The Power Of The System

The Power Of The System
BAB 84



"Aaaaaaaa!" teriak pria itu ketakutan karena di gantung dengan ketinggian 5000 kaki.


"Cepat kamu katakan! Siapa yang menyuruhmu menghack data perusahaan ku! Atau aku akan menjatuhkan mu," ancam Zeiro berbicara lewat alat komunikasi.


"Lepaskan aku dulu baru aku akan mengatakannya," jawab pria itu memejamkan matanya karena ketakutan.


"Oh, kau tidak mau mengatakannya ya," ucap Zeiro menyengir. Ia menurunkan talinya lagi membuat pria itu semakin ketakutan.


"Aaaaaaa! Tidakkkkkkk! Jangan lepaskan aku!" teriak pria itu. Di tambah terkena angin yang besar membuat ia berayun-ayun.


"Katakan atau aku benar-benar akan melepaskan mu dan membiarkan mu jatuh ke bawah hancur terkena batu," ucap Zeiro.


"Baiklah, baiklah aku katakan, aku katakan!" teriak pria itu.


"Katakan dengan jujur dan lengkap, jika secuil pun kau bohong maka aku akan melepaskan mu," ancam Zeiro lagi.


"Baiklah, aku katakan. Dia bernama Ando, nama perusahaannya adalah perusahaan FJ grub," jawab pria itu.


"Apa tujuannya hingga ia ingin mencuri data perusahaan ku?" tanya Zeiro lagi.


"Itu karena angka pasaran perusahaan mu ada di nomor satu di kota dan hampir mendekati angka pasaran nomor satu di Asia, ia juga ingin tahu bagaimana cara proses agar bisa perusahaan mereka juga yang ingin menjadi perusahaan tertinggi, dengan begitu ia mencuri data mu agar ia bisa seperti perusahaan mu," jawab pria itu.


"Kau berkata jujur atau bohong?" tanya Zeiro.


"Aku jujur, apa yang aku katakan sudah aku katakan, jadi tolong angkat aku kembali," ucap pria itu.


Zeiro membuka ikat tali lalu menjatuhkan pria itu ke bawah.


"Tidaaaaaaaaaaakkkk!" teriak pria itu yang jatuh ke bawah. Zeiro kembali ke rumah kontrol dan mengambil alih.


"Di mana pria tadi Bos?" tanya Zeldy.


"Sudah ku jatuhkan," jawab Zeiro.


"Apa!! Bos kamu yang bener? Apa karena dia tidak mau jujur?" tanya Zeldy melihat kebelakang.


"Enggak, dia sudah jujur, tapi kalau dia di berikan hidup entah perusahaan siapa yang ia hack lagi, bisa jadi ia bekerja untuk orang jahat," ucap Zeiro.


"Aku tidak akan memaafkan orang yang mengusik ku," ucap Zeiro.


Zeiro pun memutar balikkan Jetnya kembali ke bandara.


Setelah sampai ke bandara, mereka kembali masuk ke dalam mobil.


"Mau kemana lagi kita Bos?" tanya Zeldy duduk di kursi pengemudi.


"Cari makan dulu, menangkap biang kerok harus punya tenaga biar penjahat nggak lulus," ucap Zeiro.


"Oke!" Zeldy pun melajukan mobilnya mencari restoran terdekat.


Tak lama mereka menemukan restoran seafood yang tidak jauh dari bandara.


"Kita makan di sini aja ya Bos," ucap Zeldy memberhetikan mobilnya di depan restoran. Zeiro mengangguk.


Mereka pun keluar dan masuk ke dalam restoran tersebut.


"Selamat datang Tuan, silakan masuk," ucap pegawai restoran tersebut.


Mereka duduk di sudut ruangan agar tidak mencolok.


"Silakan Tuan mau pesan yang mana?" salah satu pegawai memberikan buku menu kepada Zeiro dan Zeldy.


"Aku mau udang Mozarella dan jus jeruk," pinta Zeiro.


"Aku juga," ucap Zeldy tersenyum.


"Baik Tuan, harap menunggu ya," ucap pegawai itu undur diri.


"Bos, kenapa nggak makan di restoran Bos saja?" tanya Zeldy.


"Kejauhan, menjelang itu perutku udah keroncongan," jawab Zeiro.


Tak lama makanan mereka pun sampai dan mereka langsung melahapnya.