
"Hm … sebenarnya aku punya pekerjaan untuk mu."
"Pekerjaan apa Tuan?"
"Aku akan transfer sejumlah uang ke rekening mu, nanti aku minta kamu untuk membeli saham di salah satu perusahaan, jadi menurut mu apa kamu bisa melakukannya? Nanti aku beri uang tips untuk mu," ucap Zeiro.
"Baik Tuan, aku pasti akan melakukannya dengan baik," jawab Sekretaris Mei.
"Oke! Aku transfer sekarang ya," ucap Zeiro.
"Baik Tuan." angguk Sekretaris Mei.
Zeiro mentransfer sejumlah uang ke rekening Sekretaris Mei.
[Ding Ding]
[Saldo Anda di kurang 220.000.000]
[Sisa saldo Anda 641.000.000]
"Dua puluh juta uang tips untuk kamu." [Zeiro]
"Terima kasih Tuan." [Sektretaris Mei]
"Bos, kenapa bos kirim uang itu langsung ke sekretaris Mei? Apa bos tidak takut jika uang Bos di bawa kabur olehnya?" tanya Zeldy.
"Tidak, aku percaya padanya, dan juga uang itu tidak bisa di bawa kabur, karena apa bila uang itu di bawa kabur aku bisa membekukannya dengan cepat, karena aku punya penghubung antar uang-uang ku," ucap Zeiro dengan bangganya.
"Wah, itu sangat hebat Bos." angguk Zeldy.
Tak lama di perjalanan, mereka sampai di sebuah restoran mahal.
"Di sini kan?" tanya Zeldy.
"Ayo kita masuk saja," ucap Zeiro.
Mereka pun keluar dari dalam mobil dan masuk ke dalam restoran.
"Selamat datang Tuan, silakan duduk," ucap salah satu pegawai restoran tersebut.
"Hm … di mana pengurus restoran ini, aku ingin bertemu dengannya," ucap Zeiro.
"Ada Tuan di atas, Tuan ingin bertemu dengannya?" tanya pegawai itu.
"Iya." angguk Zeiro.
Tak lama kemudian, orang yang di telpon turun dari lantai atas lalu berjalan mendekati Zeiro.
"Tuan Zeiro?" tebaknya.
"Ya aku." angguk Zeiro.
"Saya Roby pengurus restoran milik Anda ini, selamat datang Tuan di restoran Anda, maaf sekali aku tidak datang menyebut Anda karena ada sesuatu yang aku kerjakan, jari bagaimana Tuan, apa Anda ingin melihat mengenali tempat ini terlebih dahulu? Ingin makan? Atau bagaimana?" tanya pria itu bersikap sopan.
"Hm … aku penasaran ruangan di atas sana," ucap Zeiro melihat ke atas.
"Eh itu tapi itu ruangan saya Tuan," ucap Robby.
"Ruangan mu? Lalu di mana ruangan ku?" Zeiro balik bertanya.
"Di atas juga … ada sesuatu yang tidak boleh Anda lihat, itu seperti kejutan untuk Anda, jika Anda lihat maka itu namanya bukan suprise," ucap Roby dengan senyum mengembang.
Zeiro menekuk alisnya menatap Roby penuh curiga.
"Ini adalah restoran ku, ruangan mu juga adalah ruangan ku, jadi aku akan melihat semua yang ada di dalam," ucap Zeiro melangkahkan kakinya tapi ia di hadang oleh Roby.
"Tuan, tolong jangan lihat ke atas menjelang kejutannya selesai, kami sudah bersusah payah membuatnya malah tidak jadi spesial karena sudah Anda lihat terlebih dahulu, tolong hargai sesuatu yang ingin kami berikan kepada Tuan," ucap Roby memohon.
"Kejutan? Kalau itu kejutan seharusnya tadi kau sudah menunggu ku di pintu masuk dan membiarkan restoran ini kosong untuk menyambut ku," ucap Zeiro.
"Maaf aku Tuan, ini demi keberlangsungan keuntungan restoran ini agar berjalan lancar dan kasihan para pelanggan jika restoran ini tutup," ucap Roby dengan wajah memelas.
Zeiro melihat mimik wajah Roby yang khawatir itu menambah ke khawatirannya. Tanpa peduli lagi Zeiro pun naik ke atas melalui tangga tersebut bersama Zeldy.
"Tuan! Tuan! Tunggu dulu!" panggil Roby.
Sesampainya di atas, Zeiro membuka ruangan tersebut dan ternyata tidak ada kejutan yang di maksud Roby.
"Di mana yang kau bilang kejutan itu? Yang ku lihat hanya ruangan yang berantakan saja? Kau bilang kau adalah pengurusnya, lalu apa yang kau urus?" tanya Zeiro menatap tajam Roby.
"Bos! Lihat Bos! Jendela ini terbuka dan aku melihat ada dua orang wanita yang sedang berlari di bawa dengan membawa pakaiannya!" panggil Zeldy.
Zeiro pun berhenti di jendela itu dan dari kejauhan ada 2 wanita yang sedang berlari-lari yang hanya memakai tang top dan celana sut pendek.
"Oh ini kerjaan mu rupanya? Mengurus para wanita di dalam restoran ku, apa ini adalah kejutan untukku? Sungguh di luar dugaan," ucap Zeiro berbalik badan melihat ke arah Roby.
"Tuan, Tuan, aku beneran minta maaf, aku tidak akan mengulanginya lagi, tolong terima permintaan maafan ku," ucap Roby berlutut di hadapan Zeiro.
"Aku tidak menerima kesalahan yang sungguh di luar batas, apa kau pikir restoran ku ini klub malam untuk menyimpan para wanita? Ini tempat makan! Bukan tempat kau bermain bersama wanita! Jadi sebaiknya kau pergi sekarang selagi aku berbaik hati!" ucap Zeiro murka.