The Power Of The System

The Power Of The System
BAB 46



Zeiro pun mengetes sepatu yang di berikan oleh Zeldy dan itu beneran pas.


"Heh! Benarkan apa kata ku Bos, semua pilihan ku itu pas, bagaimana? Sangat cocok dengan Bos kan?" tanya Zeldy sambil tersenyum melihat gaya Zeiro.


"Oke lah! Oke lah!" jawab Zeiro mengangguk-angguk.


Mereka pun menuju kasir dan Zeiro membayarnya mengeseknya di mesin pembayaran.


[Ding Ding]


[Uang Anda di kurang 5.000.000]


[Sisa uang Anda 141.200.000]


"Ayo kita let's go Bos," ajak Zeldy.


Mereka pun kembali masuk ke mobil.


"Ini lokasi hotel ku, kita ke sana sekarang," ucap Zeiro.


"Hm? Oke!" angguk Zeldy. Mobil pun melaju di jalanan.


"Bos, gimana sih biar jadi orang kaya? Aku udah kerja 8 tahun dengan gaji 5 juta aja aku nggak bisa nyimpan," ujar Zeldy sambil fokus menyetir.


"Emangnya kemana uang kamu?" tanya Zeiro melihat ke arah Zeldy.


"Buat makan, buat kebutuhan sehari-hari untuk keponakan ku yang masih sekolah, bantu-bantu uang jajannya, karena aku nggak punya orang tua, jadi paman dan bibi ku lah orang tuaku sekarang, jadi ya habis gitu aja deh," ucap Zeldy.


"Mereka kerja apa?"


"Paman kerja di ladang, bibi ya mengurus ponakan dan mengurus rumah," jawab Zeldy.


Zeiro mengangguk-angguk.


Tak lama kemudian, mereka pun sampai di hotel.


"Ayo kita masuk," ajak Zeiro. Mereka berdua pun masuk ke dalam hotel dengan gagahnya, dengan kaca mata hitam, Zeiro menyisir rambutnya dengan tangannya mengarah kebelakang, sedangkan Zeldy berjalan di belakang samping kiri Zeiro dengan menyipitkan matanya ke arah paranorang yang lewat. Semua mata tertuju ke arahnya.


Zeiro berjalan di depan meja resepsionis.


"Ada yang bisa saya bantu Tuan?" tanya pegawai itu mengatup kedua tangannya sambil tersenyum ramah.


"Apa di sini ada bernama Yoga pengurus hotel ini?" tanya Zeiro.


"Oh ada Tuan, tapi saat ini pengurus Yoga sedang menunggu pemilik hotel ini," ucap pegawai itu.


"Nah, akulah pemilik hotel ini," ucap Zeiro mengernyitkan matanya sebelah ke pegawai itu.


"Ah benarkah? Tunggu sebentar ya Tuan, aku akan panggil pengurus Yoga dulu," ucap pegawai itu.


"Silakan Tuan duduk dulu," ucap pegawai yang lain mempersilakan Zeiro duduk di sofa tamu. Zeiro dan Zeldy duduk dengan mengangkat sebelah kakinya ke atas kaki kirinya.


"Itu Tuan pemilik baru hotel ini ya? Ya ampun ganteng banget!" bisik para pegawai yang sedang lewat sambil mendorong meja roda.


"Iya, ganteng bangetttttt! Kalau dia yang menjadi pemilik hotel ini pas hari libur pun aku akan datang asalkan dia datang," ucap temannya.


"Tuan, Anda sudah datang, maaf tidak menyambut Tuan," ucap Yoga membungkukkan badannya di hadapan Zeiro.


"Duduk," ucap Zeiro. Yoga pun duduk di sofa satu di samping Zeiro.


"Hotel ini pasti ada surat-suratnya kan? Di mana surat-surat itu?" tanya Zeiro.


"Baik Tuan, akan saya ambilkan," ucap Yoga membungkukkan badan dan ia pun menuju ruangannya dan mengambil satu map dan membawanya kembali.


"Ini Tuan."


Zeiro menerimanya dan ia melihat surat-surat itu. Di sana tertera namanya tapi belum di tanda tangan.


"Mana pena," pinta Zeiro.