The Power Of The System

The Power Of The System
BAB 31



"Apa-apaan sih mobil itu ganggu saja," ucap pria di dalam mobil mendengus kesal.


Mobil itu terus mempercepat laju mobilnya.


Tin! Tin! Tin!


Zeiro lagi-lagi mengklaksonnya.


"Ughhhh! Benar-benar menyebalkan!" teriak pria itu dan akhirnya ia menurunkan kaca jendela mobil.


"Apa!" teriaknya.


"Bapak kecurian ya?" tanya Zeiro.


'Dari mana dia tahu?' batin pria itu.


"Iya," jawabnya yang terus fokus melihat ke depan.


"Pencurinya pake apa?" tanya Zeiro berusaha mendekatkan mobilnya ke mobil pria itu agar terdengar pembicaraannya.


"Pake motor warna hitam 2 orang bawa tas ku," jawab pria itu. Zeiro mengangguk mengerti.


Ia menambahkan kecepatan mobilnya untuk mengejar pencuri yang ciri-cirinya di sebutkan oleh pria itu.


Pria itu menekuk alisnya karena mobil Aung berbicara dengannya tadi cuma bertanya lalu menambahkan kecepatan mobilnya.


Mobil pun terus melaju, dari kejauhan terlihat ada motor supra warna hitam melaju, ada pria di belakangnya sedang menenteng tas kantor warna hitam. Ia meletakkannya di pahanya.


Dengan menyalip beberapa kendaraan di depannya dan mempertahankan kecepatan mobilnya, Zeiro sudah ada di belakang motor para pencuri itu.


Zeiro sedikit menambah kecepatan mobilnya dan menabrak belakang motor itu membuat mereka oleng dan terjatuh.


Bruk!


Mereka terpental jaraknya kira-kira 3 meter dan motor mereka masuk ke dalam jurang, akhirnya mereka mencium aspal juga membuat luka di bagian tangan yang lumayan parah tapi tidak sampai patah tulang.


Zeiro menepikan mobilnya dan ia pun keluar dari mobil.


Sedangkan kendaraan masih berlalu lalang, kedua pria itu berusaha menyelamatkan diri menepi dari jalan.


Tas yang di injak oleh kendaraan, Zeiro memungutnya dan menepuk-nepuk agar kotoran debunya hilang.


Tak lama mobil pria itu sampai dan berhenti mendadak karena melihat pencuri di seberang jalan berusaha lari. Saat ingin mengejarnya, Zeiro menahan pria itu dengan memberikan tasnya.


"Biar aku atasi mereka," ucap Zeiro. Pria itu menerima tasnya dan masih terbengong.


Zeiro pun berlari mengejar kedua pencuri itu. Melihat Zeiro mengejar mereka, mereka pun lari terbirit-birit. Setelah melewati jembatan ada sawah dan mereka pun lari ke dalam sawah. Zeiro pun ikut turun ke sawah dan menangkap mereka berdua lalu menghantam pria kedua pencuri itu hingga kepala mereka oleng. Setelah melihat keduanya mau pingsan, Zeiro menjinjing kedua orang itu naik ke darat.


"Terima kasih banyak sudah membantu ku," ucap pria berjas itu.


"Hm." angguk Zeiro dengan seulas senyum di bibirnya.


Pria itu menyeret kedua pria itu masuk ke dalam mobilnya.


Zeiro membuka pintu mobilnya hendak masuk ke dalam mobilnya.


"Tuan! Tunggu sebentar!" panggil pria berjas itu.


"Ada apa?" tanya Zeiro menurunkan kembali kakinya.


"Anda terlihat kotor karena sawah tadi, mau kah mampir ke rumah ku dulu untuk bertamu?" tanya pria itu penuh harap.


Zeiro berpikir sejenak, lagian ia hari ini tidak ada kerjaan, mungkinkah ia bisa berkenalan dengan orang banyak, karena selama ini ia hanya hidup sendiri.


"Hm … baiklah." angguk Zeiro.


Pria berjas itu berlari masuk ke dalam mobilnya dan pelan-pelan memutar mobilnya dan melaju pelan, agar Zeiro bisa mengikutinya.


Mereka pun bergerak dan melaju di jalanan, Zeiro mengikuti mobil pria itu dari belakang.


[Ding]


[Misi selesai]


[Selamat Anda mendapatkan sebuah saham 10% dari perusahaan QW]


[Selamat Anda mendapatkan 30 poin]


[Selamat Anda mendapatkan hadiah sebesar Rp 7.000.000]


Selamat Anda mendapatkan penambahan 10% dari perusahaan QW dengan total uang sebesar 30.000.000]


Kekuatan [7x]


Perisai [7x]


Pertahanan [7x]


Kelincahan [7x]


Poin [80]


[Uang 49.400.000]