
"Boleh juga tuh," jawab pria yang memakai jas hitam berdasi merah.
'Kurang ajar! Beraninya dia mempermainkan wanita baik seperti Grizzla, aku harus mengikuti mereka nanti,' batin Zeiro.
Makan Zeiro pun sudah sampai, Zeiro melahap dengan cepat sambil menundukkan kepalanya.
"Aku saat ini belum ingin menikah, pernikahan itu hanya sekali dalam seumur hidup dan aku belum bisa melakukan itu, jadi sekarang ya puas-puaskan saja bermain dulu, jika sudah siap dan menemukan wanita pujaan hatiku baru aku akan menikah," ucap pria yang berambut panjang.
"Setuju bro, aku juga begitu, yang penting kerja mengumpulkan harta yang banyak dan bersenang-senang," ucap pria berjas abu-abu.
Yudi terdiam, ia memang ingin menikahi Grizzla, tapi saat ini juga ia ingin bebas. Yang ia inginkan dalam pertunangan ini adalah ingin mengikat Grizzla agar tidak jatuh ke tangan orang lain, sayangnya malam itu dia salah mengambil langkah yang salah membuat Grizzla menolaknya.
Yudi menarik nafas panjang dan menghempas dengan berat.
Tak lama kemudian, makanan mereka pun sampai. Mereka pun melahap makanannya.
"Mbak!" panggil Zeiro. Pegawai itu pun mendekati Zeiro.
"Ada yang bisa saya bantu?" tanya pegawai itu.
"Saya sudah selesai, berapa semuanya?" tanya Zeiro.
"Sebentar ya," ucap pegawai itu menghitung jumlahnya.
"Semuanya 200 ribu," jawab pegawai itu.
Zeiro mengeluarkan black card-nya dan menggesek di mesin pembayaran.
[Ding]
[Uang Anda di kurang 200.000]
[Sisa uang Anda 49.200.000]
"Terima kasih Tuan," ucap pegawai itu. Zeiro mengangguk. Ia masih duduk di kursi sambil bermain ponsel. Tapi ia bukan bermain game, melainkan mencari alamat dari klub malam matahari itu.
Ia menemukan satu klub malam matahari yang berjarak 15 kilo meter dari restoran saat ini. Zeiro pun berjalan keluar restoran dan tidak melihat sedikit pun ke arah Yudi. Yudi mengerutkan alisnya dan merasa kenal dengan Zeiro. Tapi ia kembali melahap makanannya dan tidak terlalu peduli tentang itu.
Zeiro masuk ke dalam mobilnya dan menunggu di parkiran.
Beberapa menit kemudian, mereka pun selesai makan. Yudi dan teman-temannya langsung menuju mobilnya dan mereka pergi ke melaju di jalanan.
Zeiro mengambil ponselnya dan menelpon Grizzla.
Tuuut! Tuuut! Tuuut!
*Nomor yang Anda tuju tidak menerima panggilan Anda, silakan beberapa saat lagi.
Apa Anda ingin mengulangi panggilannya?
[Ya]
[Tidak]
[Klik Ya*]
Tuuut! Tuuut Tuuut!
Nomor yang Anda tuju tidak menerima panggilan Anda, silakan beberapa saat lagi.
"Kemana Grizzla pergi ya? Kok tidak di angkat?" tanya Zeiro yang masi fokus menyetir.
Zeiro pun mengirim pesan kepada Grizzla berharap jika ia melihat melihat ponselnya, ia akan membacanya nanti.
"Grizzla, aku harap kau datang ke klub malam matahari sekarang, aku tidak bisa menjelaskannya pada mu saat ini, tapi ini demi kebaikan dirimu sendiri, jika kau percaya padaku, maka datanglah." [Zeiro]
Zeiro pun meletakan ponselnya ke dalam kantong di depan mobilnya.
Triring! Triring! Triring!
"Siapa sih menelpon, apa Grizzla?" tanya Zeiro mengambil ponselnya kembali.
"Halo," jawab Zeiro.
"Ini dengan bos Zeiro ya?" tanya suara pria yang ia kenal, siapa lagi jika bukan Zeldy.
"Iya," jawab Zeiro.
"Wah beneran, aku tadi minta nomor bos sama kepala toko Alina, oh ya bos di mana sekarang?" tanyanya.