Dari sidik jarinya ada orang pertama yaitu Leno dan Kion. kedua orang ini sudah pernah masuk daftar hitam sebagai napi dengan kasus pencurian. Sidik jari yang ke tiga ada dia," ucap petugas itu menunjuk ke arah Zeldy.


"Eh enak aja! Aku cuma mau cek aja kok, masa aku cek perlu bawa-bawa sarung tangan! Emang aku apaan!" denggus Zeldy kesal.


"Dia adalah asisten saya, tadi saya menyuruhnya untuk mengurus perusahaan saya yang memang kebetulan lewat jalan ini, mohon kalian periksa lagi, jangan sampai orang yang tidak bersalah kalian seret ke penjara, karena aku tidak akan membiarkan jika asisten ku ini sedikit pun kalian sentuh," ucap Zeiro menatap tajam polisi tersebut.


"Tapi kami tetap memeriksanya karena sidik jarinya dan darah korban ada di tubuhnya, siapa yang tahu jika mereka ternyata bekerja sama, lebih baik salah menangkap orang dari pada melepaskan pelakunya," balas polisi tersebut.


"Oh begitu ya, kalian tetap tidak membiarkan dia pergi, baiklah jika begitu, jadi jangan salahkan aku yang berbuat kasar!" ucap Zeiro menatap kesal ke arah polisi itu.


"Zeldy, kamu tenang saja, aku tidak akan membiarkan kamu di tangkap mereka, tunggu di sini sebentar." Zeiro menatap polisi itu geram, ia pun berjalan masuk ke dalam mobilnya.


[Klik di sini untuk membuka]


[Klik]


[Gunakan poin untuk membuat polisi itu menjadi tersangka]


Memuat…


Loading…


Mulai…


10%…


20%…


30%…


40%…


50%…


60%…


80%…


90%…


100%…


Selesai.


[Poin Anda di potong 10 poin]


[Sisa poin Anda 80]


Zeiro pun kembali menuju ke arah Zeldy dan berdiri di samping Zeldy.


Tak lama beberapa menit Zeiro berdiri di samping Zeldy. Mendadak ada 3 mobil polisi datang ke lokasi, beberapa polisi dan termasuk komandan keluar dari mobil.