The Power Of The System

The Power Of The System
BAB 55



"Oh, di jalan mangga ya? Oke, aku tahu seluk beluk jalan kota ini," ucap Zeldy melajukan mobilnya menuju arah tujuan mereka.


"Kamu sudah berapa lama bekerja di perusahaan ini?" tanya Zeiro.


"Hm, sudah ada 4 tahunan, masalah pekerjaan sedikit banyaknya aku mengerti Tuan," ucap sekertaris Mei tersenyum.


"Tapi kamu sangat hebat, kerja mu pun juga sangat gercep, ya sudah, nanti malam ikut bersama ku, kau sepertinya lebih banyak tahu tentang acara ini," ucap Zeiro.


"Baik Tuan." angguk Sekretaris Mei.


Tak berapa lama, mereka pun sampai di sebuah perusahaan yang di depannya sungguh banyak para karyawan dengan membawa spanduk dan unjuk rasa.


"Ada apa itu ya?" tanya Zeiro.


"Sepertinya itu para karyawan yang yang unjuk rasa karena gajinya tidak di bayar," jawab sekretaris Mei.


"Begitu ya, apa ini adalah kesempatan emas ku," ucap Zeiro menyengir. Ia pun berjalan mendekati para unjuk rasa dan berdiri di depannya.


"Mohon harap tenang dulu!" teriak Zeiro.


Mereka para unjuk rasa pun diam dan ingin mendengar instruksi dari Zeiro.


"Kalian ingin gajinya di bayar?" tanya Zeiro.


"Tentu saja, gaji ku sudah 3 bulan belum di bayar dan tiba-tiba saja perusahaannya bangkrut, aku tidak mau tahu pokonya hari ini aku ingin gaji ku di bayar!" teriak salah satu wanita yang berbadan gendut yang sedang memakai baju kantor.


"Aku bisa membayar seluruh gaji kalian hari ini juga, dengan syarat bagaimana pun caranya asalkan perusahaan ini menjadi milik ku," ucap Zeiro.


"Baiklah, tapi janji kau mau membayarkannya," ucap wanita gendut itu yang sebagai ketua unjuk rasa tersebut.


"Kalian tidak mempercayaiku ya, aku akan menyiapkan uangnya," ucap Zeiro.


Mereka masuk ke dalam perusahaan itu dan berdiri di depan pintu ruang CEO.


"Cepat bayar gaji kami, atau kami akan membakar perusahaan kalian!" teriak mereka.


Yang ada di dalam ruangan CEO itu panik.


"Kenapa bisa mereka masuk ke sini? Apa yang petugas keamanan itu lakukan!" teriak CEO perusahaan itu.


Salah satu petugas masuk antara karyawan itu dan berdiri di depan pintu CEO agar bisa menghalangi para unjuk rasa masuk. CEO itu pun membuka pintu.


"Apa yang terjadi? Kenapa mereka bisa sampai masuk ke sini?" tanya CEO itu kesal.


"Maaf Tuan, tadi ada seorang pria memprovokasi mereka dan hingga mereka menerobos perusahaan dan masuk ke sini," jawab petugas keamanan itu kewalahan.


Zeiro menghampiri mobilnya. "Kalian tunggu di sini dulu, aku akan mengambil uangnya sebentar," ucap Zeiro masuk ke dalam mobil. Sektretaris Mei dan Zeldy keluar dari mobil. Hanya berjarak beberapa meter Zeiro memutar mobilnya dan bersembunyi di balik tembok perusahan itu agar tidak terlihat oleh Zeldy dan Mei.


[Klik di sini untuk membuka]


[Klik]


[Apa Anda ingin mengambil uang?]


[Ya]


[Tidak]


Zeiro pun mengklik Ya.


Uang itu seketika menjadi nyata, Zeiro mengambil uang tersebut lalu memindahkan ke dalam mobil dan meletakkan di kursi di sampingnya.