
"Heh! Begitu ya, kalau begitu anak ikut dengan ku, kau sebagai istri jangankan mengurus anak, mengurus suami saja kau tidak becus dan malah tukang berselingkuh!" teriak mantan suaminya.
"Kalau kau berani mengambil anakku! Akan ku bunuh kau!" teriak wanita itu.
"Aku tidak takut ancaman mu, Kau tidak pantas menjadi seorang istri apa lagi seorang ibu," ucap Pria itu mendengus kesal lalu berbalik badan dan pergi meninggalkan tempat tersebut.
"Jangan berani mengambil anakku!" teriak wanita itu. Karena geram, ia melempar botol kaca minuman keras itu ke arah mantan suaminya itu.
"Awas!!!!" teriak Zeiro berlari secepat mungkin dan memeluk pria itu dan melompat ke samping membuat botol kaca itu pecah di lantai.
"Kau sepertinya memang ingin mati ya!" teriak pria itu geram dengan berjalan cepat ingin menghabisi wanita tersebut. Zeiro menahannya.
"Jangan Pak, Bapak cukup melapornya pada polisi agar pihak berwajib saja yang mengurusnya, dengan begitu Bapak akan tenang dalam mengurus anak bapak, jika bapak membunuh mantan istri Bapak dan Bapak masuk penjara, bagaimana nasib anak Bapak, sudah cukup dia punya ibu sepertinya, bapak jangan menjadi seorang nara pidana," ucap Zeiro memeluk pinggang bapak itu yang tadinya meronta-ronta ingin melepaskan pegangan Zeiro karena emosi.
Bapak itu mendadak terdiam lagi dan berpikir lalu berkata. "Ya, demi anakku," ucapnya mengangguk.
"Iya, demi anak," sahut Zeiro.
"Terima kasih karena sudah membantu ku Nak, terima kasih banyak," ucap pria itu.
"Sama-sama, pergilah ke ruang kontrol untuk mengambil videonya sebagai bukti," ucap Zeiro.
"Iya, terima kasih banyak ya," ucap pria itu berlari di mana tempat ruang CCTV.
"Aku tidak akan membiarkannya!" ucap wanita itu juga berlari ke arah jalannya menuju ruang kontrol.
Tapi Zeiro menghalanginya. "Maaf Nona, Anda tidak boleh pergi mengikutinya," ucap Zeiro tersenyum.
'Semoga saja, aku bisa mengulur waktu untuk bapak itu,' batin Zeiro.
"Sayang! Sayang! Tolong aku!" teriak wanita itu kepada kekasihnya. Akan tetapi tidak ada jawaban karena pria itu tidur karena mabuk berat.
Petugas keamanan pun datang dan melihat Zeiro sedang memegang tangan wanita tersebut.
"Ada apa ini?" tanya petugas itu.
"Tolong saya Pak, pria itu ingin memperk*sa saya," ucap wanita itu mengerang dengan wajah sedih.
"Cepat amankan pria ini," ucap petugas itu menahan Zeiro tangan Zeiro dan membawa wanita itu.
"Hey! Kalian salah menangkap orang! Jika tidak percaya kalian bisa melihat cctv!" terima Zeiro. Saat wanita itu pergi, ia tersenyum ke arah Zeiro.
"Sialan!" umpat Zeiro. Petugas itu menelpon polisi segera.
Tak lama kemudian polisi pun datang. "Apa Anda yang menelpon polisi?" tanya salah satu polisi menanyakan kepada petugas keamanan yang sedang mengamankan Zeiro. Zeldy dan Sekretaris Mei datang karena mendengar suara keributan, mereka baru saja bangun.
"Benar Pak, dia ingin memperkosa wanita ini," ucap petugas itu kepada polisi.
"Siapa bilang dia ingin memperkosa wanita j*lang itu." pria yang di selamatkan Zeiro pun datang.
"Apa maksud mu?" tanya polisi itu.
"Dia adalah mantan istri saya yang baru saja saya ceraikan karena ia berselingkuh dan kepergok di tempat karoke ini. Apa karaoke kalian adalah tempat menyimpan para selingkuhan?" tanya pria itu dengan membelalakkan matanya.