The Power Of The System

The Power Of The System
BAB 26



Tak lama Grizzla pun keluar dari apotik dan kembali masuk ke dalam mobil.


"Sini aku obati," ucap Grizzla meraih tangan Zeiro. Ia meneteskan anti septik cair ke tangan Zeiro dan membersihkan dengan kain kasa. Lalu memberikan obat merah dan membalutnya dengan kain kasa lagi.


"Kamu sangat teliti ya," ucap Zeiro melihat tangannya yang di balut kain putih itu oleh Grizzla.


"Ya, aku kan ikut PMR di sekolah ku, kalau untuk pertolongan pertama aku masih bisa dikit," jawab Grizzla mengemasi peralatan P3K itu ke dalam kotak.


Grizzla pun menyetir mobilnya melaju ke jalanan.


"Hm … sudah tengah hari, kita makan dulu yuk," ajak Zeiro.


"Boleh juga." angguk Grizzla.


Grizzla pun mencari restoran yang cocok untuk mereka bersantai makan siang ini.


Sampailah mereka sebuah restoran yang tidak lumayan mewah, dengan bercorak coklat keabu-abuan, sangat cocok untuk muda-mudi bersantai. Ada juga yang outdoor, tapi mereka memilih duduk di dalam saja, lagian hari juga terlihat mendung, takut tiba-tiba kehujanan.


Mereka pun masuk ke dalam restoran.


"Selamat datang Tuan Nona, silakan masuk," ucap pegawai itu.


Grizzla menarik tangan Zeiro duduk di kursi nomor 8.


Seorang pegawai restoran datang menghampiri mereka berdua dan memberikan buku menu.


Grizzla dan Zeiro menerimanya. Zeiro melihat tulisan semuanya bahasa Inggris dan ia tak mengerti.


"Aku mau steak daging sapi, minumannya es jeruk peras dan dessert box jeruk," ucap Grizzla.


"Baiklah jika begitu, harap menunggu," ucap pegawai itu mengambil kembali buku menunya.


"Kamu sering makan di sini?" tanya Zeiro.


"Pernah sekali sih ke sini sama teman-teman pas ngerjain tugas," jawab Grizzla.


"Enak ya punya teman-teman," ucap Zeiro tersenyum getir.


"Kamu nggak punya teman?" tanya Grizzla menekuk alisnya. Rasanya sangat membingungkan jika tidak punya teman.


"Nggak, teman yang pernah aku kenal itu hanya kamu saja," jawab Zeiro tersenyum.


Grizzla terdiam, ada rasa senang juga ada rasa aneh. Secara Zeiro juga termasuk orang kaya, kenapa tidak ada yang berteman dengannya, atau ia sengaja menjauhi orang-orang agar tidak berteman dengannya.


"Hey! Grizzla!" teriak seorang pria dari luar. Mereka pun beramai-ramai masuk ke dalam, kira-kira ada 5 orang temannya, 2 perempuan dan 3 laki-laki.


"Eh, kalian?" Grizzla sempat linglung saat teman-teman datang. Mereka mengambil kursi dan duduk di meja dekat Grizzla. Mungkin sifatnya yang tidak pernah berteman dengan orang lain, Zeiro merasa tidak nyaman. Di tambah lagi para teman laki-lakinya sepertinya sangat menyukai Grizzla, hanya saja Grizzla menganggap mereka sebagai teman saja.


"Kamu kok nggak masuk sekolah? Sepi tau tanpa kamu di kelas," ucap pria yang bernama Lucas.


"Iya tumben sekali ratu Grizzla tidak datang sekolah, apa ada masalah?" tanya Leo.


"Btw, ini siapa?" tanya temannya yang lain melihat ke Raha Zeiro yang bernama Nani.


"Oh iya, ini teman baru aku, perkenalkan namanya Zeiro," ucap Grizzla memperkenalkan Zeiro dengan teman-temannya. Tapi mereka hanya menatap Zeiro sekilas dan tidak peduli dengan Zeiro, jika dilihat dari pakaian yang di pakai Zeiro hanyalah baju murahan yang ada di pasar loak. Sangat tidak cocok berteman dengan mereka yang hidup serba mewah dan kaya raya.