
"Aku tidak mungkin salah, aku percaya dengan pandangan mata ku, pokonya lihat saja nanti di rumah," ucap Zeiro yakin.
"700 M 1 kali."
"700 M 2 kali."
"700 M 3 kali. Selamat Tuan nomor 17, mobil sport menjadi milik Anda," ucap pembawa acara.
"Gila! Menghabiskan milyar hanya untuk mobil sports, aku yakin jika pulang nanti dia pasti gigit jari," ucap Zeiro.
"Baiklah untuk peserta tamu undangan silakan di nikmati makanan yang sudah di sediakan menjelang barang-barang kalian akan di siap dan di bungkuskan," ucap pembawa acara.
Para tamu undangan menikmati makanan kecil dan minuman yang tersedia di meja.
"Bentar, aku mau ke toilet dulu," ucap Zeiro.
"Oke," jawab Zeldy. Zeiro pun berjalan masuk ke dalam untuk mencari toilet, karena hotel itu besar, Zeiro malah muter-muter dan sampai ia di sebuah ruangan dan terdengar suara orang bercakap-cakap.
"Jadi bagaimana? Apa batu permata ini ganti dengan yang palsu saja?" tanya salah satu orang yang bertugas menjaga barang lelang.
"Tukarkan saja, karena kita masih mau pindah ke tempat pelelangan yang lain untuk menjual barang-barang ini," ucap penyelengara acara.
"Jadi Tuan bagaimana dengan uang ini? Apa kita bagikan kepada panti?" tanya pembawa acara itu lagi.
"Orang bodoh yang akan melakukannya, semua uang yang sudah di transfer, transfer lagi ke rekening yang biasa kita pakai," perintah penyelenggara acara.
"Batu giok putih ini bagaimana Tuan?" tanyanya lagi.
"Itu hanya batu yang ku temukan di jalanan, nggak ada harganya, berikan saja pada pemiliknya," ucap penyelenggara acara itu.
Duuak!
"Hey! Apa yang kau lakukan di sini?" teriak pria penyelengara acara itu terkejut atas kedatangan Zeiro.
"Aku yang seharusnya bertanya, apa kalian datang hanya untuk menipu? Kembalikan uang milik mereka atau setidaknya jangan menukarkan dengan barang palsu," ucap Zeiro.
Zeiro melihat pembawa acara itu memegang batu giok putih tersebut, Zeiro langsung merampasnya.
"Kembalikan uang ku juga karena batu giok ini hanya batu rongsokan juga," ucap Zeiro menyimpan batu giok putih itu ke dalam saku jasnya.
'He-he-he, aku bukan hanya mendapatkan batu giok putih, uang ku juga kembali,' batin Zeiro sambil menyeringai.
"Cepat habisi dia sebelum ada yang mengetahuinya," ucap Bos besar itu.
Para penjaga itu yang ada 3 orang orang dengan tubuh besar mendekati Zeiro.
"Benar juga, batu giok ini akan memberikan kekuatan pada ku," ucap Zeiro mengambil batu giok tersebut dan menyalurkan energi ke dalam tubuhnya.
'Untuk sementara seperti ini saja dulu, karena mungkin ada cara lain untuk menyerap energinya,' batin Zeiro.
Para pengawal itu memegangi tangan Zeiro dan satunya menhantam.perut Zeiro, Kana tetapi yang pria itu rasakan bagaikan meninju besi.
"Adududuh! Sakit, sakit sakit!" teriak pria itu mengibas-kibaskan tangan yang memar.
Zeiro memutar kedua pria yang memegang tangannya hingga mereka terbalik dan jatuh ke lantai. Zeiro menginjak perut pria yang satunya lalu menarik kerah baju pria yang satunya lagi dan menghantam wajah pria itu beberapa kali hingga wajah pria itu berdarah.
Bos besar itu terkejut dan hatinya jadi bimbang bagaimana jika pengawalnya di hajar semua dan ia tidak bisa lepas dari masalah ini.