The Power Of The System

The Power Of The System
BAB 70



"Halo, apa ini dengan restoran yang sedang aku pesan?" tanya Zeiro.


"Oh, ini Tuan Zeiro ya?"


"Iya." angguk Zeiro.


"Oh, Anda adalah pemilik restoran ini, jadi tidak perlu bayar," ucap pria itu.


"Oh begitu ya, baiklah aku akan ke sana nanti setelah aku makan," ucap Zeiro.


"Baik Tuan, kirimkan alamat Anda, kami akan mengantarnya," ucap pria itu.


Zeiro meng-share lokasi rumahnya.


"Hm, iya ya, aku lupa jika aku punya restoran, kalau begitu aku tidak perlu lagi beli makanan," ucap Zeiro bersiul.


"Bos, aku lapar," ucap Zeldy yang baru saja bangun.


"Kau baru bangun sudah cari makanan, aku bangun cari duit," ucap Zeiro bangun dari tempat tidur.


"Pantas saja Bos kaya, baru bangun saja sudah cari uang, tapi aku lapar sekali, apa ada makanan di kulkas ya?" tanya Zeldy bangun dan berjalan menuju ke dapur.


"Terserah mu saja kalau mau masak sendiri," ucap Zeiro mengambil handuk dan ia pun segera mandi.


"Ha? Mana bahan makanannya nih yang mau di masak?" tanya Zeldy melihat kulkas yang kosong.


Setelah mandi, Zeiro memakai jas lengkap, karena nanti ia akan pergi ke restoran untuk mengecek di sana.


"Bos, nggak ada yang mau di masak di dala kulkas," ucap Zeldy keluar dari dapur.


"Ya sudah masak air saja," jawab Zeiro membetulkan kerah jasnya.


"Bos pakai baju begini mau ke mana?" tanya Zeldy.


"Kamu sana pergi mandi gih dan siap-siap mandi, kita akan pergi ke suatu tempat," ucap Zeiro.


"Ada urusan?"


"Ya seperti itulah."


Ting tong!


Ting tong!


"Kamu buka pintu dulu," pinta Zeiro. Zeldy berjalan menuju pintu utama dan membukanya.


"Ini makanan yang di pesan oleh Tuan Zeiro," ucap seorang kurir.


"Oh, terima kasih banyak ya," ucap Zeldy menerima sebuah box makanan.


"Oh baiklah." angguk Zeldy.


Kurir itu pun pergi meninggalkan rumah Zeiro. Zeldy masuk ke dalam dan meletakkan box makanan itu di atas meja.


"Ayo makan, aku sudah lapar," ucap Zeiro duduk di kursi.


"Kenapa nggak bilang kalo lagi beli makanan, bikin aku repot ke dapur saja," ucap Zeldy.


"He-he-he." Mereka pun melahap makanannya. Setelah itu pun masuk ke dalam mobilnya setelah Zeldy sudah mandi.


"Di mana alamatnya Bos?" tanya Zeldy.


"Hm … sebentar," ucap Zeiro melihat di ponselnya.


"Ini alamatnya." Zeiro memperlihatkan layar ponselnya.


"Oh, jalan ini ya, aku tahu tempatnya." Zeldy langsung menginjak pedal gas mobil dan melaju secepat kilat.


Zeiro mengecek ponselnya dan melihat angka pasaran perusahaannya, saat ini masih stabil.


"Hm … apa perlu aku beli saham lagi ya untuk menambah besar perusahaan ku dan menaikkan angka pasaran perusahaan di bisnis global?" tanya Zeiro.


"Wah, itu sangat bagus bos," ucap Zeldy.


"Baiklah aku akan telpon sekretaris Mei."


Tuuut!


Tuuut!


Tuuut!


"Halo selamat siang Tuan," ucap Mei.


"Kamu di mana?" tanya Zeiro.


"Aku di perusahaan."


"Kenapa kamu di perusahaan?"


"Lha? Memangnya kenapa Tuan?" tanya Mei bingung.


"Kita baru pulang tadi pagi dan kau malah ke perusahaan, istirahat lah di rumah."


"Tapi aku barusan datang perusahaan, tidur ku sudah cukup pulas Tuan," jawab Sekretaris Mei.