The Power Of The System

The Power Of The System
BAB 24



"Lho, aku pikir kamu punya tujuan tadi," ucap Grizzla.


"Aku tidak terlalu tahu di mana tempat yang enak," ucap Zeiro.


"Hm … bagaimana ke wisata seribu bunga saja, biasanya aku sama teman-teman ke sana," ucap Grizzla.


"Di mana tempatnya?" tanya Zeiro.


"Ada di jalan perwira, kamu tau?" tanya Grizzla.


"Hm … coba aku pikirkan dulu."


[Klik di sini untuk membuka]


[Klik]


Zeiro pun mencari rute perjalanan ke jalan perwira di peta digitalnya, dan ia melihat ada garis merah yang menunjukkan jalan yang ia cari.


Zeiro mengikuti jalur merah itu dan terus melaju.


Tak lama kemudian, mereka pun sampai di tempat.


"Jadi di sini yang kamu maksudkan?" tanya Zeiro.


"Iya, bagus kan?" ucap Grizzla tersenyum. Ia berjalan terlebih dahulu dan masuk ke dalam hamparan bunga yang luas itu.


Wisata itu gratis asalan tidak merusak bunganya, tapi jika ada yang ingin membayarnya itu pun sekilas hati, ada sebuah tong yang di letakkan di atas sebuah meja gerbang yang mengarah ke seribu bunga.


"Benar-benar cantik ya," ucap Zeiro mengangguk-anggukkan kepalanya.


[Ding]


[Misi baru]


[Dua orang preman yang memalak para pengunjung]


[Status misi: Sedang berlangsung]


"Eh, di mana orangnya?" tanya Zeiro.


"Hm … bukan apa-apa, hanya tadi salah melihat orang," ucap Zeiro.


"Oh." Grizzla mengangguk dan ia sungguh tidak tahu apa yang di maksud Zeiro.


Zeiro melihat sekeliling. Terlihat 3 orang pria yang memakai baju hitam yang berbentuk rambut punk, dan dengan wajah yang menyeramkan, mereka mendekati setiap pengunjung di sana dan meminta uang mereka. Jika tidak di beri mereka tidak segan menyakiti orang itu.


Inilah membuat wisata yang indah malah tidak di datangi oleh pengunjung karena mereka takut.


"Berikan kami uangnya!" hardiknya.


Pengunjung itu terpaksa memberikan uang mereka dan berlari pergi karena ketakutan.


"Kok tempat ini sepi banget ya, nggak kayak biasanya," ucap Grizzla merasa aneh.


Setelah mendapatkan uang mereka dan mereka tertawa kesenangan dan mulai mencari mangsa lain.


"Huh! Orang itu benar-benar menyebalkan," ucap Zeiro menatap tajam ke arah ketiga orang itu yang sedang memukul kepala seorang pengunjung karena hanya memberinya uang 5000.


"Grizzla, kamu di sini dulu ya, jangan kemana-mana ya," ucap Zeiro.


"Kamu mau ke mana?" tanya Grizzla menekuk alisnya.


"Aku akan membereskan preman itu," ucap Zeiro menunjuk ke arah 3 orang yang tersenyum mengumpuli uang yang sudah mereka dapatkan cukup banyak.


"Eh jangan! Nanti kamu kenapa-napa lagi, ayo kita pergi saja," ucap Grizzla ketakutan dan memegang tangan Zeiro untuk membawanya lari.


"Kita nggak bisa lari begitu aja, aku harus memberinya pelajaran agar dia tidak datang lagi ke sini," ucap Zeiro.


"Nanti kamu terluka," ucap Grizzla khawatir.


"Tenang saja, aku akan baik-baik saja kok, tapi kamu jangan ke sana, karena aku belum tentu bisa melindungi mu, mengerti," ucap Zeiro memegang pundak Grizzla.


Grizzla terlihat sangat khawatir, bagaimana jika Zeiro terluka.


Ketiga pria itu melihat ke Raha Zeiro yang berjalan mendekati dan terlihat senyum mereka yang mengembang.


"He-he-he tidak menyangka ya, mangsa malah datang menyerahkan diri," ucap mereka tersenyum senang.