
"Apa! Kalian ingin menipu kami, kalau begitu mati saja kau!" teriak mereka yang berhamburan naik podium.
"Ampuni aku!" teriak pria itu dan ia pun berlari. keluar.
Ia pun di kejar oleh para mereka yang merasa tertipu.
"Kalian hubungi polisi, aku akan membereskan pria itu untuk mengembalikkan uang kalian," ucap Zeiro.
Zeiro berlari ke arah para mereka yang sedang panas-panasnya.
"Tunggu berhenti dulu!" teriak Zeiro. Mereka memandang ke arah Zeiro yang tadinya sudah setengah memukul pria itu.
Zeiro masuk ke tengah-tengah pria itu dan berjongkok. "Tadi saat seseorang yang mendapatkan lelang barang mereka langsung di potong di rekening mereka ya? Pintar sekali kalian, biasanya habis lelang baru bayar, jadi kembalikan uang mereka dulu," ucap Zeiro.
"Ya, aku juga merasa aneh, sudah 3x aku ikut lelang baru kali ini lelangnya langsung di potong dan barang lelangnya di beri, aku juga merasa aneh tadinya, ternyata penipu!" ucap salah satu pria yang mendapat barang lelang tadi.
"Kita habisi saja dia!" ucap salah satu pria yan lain.
"Tunggu dulu! Begini, karena aku yang sudah mengungkap kan kejahatan mereka, jadi setidaknya adalah uang asamnya dari masing-masing kalian, jadi aku akan mengurus pria ini juga, bagaimana?" tanya Zeiro menyengir.
Mereka saling berpandangan dan akhirnya mengangguk.
"Baiklah, kami beri kamu 5 juta perorang," ucap pria yang berjas coklat.
"Lah, kalian beli barang lelang dengan harga ratusan milyar, masa cuma ngasih 5 juta doank, naikkan sedikit donk harganya karena tadi aku sempat bertaruh nyawa karena ingin di tembak oleh Bos penyelenggara acara lelang ini tadi, untungnya Tuhan menyelamatkan ku, jika tidak sia-sia uang kalian ratusan Milyaran tadi," buku Zeiro.
"Bos ini, dia sungguh pandai merayu orang ya, kok aku tidak tahu jika dia begitu, apa perlu aku juga berguru dengannya?" ucap Zeldy dengan senyum penuh rencana.
"Baiklah, 10 juta per orang," ucap pria itu.
"20 juta," ucap yang lain.
"Setuju," ucap Zeiro tersenyum. Padahal tadi di dalam hati mendapatkan 10 juta dari mereka saja sudah cukup, tapi ia malah mendapatkan lebih dari apa yang ia pikirkan.
"Cepat, kau kirim kembali uang mereka atau aku akan mengorok leher mu dan tidak akan melepaskan arwah mu, jika tidak percaya aku bisa mengetesnya sekarang!" ancam Zeiro dengan senyum yang ingin membunuh.
"Iya, iya, aku akan mengirim kembali uang kalian, tapi setelah ini tolong lepaskan aku," ucap pria itu.
"Kamu tidak bisa tawar menawar, yang terpenting kirim uang mereka agar membuat mereka tenang," ucap Zeiro.
"Baiklah, baiklah." angguk pria itu menyedot ingusnya dan mengeluarkan ponselnya, ia pun mengeluarkan sejumlah uang kepada para pembeli barang lelang tadi.
"Satu perak pun jangan kau ambil," ingat Zeiro.
"Iya, iya, tidak berani kok," ucap pria itu lagi. Setiap ponsel mereka pun masuk nada pesan dan uang mereka di kembalikan.
"Sesuai janji," ucap Zeiro tersenyum manis. Para orang yang membeli barang lelang tadi mengirim 20 juta kepada Zeiro dan ponsel Zeiro terus berbunyi jika dananya sudah masuk.
[Ding Ding]
[Anda mendapat penambahan uang sebesar 300 juta]
[Uang Anda menjadi 841.200.000]
Zeiro keluar dari keramaian itu dan mengecek ponselnya sambil tersenyum puas.