The Power Of The System

The Power Of The System
BAB 43



Mereka pun masuk ke dalam rumah, Zeiro menghempaskan tubuhnya di atas sofa yang super empuk itu.


"Ah! Lelah juga," ucap Zeiro memejamkan matanya.


"Bos, aku kamar yang mana nih?" tanya Zeldy.


"Terserah kamu," jawab Zeiro.


"Okelah kalau begitu." Zeldy berdiri dan mencari kamar yang cocok untuknya.


"Hm … aku akan mencari kamar yang paling bagus. Aha! Ini dia kamar yang bagus dari sekian banyak kamar di rumah ini," ucap Zeldy masuk ke dalam kamar dan merebahkan tubuhnya.


"Hey! Ini kamar ku, kamu kamu cari kamar yang lain," usir Zeiro.


"Tadi dia yang bilang terserah mau kamar yang mana, sekarang malah mengusirku," umpat Zeldy menatap Zeiro sayup.


"Kamu boleh cari kamar yang mana aja, bukan kamar utama," sahut Zeiro baring di kasurnya dan memejamkan matanya.


Zeldy kembali keluar dari kamar Zeiro dan mencari kamar yang lain.


xxx


Ke esokkan paginya, Zeiro terbangun. Ia duduk di sisi ranjangnya.


Triring! Triring! Triring!


Ponsel milik Zeiro berbunyi dan ia segera mengangkatnya.


"Halo," jawab Zeiro dengan mata terpejam.


"Apa ini dengan Tuan Zeiro Alfero?" terdengar suara pria.


"Iya." angguk Zeiro.


"Saya Yoga adalah pengurus hotel milik Tuan, begini Tuan, Anda adalah pemilik hotel ini, karena pemilik lama sudah tidak ada lagi, mungkinkah hotel ini ada perubahan setelah Anda jadi pemiliknya?" tanya Yoga.


"Hm … begini saja aku akan ke sana, kamu share lokasi hotelnya saja," ucap Zeiro.


"Eh, baiklah Tuan." angguk Yoga menekuk alisnya. Panggilan pun di putuskan. Ia merasa sedikit heran karena Zeiro memintanya share lokasi.


"Aneh, kalau hotel ini miliknya kenapa harus share lokasinya, kan tinggal datang aja," ucap Yoga melihat ponselnya.


Zeiro keluar dari kamarnya dan menuju rumah tamu, terdengar suara televisi. Terlihat Zeldy yang sedang duduk santai di sofa.


Zeiro mendekati sofa dan ikut duduk di sana.


"Kamu hari ini libur saja, ikut aku ke hotel," ucap Zeiro.


"Ha? Ke hotel? Tadi malam ke klub, pagi-pagi begini ke hotel? Bos ingin bertemu dengan wanita mana lagi?" tanya Zeldy mengangkat kedua alisnya.


"Otak mu itu isinya apa sih? buruk aja pikirnya, aku tuh mau ke hotel milik aku sendiri, jadi aku datang ke sana untuk melihat kondisi hotel ku," ucap Zeiro.


"Tentu saja, kamu jadi supir ku, aku sebagai Bos harus punya waktu yang santai," ucap Zeiro.


"Oke! Dengan senang hati," jawab Zeldy bersemangat.


"Ya udah, sana mandi dulu," ucap Zeiro.


Zeldy beranjak dari sofa dan ingin menuju kamarnya.


"Bos, aku tidak punya baju," ucap Zeldy teringat jika ia tak bawa baju ganti.


"Udah tenang aja, nanti kita mampir ke toko jas, he-he-he biar terlihat orang kaya beneran," ucap Zeiro.


"Kan emang kaya beneran," ucap Zeldy.


"Aku hanya ingin pamer pada orang yang dulu merendahkan ku, bagaimana reaksi mereka nanti, aku juga ingin membantu orang yang menolong ku dulu juga, setidaknya aku ingin beramal. Aku ingin menawar pada orang yang pernah baik kepada ku untuk bekerja di hotel ku, mereka pasti akan senang," ucap Zeiro.


Zeldy mengangguk-angguk. 'Bos sangat baik sekali, setidaknya ia ingat pada kebaikan orang padanya,' batin Zeldy.


Ia pun balik badan dan dan kembali menuju kamarnya untuk segera mandi. Zeiro mematikan TV-nya dan ia juga masuk ke dalam kamarnya untuk mandi.


Saat sampai di kamar, ponselnya berbunyi.


Tririt! Tririt! Tririt!


Zeiro mengambil ponselnya dan melihat isinya, itu adalah lokasinya hotelnya.


Ia menyambungkan ke system' dan melihat bentuk hotel dan titik lokasi hotelnya itu.


"Wah, tempatnya sangat strategis, tidak jauh dari kota dan juga di sana juga lengkap fasilitasnya," ucap Zeiro mengangguk-angguk puas dengan hotel yang ia dapatkan.


Setelah melihatnya, Ia pun segera masuk ke dalam kamar mandi dan segera membersihkan diri.


"Hari ini Grizzla pasti sekolah, kalau tidak aku pasti akan mengajaknya ke hotel ku juga untuk melihat-lihat," ucap Zeiro sedikit ada yang hilang pada dirinya.


Setelah selesai mandi, ia pun bertukar pakaian dengan baju kaos biasa lalu menyisir rambutnya kebelakang dan memakai parfum.


Semprot sana, semprot sini dan berputar-putar. Zeiro mencium bajunya sudah harum itu.


[Klik di sini untuk membuka]


[Klik]


Zeiro mengambil uangnya dari system dan memasukkan ke dalam saku celananya lalu ia pun keluar dari kamarnya.


"Apa kamu sudah siap?" tanya Zeiro saat melihat Zeldy yang sudah berdiri di depan kamarnya.


"Sudah donk," jawab Zeldy menyengir.


"Ayo kita let's go," ucap Zeiro melemparkan kunci mobil kepada Zeiro