
Pengawalnya yang satunya lagi Zeiro menangkap lalu menghajarnya lalu mematahkan tangannya hingga membuat pria itu menjerit keras.
Zeiro melemparkan ke di dinding dan pengawal itu pingsan.
Hanya tersisa Bis besar dan pembawa acara lagi.
"Jangan mendekat! Jika tidak aku akan teriak," ucap pembawa acara tersebut.
"Heh! Kalau begitu dengan senang hati aku menunggu kedatangan mereka untuk membuka kedok kalian," ucap Zeiro menyeringai sambil melipat tangannya.
"Sial! Kalau begitu mati saja kau sana!" teriak bos besar tersebut menodongkan senjata api ke arah Zeiro dan menembaknya.
Dor!
Sebuah tembakkan mengarah ke arah Zeiro dan mengenainya.
Zeiro merasa kesakitan karena tembakkan itu mengenai di bawah dadanya dan mengeluarkan darah
"Ha-ha-ha, rasakan itu," ucap bos besar kembali menembaknya sekali lagi dan mengenai kaki Zeiro dan membuat Zeiro berlutut menahan sakit.
"Hanya menunggu dia mati saja, cepat kita bereskan barang-barang kita sebelum ada yang mengetahuinya," ucap bos besar kepada pembawa acara tersebut.
Akan tetapi keajaiban datang, perlahan-lahan luka tembakan itu sembuh dan menutup dengan sendirinya, peluru itu juga keluar dengan sendirinya.
Mereka yang sedang asik dengan barang-barang mereka tidak menyadari jika Zeiro sembuh dengan sendirinya.
Zeiro berdiri dan berlari ke arah bos tersebut menangkapnya lalu lalu menghempaskan ke lantai dengan kuat, lalu menariknya kembali dan membantingnya kembali ke di dinding membuat tulang rusuknya patah.
Pembawa acara itu ketakutan dan ia langsung kabur melarikan diri.
Zeiro menangkapnya dan menyeretnya masuk ke dalam dan meninjunya.
"Jika kau tidak ingin di pukul seperti mereka, lebih baik kau mengaku di seluruh di semua orang jika kalian adalah penipu, jika tidak … kau pasti tahu apa akibatnya," ancam Zeiro.
"Baiklah, baiklah." angguk pembawa acara itu gemetaran ketakutan. Zeiro menarik kerah baju pria itu dari belakang dan membawanya ke tempat keramaian dan berjala menuju podium.
Mereka yang melihat itu merasa heran dan seketika suasana mengheningkan cipta.
"Ada apa dia menyeret pembawa acara seperti itu?" tanya salah satu dari pengusaha tersebut.
"Apa terjadi sesuatu di dalam sana sehingga ia menyeretnya sedemikian rupa?" tanya yang lain.
"Eh, ada dengan Bos?" tanya Zeldy membelalakkan matanya.
Zeiro berdiri di podium dan mendekatkan mulutnya dengan mikrofon.
"Tes … tes … satu dua, satu dua. Ehem! Malam ini aku ingin menyampaikan, ini sangat penting dan dia yang akan menjelaskannya," ucap Zeiro menarik pria itu mendekati dengan mikrofon.
"Kau lebih baik berkata jujur atau aku benar-benar akan mematahkan leher mu untuk menemani bos besar mu itu!" ancam Zeiro lagi.
"Para tamu sekalian, aku benar-benar minta maaf, karena … karena sebenarnya …."
"Katakan!" Zeiro membelalakkan matanya.
"Iya, iya. Kami sebenarnya adalah penipu," ucap pria itu menangis.
Suara hiruk pikuk terdengar dan mereka mulai sibuk.
"Penipu maksudnya bagaimana?" tanya mereka lagi.
"Mereka melelang barangnya dan menganti barang asli dengan barang palsu, bukan hanya itu saja, uang yang mereka katakan sebagian lagi untuk amal ternyata itu hanya bohong belaka, uang yang mereka dapatkan dari kita yang membeli barang lelang itu sepeserpun tidak akan mereka berikan kepada panti, tapi akan di bawa kabur," ucap Zeiro.