The Power Of The System

The Power Of The System
BAB 54



"Ini Tuan berkas Anda yang harus di tanda tangani," ucap Sekretaris Mei meletakkannya di atas meja.


Zeiro pun menandatanginya. Sekretaris Mei juga menandatanginya jika ia adalah sekretaris resmi Zeiro.


Penandatangan pun selesai. Kini perusahaan QW grub sudah menjadi miliknya. Saat melihat isi laptop yang di sodorkan sekretaris Mei. Zeiro langsung pusing, karena terlalu banyak angka di sana.


[Gunakan poin untuk mengerti cara kerja perusahaan]


Memuat…


Loading…


Mulai…


10%…


20%…


30%…


40%…


50%…


60%…


70%…


80%…


90%…


100%…


Selesai.


[Poin Anda di kurang 20 poin]


[Sisa poin Anda 50 poin]


Semua data-data masuk ke dalam otak Zeiro dan ia memejamkan matanya karena rasanya sangat aneh.


"Bos, Bos kenapa?" tanya Zeldy mendekati Zeiro. Seketika perasaan itu hilang dan Zeiro membuka matanya.


"Ehem … tidak apa-apa, mendadak pusing aja," ucap Zeiro menyipitkan matanya.


"Kamu sana cepat ambilkan minum untuk Bos," perintah Zeldy.


"Bos?" tanya sekretaris Mei tak mengerti.


"Eh, iya." angguk sekretaris Mei buru-buru dan ia pun mengambil gelas lalu mengambil air minum yang memang sudah di sediakan di dalam ruangan itu.


Zeiro melihat laptopnya dan mendadak ia mengerti isi dari angka-angka tersebut.


'Oh, begitu rupanya ya,' ucap Zeiro dalam hati sambil mengangguk-angguk.


Zeiro pun mengoperasikannya dan melihat berapa pengeluarannya dan berapa pemasukkan setiap bulannya, dan berapa habis dari membayar karyawan perusahaan.


"Silakan Tuan," ucap sekertaris Mei memberikan segelas air putih. Zeiro mengambilnya dan meneguknya sambil melihat laptopnya.


"Pemasukkan hari ini kamu beli lagi properti lainnya, kita harus menambah lebih banyak properti yang mungkin suatu saat nanti pasti kita butuhkan," ucap Zeiro.


"Baik Tuan, ada sebuah perusahan yang hampir bangkrut, menurut Anda bagaimana? Apa itu kita beli saja untuk di jadikan kantor cabang," saran sekretaris Mei.


"Pintar sekali, perusahaan ku memang membutuhkan Sekretaris secerdas kamu, mari kita lihat di mana perusahaan itu, sebisa mungkin kita lego sampai jadi," ucap Zeiro.


"Baik Tuan, saya sudah mendapatkan alamatnya buat jaga-jaga jika memang nanti pemilik perusahaan QW membutuhkannya," ucap sekertaris Mei.


"Bagus, tapi memangnya perusahan itu buka harga berapa?" tanya Zeiro.


"Harga tertinggi dia akan menerimanya," jawab Sekretaris Mei.


"Dengan kata lain, ini bersifat rahasia ya?" tanya Zeiro.


"Benar sekali Tuan." angguk Sekretaris Mei.


"Begitu ya," ucap Zeiro mengetuk-ngetuk ujung jarinya di atas meja sambil berpikir.


[Ding Ding]


[Misi baru]


[Akusisi sebuah perusahaan menjadi milik sendirian]


[Status misi: Sedang berlangsung]


"Hm bagus ini masuk dalam misi. Oh ya, apa ini bersifat online?" tanya Zeiro.


"Hm … jika ingin mendaftarkan diri mereka tidak menerima online, karena mereka takut jika ada hack yang membocorkan masalah harga yang di tawarkan oleh perusahan lain, jadi mereka membuatnya secara tertulis," jawab Mei.


"Ya sudah, ayo kita pergi ke perusahaan itu," ajak Zeiro. Mereka pun keluar dari ruang utama dan berjalan keluar perusahaan, para karyawan semua menundukkan kepala memberi hormat dan mereka pun masuk ke dalam mobil.


"Berikan alamatnya," pinta Zeiro.


"Ini Tuan, sudah saya catatkan dia buku catatan agar tidak lupa," ucap sekretaris mengeluarkan notebook kecil memberikan notebook kepada Zeiro dan Zeiro memberikan kepada Zeldy sebagai supirnya.