
Zeiro pun berjalan menuju toko tersebut dan terlihat Zeldy sedang menyusun baju yang ia pilih.
"Bos, ini baju yang sudah ku pilih, menurut ku cocok dengan Bos, sekarang tinggal Bos yang pilih lagi," ucap Zeldy.
"Hm … yang ini kayaknya bagus yang warna hitam ini, yang silver ini juga bagus, nah aku tambah yang warna merah ini satu, k.amu pilihlah untuk mu," ucap Zeiro.
"Oke!" Zeldy berjalan mencari pakaian untuknya.
"Ini sudah Tuan," ucap Zeldy.
"Bawa ke kasir," ucap Zeiro. Zeldy membawa pakaian yang mereka pilih tadi ke kasir. Kasir itu pun menerima baju tersebut dan menghitung jumlahnya.
"Semuanya 30 juta Tuan," ucap kasir tersebut.
Zeiro sedikit tertegun, ia tak pernah membeli barang semahal ini. "Tidak apa-apa, ini adalah awalnya, nanti aku juga akan terbiasa," gumam Zeiro.
Zeiro pun memberi kartu black card kepada kasir itu dan kasir itu pun memasukkan ke dalam mesin pembayaran. Zeiro menekan kata sandinya.
[Ding Ding]
[Saldo Anda di kurang 30.000.000]
[Sisa saldo Anda 156.200.000]
"Terima kasih Tuan, silakan belanja lagi," ucap kasir itu.
"Sama-sama." angguk Zeiro.
"Len, numpang ganti baju ya," ucap Zeldy mengeryitkan sebelah matanya.
"Iya Bang Zeldy." angguk wanita yang bernama Leni sambil tersenyum.
"Ayo Bos kita ganti baju dulu," ajak Zeldy.
"Kamu suka gadis itu?" tanya Zeiro.
"Eeehh, kita cuma temanan aja kok karena aku sering ke sini aja makanya kami terlihat akrab," ucap Zeldy sambil menenteng paper bag berjalan menuju ruang ganti.
Mereka pun masuk ke dalam ruang ganti dan mengganti pakaiannya.
Zeiro mengambilnya lalu memakainya.
"Kita kurang kaca mata dan sepatu lagi Bos, ayo kita belanja lagi," ajak Zeldy.
"Kamu suka belanja ya?" tanya Zeiro.
"Karena Tuanku dulunya seperti itu sering menjaga penampilan, jadi aku tahu apa saja yang orang kaya sukai dan lakukan, lagian aku kerja dengannya selama 8 tahun, tentu saja aku jadi terbiasa," jawab Zeldy.
Zeiro mengangguk-angguk. Benar juga, dia sudah lama bekerja di tempat orang kaya, sedangkan ia baru saja jadi orang kaya baru berkat bantuan system.
Setelah berganti pakaian, mereka pun keluar dari toko tersebut dan menuju toko di sampingnya.
Mereka pun memilih kaca mata. "Nih buat bis keren." Zeldy memberikan kaca mata hitam dan memasangnya.
"Coba deh Bos lihat di cermin itu pasti keren, pokoknya pilihan ku selalu bagus deh," ucap Zeldy mendorong belakang Zeiro menuju cermin lebar di toko itu.
"Hm keren juga." angguk Zeiro.
"Bukan keren juga, tapi keren banget tau, ini baru Bos muda. Ehem! Sayangnya Bos pake sendal murahan begini, ayo kita ke toko sebelahnya lagi," ajak Zeldy.
"Bayar dulu, nanti malah di cariin," ucap Zeiro.
"Iya," jawab Zeldy.
Mereka pun menuju kasir dan membayarnya. Zeiro menggesek di mesin pembayaran.
[Ding Ding]
[Uang Anda di kurang 10.000.000]
[Sisa uang Anda 146.200.000]
'Astaga! Harga kaca mata aja satunya lima juta, aku benar-benar boros banget,' batin Zeiro.
Mereka pun menuju toko sepatu dan Zeldy memilih sepatu warna hitam untuk Zeiro.
"Nih Tuan mantap nih," ucap Zeldy memberikan sepatu kepada Zeiro.