
"Baiklah, tapi kamu hati-hati di jalan ya," pesan Zeiro.
"Iya." angguk Grizzla dan ia pun meninggalkan rumah Zeiro. Mereka melihat kepergian Grizzla.
"Cantik sekali pacar bos," ucap Zeldy kagum.
"Bukan, hanya teman," jawab Zeiro.
"Ha? Hanya teman, wah sayang banget bos, wanita cantik seperti itu hanya jadi teman, jangan bilang dia sudah punya pacar baru," tebak Zeldy.
"Dia nggak punya pacar juga, hanya saja dia masih sekolah, saat masih sekolah dia harus fokus belajar bukan pacaran, bagaimana jika pelajarannya terganggu gara-gara pacaran dan pacarnya bukan satu sekolah, nanti dia yang rugi, setidaknya kita jangan merusak anak oranglah," ucap Zeiro berjalan masuk ke dalam rumahnya yang di ikuti Zeldy.
Saat masuk ke dalam Villa, Zeldy sangat terpukau dengan kemegahan di dalamnya.
"Ya ampun, bos hidup dalam kemewahan seperti ini? Wah … bos benar-benar kaya," ucap Zeldy melihat sekeliling. Ia pun duduk di sofa saat melihat Zeiro duduk di sofa.
"Belum begitu kaya," jawab Zeiro.
"Oh ya, Bos memanggilku ada apa?" tanya Zeldy penasaran.
"Kamu tinggal di sini saja, tapi kamu tetap pergi kerja tepat waktu, masalah kendaraan nanti aku carikan di dealer," ucap Zeiro.
"Wah, beneran Bos! Terima kasih Bos, kau yang terbaik," ucap Zeldy senang.
"Karena aku sempat mempertimbangkan mu, kamu orang jujur dan peduli, dan juga akan mengurangi beban paman dan bibi mu jika kau tidak tinggal di sana," ucap Zeiro.
Mendadak Zeldy manyun.
"Ayolah bos, mana ada aku beban mereka," ucap Zeldy.
"Ya sudahlah, ini sudah jam 20:38 menit, hm … kira-kira dealer masih buka nggak ya?" tanya Zeiro.
"Udah tutup Bos, tutupnya itu jam 16:00," jawab Zeldy.
"Oh gitu ya, ya udah ayo kita nonton tv saja," ucap Zeiro menghidupkan televisi dan membuat Zeldy terkejut karena suara tv itu sangat besar di tambah lagi pas sekali film horor.
"Ya ampun bos, bisa jantungan aku," ucap Zeldy memegang dadanya.
Mereka pun nonton bersama film horor tersebut, meskipun dalam keadaan takut-takut tapi seru juga.
[Ding]
[Misi baru]
[Menyelamatkan pemeran utama tokoh utama horor itu dari kesurupan hantu gentayangan di rumah yang saat ini mereka sedang syuting film]
'Ha? Bagaimana aku menyelamatkannya? Apa aku masuk ke dalam TV?' batin Zeiro kebingungan.
[Saat ini sedang ada syuting film di rumah hantu itu]
'Oh begitu ya, aku pikir perlu masuk dalam layar TV,' batin Zeiro.
Zeiro berdiri dan hendak pergi.
"Bos mau ke mana?" tanya Zeldy juga ikut berdiri.
"Pergi ke suatu tempat," jawab Zeiro berhentikan langkahnya.
"Aku ikut," ucap Zeldy.
"Ya udah matikan dulu Tv-nya," ucap Zeiro. Zeldy menekan tombol off dan TV pun mati. Mereka masuk ke dalam mobil dan Zeiro pun melajukan mobilnya.
[Klik di sini untuk membuka]
[Klik]
Zeiro melihat peta digitalnya dan melihat lokasinya.
"Kita ke mana Bos?" tanya Zeldy.
"Ke tempat rumah hantu yang barusan kita tonton," jawab Zeiro melihat ke depan.
"Apa! Yang bener dikit donk Bos, lihat di filmnya aja serem amat, apa lagi langsung lihat di lokasi, bagaimana jika tiba-tiba aku kesurupan? Mana takut banget lagi sama hantu," keluh Zeldy.
"Ya udah, kamu tinggal di sini aja, aku berhentikan mobilnya di sini ya," ucap Zeiro.
"Eh jangan, jangan! Aku ikut sama Bos aja," ucap Zeldy menyengir. Mobil pun kembali melaju di jalanan dan melaju.
Tak lama kemudian mobil mereka pun sampai di tempat lokasi syuting, tapi tidak terlihat jika di sana ada yang sedang syuting.
Zeiro melihat sekeliling dan di sana terlihat sepi.
"Di mana ya?" tanya Zeiro.
"Apaan?" tanya Zeldy.
"Kamu di sini aja ya, jangan kemana-mana," ingat Zeiro membuka sabuk pengamannya dan ia pun keluar dari mobil dan menutup kembali pintu mobil itu. Zeiro melihat sebuah cahaya yang lumayan cukup jauh di dalam hutan-hutan tersebut.