
Zeiro melihat wajah Grizzla.
"Terima kasih Buk, karena sudah memberikan tempat untuknya beristirahat. Aku akan membawanya pulang," ucap Zeiro.
"Biarkan dia sadar dulu, baru bawa pulang, mana tau habis bangun nanti dia pengen makan," saran ibu itu.
"Oh, baiklah." angguk Zeiro menurut.
[Ding]
[Misi selesai]
[Selamat Anda menyelesaikan misi tersembunyi]
[Selamat Anda mendapatkan sebuah Perusahaan ER grub.]
Selamat Anda mendapatkan hadiah dari perusahaan ER grub sebesar 100.000.000]
[Selamat Anda mendapatkan 30 poin]
[Selamat Anda mendapatkan hadiah sebesar Rp 30.000.000]
Kekuatan [14x]
Perisai [14x]
Pertahanan [14x]
Kelincahan [14x]
Poin [100]
Uang Anda [771.000.000]
'Eh, ternyata ada misi tersembunyi rupanya, mana dapat perusahaan sekaligus lagi,' batin Zeiro tersenyum.
Triring! Triring!
Triring! Triring!
Ponsel milik Zeiro berbunyi dan ia segera mengangkatnya.
"Halo, ini dengan siapa?" tanya Zeiro.
"Apa ini dengan Tuan Zeiro?" terdengar suara wanita yang lemah lembut.
"Ya."
"Saya adalah sekretaris Juny dari perusahaan ER grub. Untuk mengurus perusahaan ini maka di butuhkan tanda tangan Anda," ucap wanita yang bernama Juny.
"Oh baiklah, tapi tunggu beberapa saat lagi ya, karena saat ini aku ada urusan mendesak jadi harap menunggu ya," ucap Zeiro.
"Baik Tuan, saya akan menanti kedatangan Anda," ucap sektretaris Juny.
Panggilan pun di putuskan, Zeiro terus melihat wajah ayu Grizzla saat ia tidak sadarkan diri.
'Oh ya, aku bangunkan dia pake poin saja,' batin Zeiro.
[Gunakan poin untuk menyadarkan seseorang yang pingsan]
Memuat…
Mulai…
10%…
20%…
30%…
40%…
50%…
60%…
70%…
80%…
90%…
100%…
Selesai.
[Poin Anda di potong 10 poin]
[Sisa poin Anda 90 poin]
Zeiro mengusap wajah Grizzla dan seketika, tangan Grizzla mulai bergerak-gerak perlahan.
"Grizzla, ayo bangun, ayo buka matamu," panggil Zeiro dengan lembut.
Perlahan-lahan Grizzla membuka matanya dan ia melihat wajah pria yang ia khawatir kan itu ada di hadapannya.
"Eh … sepertinya aku sedang mimpi," ucap Grizzla menutup kembali matanya.
"Ayolah, ini aku, ini bukan mimpi," ucap Zeiro menarik tangan Grizzla untuk duduk.
"Tapi … ini pasti mimpi kok, mana mungkin Zeiro selamat dengan insiden tadi, sudahlah, aku tidur lagi saja, aku berharap jika aku juga tidak bangun lagi," ucap Grizzla pasrah.
"Gadis ini malah menganggap ku sudah mati," omel Zeiro. Pemilik warung tersebut.
Zeiro mengangkat tubuh Grizzla dan memeluknya.
"Ayo buka matamu lebar-lebar, siapa bilang aku sudah mati! Apa perlu aku gigit tangan mu hingga luka dan berdarah baru kau akan percaya," ucap Zeiro dengan suara lantang.
Grizzla pun membuka matanya lebar dan mendapati pria itu tidak sirna seperti di dalam mimpi.
"Zeiro, ini beneran kamu? Kamu masih hidup?" tanya Grizzla memastikan.
"Iya ini aku, apa kau berharap aku jadi hantu untuk menakuti mu setiap malam?" ucap Zeiro menatap Grizzla sayu.
Grizzla langsung memeluknya erat. "Ya ampun Zeiro! Untunglah kamu selamat, aku kira kamu sudah tiada, aku takut banget kehilangan kamu, kamu jangan begini lagi donk, jangan buat aku khawatir," ucap Grizzla sambil menangis dan mengengam erat baju Zeiro.
"He-he-he, aku nggak semudah itu mati tau, aku akan mati jika kita mati bersama," ucap Zeiro tersenyum senang.
"Kamu tidak apa-apa kan?" Grizzla memeriksa tubuh Zeiro memastikan jika Zeiro tidak terluka.