
Tak lama, mereka pun sampai di sebuah warnet. Zeiro pun masuk ke dalam.
Di sana ada beberapa orang sedang bermain game.
"Ada yang bisa saya bantu?" tanya pemilik warnet.
"Eh iya, berikan aku satu jam," ucap Zeiro.
"Baik, silakan di bayar dulu," ucap pemilik warnet.
"Zeldy, bayarin," perintah Zeiro.
"Pake uang siapa?" tanya Zeldy.
"Pake uang kamulah," jawab Zeiro yang terus melihat ke dalam, ia melihat siapa orang yang meretas datanya.
"Iya-iya, sebentar, untung aja aku bawa duit," ucap Zeldy merogoh kantongnya dan memberikan beberapa lembar uang receh.
Zeiro pun berjalan masuk ke dalam dan ada seorang pria yang memakai jaket hitam dengan menutup kepala di sudut ruangan, Zeiro pun mencari tempat duduk di sebelahnya.
Zeiro duduk di depan komputer dan menghidupkannya.
"Main game apa Bang?" tanya Zeiro basa basi.
"Eh, iya main game … game itu … anu … tembak-tembakan," jawab pria itu gugup.
Zeiro menjengahkan kepalanya ke komputer pria itu dan ia menutup dengan badannya.
"Jangan tidak sopan begitu melihat punya orang lain!" ucap pria itu marah.
"Ya elah Bang, jangan ngotot gitu, kan mana tau kita bisa main bareng," ucap Zeiro manyun.
"Aku enggak punya waktu buat main game, ada yang harus aku kerjakan," ucap pria itu mendengus kesal.
"Sial! Ternyata dia hebat," ucap pria itu yang hampir saja memecahkan mouse.
Tanpa pikir panjang lagi, Zeiro langsung melingkarkan tangannya di kepala pria itu.
"Hey! Apa-apaan kau ini!" teriak pria itu yang hampir saja kehabisan suaranya.
"Beraninya kau meretas data perusahaan ku! Katakan tujuan mu apa!" teriak Zeiro. Pria itu kesakitan dan berusaha melepaskan tangan Zeiro.
"Ada apa ini!?" tanya pemilik warnet panik.
"Dia datang ke sini untuk meretas data perusahaan ku dan membocorkan data rahasia ku, aku harus mengurus mu. Ayo Zeldy masuk mobil," perintah Zeiro.
"Baik Bos." angguk Zeldy. Zeldy buru-buru ke mobil dan membuka pintu, Zeiro langsung membawanya masuk ke dalam, mobil pun meluncur di jalanan.
"Astaga! Untung saja warnet ku bukan jadi sasarannya tempat kejahatan, untung saja cuma dia yang di tangkap dan tidak membawa-bawa warnet ku," ucap pemilik warnet lega.
"Lepaskan!" teriak pria itu.
"Kita ke mana Bos?" tanya Zeldy.
"Ke jet ku, aku akan mengikatnya dengan tali dan menggantungnya di bawah, biar merasakan sensasi yang luar biasa," ucap Zeiro.
Mobil pun meluncur menuju bandara. Sesampainya di sana, mereka pun masuk ke dalam, Zeiro langsung mengikat tangan, kaki dan mengikat tubuh pria itu.
"Katakan dengan jujur sebelum aku menggantung mu di ketinggian, apa tujuan mu?" tanya Zeiro.
"Aku tidak akan bicara!" teriak pria itu bersikeras.
"Baiklah, jika itu yang kau mau. Zeldy pegang dia, aku akan menaikkan jet ku," ucap Zeiro menuju ruang kontrol. Perlahan-lahan jet pun naik ke atas. Setelah sampai di 5000 kaki, Zeiro dan Zeldy bergantian tempat.
Zeiro mengambil tali pengikat pria itu dan mengikatnya di pintu Jet, tak lupa ia membekali alat komunikasi. Lalu menjatuhkannya ke bawah membuat pria itu menggantung di udara.