
"Hm, bukan itu, tapi mana tau ada yang bisa di tolong," jawab Zeiro.
"Hm, tapikan ada pemadam kebakaran yang membantunya," ucap Zeldy.
"Jika nanti menunggu pemadam kebakaran setidaknya kita bisa mengurangi korban kebakaran," ucap Zeiro.
"Hm … benar juga sih," kata Zeldy mengangguk-angguk. Hanya saja ia takut Zeiro terluka.
Mobil terus melaju, dan dari kejauhan terlihat asap yang mengepul terbang ke awan.
Tak lama kemudian mereka pun sampai di apartemen itu dan terlihat jika api dengan cepat melahap tempat tersebut.
Zeiro pun turun dari mobil dan menuju apartemen itu.
Ada beberapa orang juga berusaha menyelamatkan orang di dalam. Zeiro masuk ke dalam, api di dalam sudah berkobar.
"Tolong … to … uhuk! Uhuk!"
Mendengar suara orang minta tolong, Zeiro mencari arah suara itu.
"Kalian di mana!" panggil Zeiro.
"Di … uhuk! Uhuk! Di sini," jawab mereka yang terdengar suara yang lemas akibat terlalu banyak menghirup asap. Zeiro pun berjalan mendekati suara tadi, dan terlihat seorang ibu sedang memeluk anaknya yang pingsan berumur 4 tahun.
Zeiro membuka jasnya. "Ibu tutup salur pernafasan anak ibu dengan jas ku, aman kok nggak bau ketek," ucap Zeiro.
Ibu itu mengambilnya dan menutup ke kepala anaknya, Zeiro pun mengendong anak itu.
"Ibu sanggup bergerak nggak?" tanya Zeiro.
"Sedikit pusing," ucap ibu itu.
Ibu itu pun naik di punggung Zeiro dan Zeiro pun berjalan melewati kobaran api itu. Meskipun keberatan membawa mereka, Zeiro tetap bertahan agar mereka selamat.
Akhirnya Zeiro bisa melewati api yang tadi mendadak membesar.
"Bos!" panggil Zeldy mendekati Zeiro dan membantu itu dan mengendongnya lalu membawa ke tempat aman.
"Kamu bantu mereka untuk bernafas ya, aku coba lihat di dalam apa ada yang masih bisa di bantu," ucap Zeiro buru-buru.
"Bos hati-hati ya," pesan Zeldy khawatir. Zeiro mengangguk dan ia pun kembali berlari masuk ke dalam.
"Apa ada orang di dalam!" teriak Zeiro menutup mulut dan hidungnya sambil mengipas-kipaskan tangannya karena asapnya lumayan tebal.
Api sudah membesar, rasa panas yang membara terasa di kulit. Zeiro melihat seorang bapak yang pingsan dan ia pun segera mengangkatnya.
"Bertahanlah Pak," ucap Zeiro saat ia mengangkat ke atas punggungnya nafas bapak itu hanya tinggal satu-satu lagi.
Zeiro membawanya sambil berlari dan tak saat baru saja keluar, sebuah ledakan keras dari gas LPG meledak dan hampir mengenai mereka.
Zeiro membawanya lagi ke tempat orang yang ia selamatkan tadi. Mobil pemadam kebakaran pun datang dan mereka dengan sigap mereka pun segera memadamkan api.
Zeiro mendekati pemadam kebakaran itu "Tolong siram ke arah ku, aku akan masuk ke dalam, mana tau ada yang masih tertinggal," ucap Zeiro.
"Hey Tunggu! Di sana bahaya!" panggil pemadam kebakaran itu. Zeiro tidak mempedulikannya dan ia terus masuk ke dalam, mau tak mau pemadam kebakaran itu menyiram ke arah Zeiro berlari.
"Apa ada orang di dalam!" teriak Zeiro dengan lantang.
Tidak ada sahutan, saat itu Zeiro melihat ada seorang yang terbakar, Zeiro segera membantu memadamkan api dengan kaosnya menepuk-nepuknya api itu. Tapi tetap saja, korban itu tidak bisa di selamatkan. Akan tetapi, Zeiro tetap membawanya keluar dari kobaran api besar itu.