The Power Of The System

The Power Of The System
BAB 30



"Ini toko kamu?" tanya mereka.


"Ya begitulah," jawab Zeiro melipat tangannya sambil tersenyum lebar.


"Sejak kapan kamu menjadi kaya seperti ini?" tanya pria itu.


"Sejak kalian menghina ku, nah doa orang yang di hina bakal terkabulkan dan inilah doa ku," ucap Zeiro menyengir.


Mendadak mereka terdiam dan saling berpandangan.


"Ini Tuan bajunya," ucap Alina.


"Berikan kepada mereka," ucap Zeiro.


"Baik Tuan." angguk Alina menyerahkan sekantong plastik baju tersebut kepada pria pemulung itu.


Mereka menerimanya. "Terima kasih Zeiro atas kebaikan mu, kami tidak akan melupakannya," ucap mereka tersenyum.


Zeiro hanya diam menatap mereka, karena Zeiro tak juga menyahut atau memberi sepatah kata apa pun, mereka pun pergi.


"Mendadak dia jadi kaya, jangan-jangan dia menjual barang haram, atau mencari harta kekayaan melalui tumbal, jika tidak mana mungkin kayak mendadak begini," bisik pria itu kepada temannya.


"Iya kan? Atau dia pakai pesugihan, dasar! Lebih baik kerja mulung kayak kita, setidaknya pas mati nanti tidak menggenaskan," jawab temannya dan mereka dengan wajah mengejek.


Setelah menjauh Zeiro melihat ke arah Alina. "Nanti jika mereka datang lagi jangan beri apa pun pada mereka lagi, sudah di bantu masih saja membicarakan ku di belakang, mereka yang seperti ini tidak pantas di bantu," ucap Zeiro menatap punggung mereka yang sudah menjauh.


"Baik Tuan." angguk Alina.


Zeiro pun kembali masuk ke dalam tokonya itu dan melihat pekerjaan yang sedang menyusun baju-baju.


Pengunjung juga berdatangan untuk membeli pakaian.


Zeiro masuk ke ruangannya dan di sana ada pembukuan di sana, Zeiro pun mengeceknya.


Triring! Triring! Triring!


Ponsel milik Zeiro berbunyi, ia melihat ke layar ponselnya dan yang menelponnya adalah Grizzla.


"Halo," jawab Zeiro.


"Maaf Zeiro, sekarang aku sudah sampai di rumahku, di antar oleh teman-teman ku, maaf ya," ucap Grizzla duduk di sisi ranjangnya.


"Aku titip dulu ya, maaf merepotkan mu. Aku akan secepatnya menjemput nanti," jawab Grizzla merasa tidak enak hati.


"Oh tidak apa-apa, tidak di ambil juga tidak masalah, aku tidak merasa di repot kan kok," ucap Zeiro tersenyum.


"Tapi tetap aja, kamu udah baik banget sama aku," ucap Grizzla.


"Udah nggak apa-apa."


"Ya udah kalau gitu, aku tutup dulu ya panggilannya," ucap Grizzla.


"Baiklah." angguk Zeiro. Mereka pun memutuskan panggilannya.


Zeiro menarik nafas panjang dan menyimpan kembali ponselnya.


[Ding]


[Misi baru]


[Menyelamatkan seorang bapak-bapak yang tas yang berisi berkas penting di curi]


[Status misi: Sedang berlangsung]


[Klik di sini untuk membuka]


[Klik]


Zeiro melihat tempat bapak itu berada. Setelah mendapat tempatnya Zeiro langsung menuju ke arah mobilnya dan masuk ke dalam. Ia pun melajukan mobilnya dengan cepat.


"Eh, kemana Tuan ya buru-buru?" tanya Alina menekuk alisnya.


Mobil pun terus melaju, Zeiro menyalip beberapa mobil di depannya.


Tak berapa lama ia pun sampai di tempat kejadian, seorang pria yang memakai jas terlihat panik.


Ia masuk ke dalam mobilnya dan melaju mobilnya mengejar pemotor yang sudah membawa tasnya.


Zeiro juga melajukan mobilnya menambah kecepatan mobilnya untuk menyaingi mobil yang sedang mengejar pencuri.


Zeiro meng-klakson mobil itu agar mobil itu membuka kaca jendelanya.