
"Aku sekarang sedang menuju klub malam matahari, kamu langsung ke sana aja, kita ketemu di sana," ucap Zeiro.
"Wah wah wah, bos nakal juga ya," ucap Zeldy genit.
"Cepat saja kau datang, aku ada urusan," ucap Zeiro yang tidak terlalu meladeni candaan Zeldy.
"Oke! Oke! Aku akan berangkat sekarang juga," ucap Zeldy. Panggilan pun di putuskan.
Mobil terus melaju di jalanan, dan tak lama kemudian, mereka pun sampai di klub malam matahari. Dari luar saja sudah tampak mewah, sudah pasti klub ini mahal harganya.
Zeiro melihat Yudi dan yang lain keluar dari mobil, saat berjalan ingin memasuki pintu utama klub, mereka di sambut para wanita-wanita cantik dan s3ksi.
Mereka di gandeng oleh para wanita itu masuk ke dalam.
Zeiro pun mengambil ponselnya dan bergegas keluar dari mobil, Zeiro pun masuk ingin masuk ke dalam dan tentu saja ia di sambut oleh para wanita cantik. Zeiro mengangkat tangannya dan menandakan jika ia tidak ingin di sentuh. Para wanita itu terdiam, dan Zeiro pun masuk ke dalam.
Para pria itu duduk di kursi depan meja tempat pemesanan minuman keras. Mereka duduk sambil di temani wanita yang maha duduk di pangkuan mereka masing-masing.
Zeiro berdiri tidak jauh dari mereka sambil berharap jika Grizzla datang.
"Minumannya Tuan," ucap salah satu pelayan klub membawakan napan yang berisi beberapa gelas minuman.
"Bisa bawakan minuman non 4lkohol?" tanya Zeiro.
"Oh, baik Tuan tunggu sebentar ya," ucap pelayan itu mengangguk. Ia pun pergi entah kemana tenggelam dari kerumunan banyak orang.
"Grizzla, cepatlah datang," ucap Zeiro berharap. Tapi di tunggu sekian menit belum juga muncul.
"Ya sudahlah, jika dia tidak datang aku harus bergerak sendiri untuk membuktikan jika Grizzla menolak pria itu adalah pilihan tepat," ucap Zeiro.
Zeiro mengambil ponselnya dari saku celana dan diam-diam memotret Yudi dari belakang.
Ckrek!
Ckrek!
Zeiro lupa mematikan lampu flash ponselnya hingga baru 2 foto ia malah ketahuan.
Karena ada cahaya yang berbeda dari klub, Yudi melihat kebelakang. Zeiro membalikkan badannya ke belakang dan pura-pura tidak tahu.
Yudi berjalan mendekati Zeiro dan membalikkan badannya dan ternyata Yudi ingat dengan wajah Zeiro.
"Kamu?"
"Oh, jadi kamu mengikuti aku sampai di sini! Kurang ajar! Kau menjadi mata-mata ya teriak Yudi geram. Ia mengangkat tangannya ingin memukul Zeiro.
"Berhenti!" pekik seorang perempuan yang tiba-tiba datang. Mereka melihat ke arah wanita itu.
"Grizzla," ucap Yudi mengerutkan alisnya dan perlahan-lahan menurunkan tangannya. Grizzla jalan mendekati Zeiro.
"Apa-apaan ini!" teriak Grizzla. Grizzla melihat ke depan dan melihat teman-teman Yudi yang ia kenal tapi tidak cukup dekat itu sedang memeluk wanita malam.
Ia kemudian melihat Yudi dengan menyipitkan matanya.
"Oh, ini kerjaan kamu rupanya! Datang ke klub malam dan bermain bersama wanita malam, wah kamu sungguh suami idaman!" ucap Grizzla bertepuk tangan sambil tersenyum sinis.
Yudi terdiam sambil melihat Grizzla, dua kali apesnya dan harapan untuk menikahi Grizzla sirna sudah.
"Kalau begitu, tidak ada tawar menawar lagi dan tidak ada hubungan apa pun, karena ini perbuatan mu maka tanggung sendiri," ucap Grizzla mengambil ponselnya dan ia segera menelpon Papanya.
Tuuut! Tuuut! Tuuut!
"Halo," jawab Papa Grizzla. Grizzla memindahnya menjadi panggilan Video.
Grizzla memperlihatkan wajah Yudi di layar ponselnya.
"Ini adalah pria yang Papa suruh aku tunangan sama dia, pria bejat begini memangnya cocok dengan ku!" teriak Grizzla dengan suara keras.
Yudi mengengam erat tangannya, ia menatap tajam Grizzla.
"Memangnya kenapa?" tanya Papa Grizzla.
"Sekarang ini dia ada di klub malam bermain bersama wanita malam, apa pria seperti ini yang Papa inginkan?" tanya Grizzla menatap Yudi penuh benci.
"Kurang ajar kamu! Beraninya kau menghina ku di tempat seperti ini!" Yudi ingin mencekik Grizzla tapi secepatnya Zeiro memegang tangan Yudi menggenggamnya erat.
"Kau ingin membunuhnya di tempat ramai seperti ini! Apa kau kehilangan akal sehat mu!" teriak Zeiro dengan suara lantang.
Teman-teman Yudi datang mendekat lalu menarik Yudi.
"Udah bro, usah pikir mereka, sungguh merusak suasana hati saja," ucap pria yang berambut panjang itu.
"Ya, bawa teman kalian yang brengsek ini jauh-jauh, pria bejat sepertinya hanya cocok berteman dengan pria bangsat seperti kalian semua!" hardik Grizzla geram. Ia menarik tangan Zeiro dan mereka pun keluar dari klub malam itu.
Grizzla menarik nafas panjang dan menghempaskan dengan kasar.