The Power Of The System

The Power Of The System
BAB 47



Yoga memberikan pena kepada Zeiro dan Menandatanganinya.


"Berkas ini aku yang simpan di rumah. Tentu saja aku yang simpan ya kan? Oh ya, berikan aku laptopnya," pinta Zeiro.


"Laptop yang baru?" tanya Yuda.


"Bukan, laptop di depannya itu," ucap Zeiro menunjuk ke arah laptop yang di depan kasir.


Yoga mengambil laptop itu dan memberikan kepada Zeiro. Zeiro pun memeriksa laptop itu dan melihat pendapatan tiap bulannya.


"Lumayan juga pendapatannya nih, setiap bulan mendapatkan 200-300 juta," ucap Zeiro mengangguk-angguk.


Zeiro juga melihat slip gaji mereka, dari yang OB dan OG, itu kisaran 3 juta. Ada 7 orang.


Resepsionis, keuangan, pelayanan dan pegawai yang lain itu di gaji 5 juta perbulan. Sedangkan gaji Yoga itu 8 juta.


Kira-kira menggaji semua pegawai itu habis 70-80 juta. Sisa uang ada di belikan perlengkapan hotel, mana tau ada kasur dan selimut yang harus di ganti atau ada kerusakan pada AC dan lain-lain, uang tak terduga lainnya habis sekitar 50 juta setiap bulan. Dan masih ada sisanya dan itulah keuntungan untuk pemilik hotel.


"Jika pendapatan hotel lebih besar lagi, aku akan menambahkan bonus untuk kalian," ucap Zeiro.


"Terima kasih Tuan," ucap mereka senang.


"Yoga, bisakah kau mengurus sesuatu untuk ku?" tanya Zeiro.


"Mengurus apa Tuan, aku ingin bersekolah, jika masuk SMA rasanya tidak mungkin lagi, jadi aku ingin masuk kuliah, kau uruskan aku untuk masuk ke salah satu universitas, aku juga ingin menyandang titel," ucap Zeiro.


"Wah, Bos, kok malah nyari orang sih, aku bisa melakukannya," ucap Zeldy.


"Oh, kamu bisa melakukannya ya, kau begitu apa yang harus di lakukan pertama-tama?" tanya Zeiro.


"Bos punya ijazah SMP?" tanya Zeldy.


"Tidak," jawab Zeiro menggeleng.


"Punya ijazah SD?"


"Tidak."


"Tidak."


Zeldy menepuk keningnya. "Ya ampun Bos, jadi Bos belum pernah sekolah?" tanya Zeldy.


"Belum," jawab Zeiro menggeleng.


"Jadi Bos bagaimana ingin kuliah kalau tidak pernah sekolah, Bos tidak punya dasar pembelajaran, bisa-bisa Bos malah seperti orang bodoh di dalam ruangan," ucap Zeldy.


"Asem lu bilang aku bodoh, siapa bilang aku bodoh, kau lihat aku bisa main komputer kan? Pelajaran apa yang tidak ku tahu, sekali pun aku tidak pernah sekolah, semua pelajaran dari TK, SD, SMP, SMA semua sudah ada di kepala ku, kalau materi kuliah mah gampang, aku hanya ingin merasakan suana yang berbeda," ucap Zeiro.


"Oke, aku akan mengurus Ijazah SMA untuk Bos, tapi tentu saja membutuhkan uang untuk mengurusnya," ucap Zeldy.


"Masalah uang tidak perlu khawatir, asal ku bisa mengurus semuanya itu mah kecil," ucap Zeiro menepuk pundak Zeldy.


[Ding Ding]


[Misi baru]


[Ada pertengkaran di hotel]


[Status misi: Sedang berlangsung]


Terdengar suara ribut-ribut dari atas, suara seorang wanita yang sedang marah-marah. Semua mata tertuju ke arah atas.


"Baru pertama masuk malah ada yang buat keributan di hotel ku, sungguh penyambutan yang tidak biasa," ucap Zeiro sambil melihat ke atas. Zeiro berdiri dan berjalan menuju arah suara tersebut.


Yoga dan yang lain juga mengikuti Zeiro. Terlihat seorang pegawainya di siram dengan air jus dan basah kuyup.


"Ada apa ini?" tanya Zeiro mendekati pegawainya.