
Terlihat dari wajah Grizzla merah padam, nafasnya tidak beraturan dan ia terdiam sejenak. Zeiro melihat terus ke arah Grizzla dan tidak berani untuk mengganggunya, ia membiarkan Grizzla untuk tenang dulu baru di ajak bicara.
"Bos!" teriak suara seorang pria yang berlari ke arahnya sambil ngos-ngosan.
"Sudah datang?" tanya Zeiro.
"Kita kenapa ke sini?" tanya Zeldy melihat-lihat isi dalam klub malam itu yang berisik oleh musik.
"Sudah terlambat kau datang ke sini, pulang ke rumah dengan ku saja," ucap Zeiro.
Grizzla mengambil ponselnya dan kembali menelpon mamanya.
Tuuut! Tuuut! Tuuut!
"Halo Grizzla, kamu di mana?" tanya mamanya khawatir.
"Aku masih di sini, tapi aku ambil mobil aku dulu baru akan langsung pulang," ucap Grizzla.
"Oh syukurlah kalau begitu, papa kamu sedang menelpon papa Yudi untuk menyelesaikan masalah ini, jadi kamu ngak perlu khawatir lagi ya, kamu jangan lari lagi ya," ucap mamanya.
"Aku tidak akan lari jika kalian tidak seperti ini," jawab Grizzla merasa sedih.
"Tidak akan lagi, jadi sekarang itu tergantung pilihan mu saja lagi," ucap ibunya pasrah.
"Ya udah, kalau gitu Ma, aku mau ambil mobil dulu," ucap Grizzla manyun.
"Baiklah kalau begitu," ucap mamanya. Panggilan di putuskan.
Grizzla menarik nafas lega dan tersenyum ke arah Zeiro.
"Berkat kamu dan semua karena kamu, aku banyak berhutang budi pada mu, jika bukan karena kamu aku sudah harus menikahi pria menyebalkan itu, terima kasih semua yang sudah kamu lakukan untuk ku, aku nggak tau kompensasi apa yang harus aku berikan padamu, tapi jika kau butuh bantuan aku pasti dengan senang hati membantu mu," ucap Grizzla tersenyum.
"Sama-sama, kamu jangan sungkan begitu kepada ku, kita adalah teman," ucap Zeiro.
"Hm iya, kita adalah teman. Tapi kau lebih dari sekedar teman, kau adalah penyelamat ku," ucap Grizzla.
"Eh itu … ayo ke rumah ku, katanya kamu mau ambil mobil. Oh ya kamu ke sini pakai apa?" tanya Zeiro mengalihkan pembicaraan karena ia merasa canggung saat di bilang penyelamat oleh Grizzla.
"Aku tadi di antar supir Papa, oh ya aku sama kamu aja, biar supir Papa pulang aja," ucap Grizzla.
"Baiklah." angguk Zeiro.
Grizzla pun berjalan menuju mobil papanya dan mengatakan pada supir untuk pulang terlebih dahulu. Grizzla pun berlari ke arah Zeiro.
"Udah." angguk Grizzla. Mereka pun masuk ke dalam mobil Zeiro.
Perlahan-lahan mobil pun melaju di jalanan meninggalkan klub malam itu.
"Sial! Pria itu sungguh menyebalkan, lihat saja nanti, aku akan membalas kan pria itu dan sekalian menghancurkan Grizzla," ucap Yudi menghempaskan pas bunga di dalam kamar klub itu.
"Apa yang ingin kau lakukan?" tanya temanya yang memakai jas abu-abu itu sedang merokok duduk bersama wanita-wanitanya.
"Aku akan menyuruh geng cakar harimau untuk menghancurkan mereka semua," ucap Yudi mengengam erat tangannya sambil tersenyum sinis.
"Tapi mereka itu terlalu sadis, apa tidak apa-apa?" tanya pria yang berambut panjang itu menekuk alisnya.
"Heh! Siapa yang peduli asalkan mereka tidak buka mulut menyebutkan siapa yang menyuruhnya," ucap Yudi membalikkan badan ke arah teman-temannya dan duduk di sofa. Para wanita itu duduk di samping Yudi dan memeluknya.
Tak lama kemudian mereka pun sampai di rumah Zeiro.
"Mau mampir dulu?" tanya Zeiro.
"Lain kali aku ke sini ya, tapi malam ini aku mau lihat Papa gimana tanggapannya masalah ini," tolak Grizzla halus sambil tersenyum.
"Hm oh ya, aku tidak tahu ini kamu butuhkan atau tidak, tapi aku punya foto pria itu duduk bersama wanita-wanita itu, mungkin akan membuat Papa kamu lebih percaya lagi," tawar Zeiro.
"Ah benarkah? Kalua begitu kirim saja pada ku," ucap Grizzla mengangguk.
"Oke, aku akan mengirimnya," ucap Zeiro mengambil ponselnya dan mengirimkan gambar itu lewat WhatsApp.
Ting!
Sebuah pesan masuk.
"Oh sudah terkirim," ucap Grizzla membuka gambar itu dan ia langsung geleng-geleng kepala.
"Aku tidak tahu bagaimana nanti jika aku beneran menikah dengannya, bisa jadi umurku pendek dan langsung bunuh diri," ucap Grizzla tersenyum getir.
"Yang penting sekarang kamu sudah lepas darinya," ucap Zeiro.
"Iya, oh ya aku pulang dulu," ucap Grizzla.
"Sebentar, aku ambilkan mobil kamu dulu," ucap Zeiro menuju garasi mobil dan ia pun mengeluarkan mobil Grizzla lalu keluar dari mobil.
"Ya udah aku pulang dulu ya, lain kali aku pasti akan ke sini lagi," ucap Grizzla masuk ke dalam mobilnya dan perlahan-lahan mobil pun meninggalkan rumah Zeiro.