The Power Of The System

The Power Of The System
BAB 85



Setelah makan mereka pun berangkat untuk mencari orang yang sudah berani meretas data perusahaannya.


Mereka menuju perusahaan FJ yang CEO-nya adalah Ando.


Tak lama mereka pun sampai di tempat tersebut, Zeiro berhenti di depan perusahaan yang tidak terlalu besar itu.


"Oh, jadi ini tempatnya ya," ucap Zeiro. Mereka pun keluar dari mobilnya dan menuju pintu utama.


"Maaf Tuan, apa Anda punya kartu pengenal?" tanya petugas tersebut.


"Aku ingin bertemu dengan CEO kalian," ucap Zeiro.


"Maaf, CEO kami tidak bisa di temui begitu saja, jika tidak ada berkepentingan maka lebih baik Anda pergi saja," ucap petugas tersebut.


"Aku punya kepentingan dengan CEO kalian, katakan padanya, jika dia tidak ingin bertemu dengan ku maka jangan salahkan aku berbuat sesuatu pada perusahaan mu," ucap Zeiro.


"Anda jangan berani mengancam ya! Lebih baik pergi dari sini!" petugas itu mendorong Zeiro kebelakang membuat Zeiro mundur beberapa langkah.


"Ando! Kamu sudah meretas data perusahaan ku sekarang kamu nggak mau keluar ya, kalau begitu menangis air mata darah kamu di dalam kantor kesayangan mu itu!" teriak Zeiro dengan suara lantang.


"Hey pergi! Pergi! Dasar orang gila!" denggus petugas itu kesal.


Dari lantai atas ada seorang pria yang melihat ke bawah, ia mendengar suara sayup Zeiro, tapi tidak ia pedulikan.


"Dasar aneh," ucap pria itu.


"Jadi bagaimana Bos?" tanya Zeldy.


Zeiro masuk ke dalam mobilnya. " Dia nggak mau keluar jadi hukumannya menjadi dua. Ya udah, berikan aku laptopnya," pinta Zeiro.


Zeldy pun memberikan laptop kepada Zeiro.


Zeiro menghidupkan laptopnya.


Gunakan poin untuk membuat perusahaan FJ bangkrut


Memuat…


Loading…


Mulai…


10%…


20%…


30%…


40%…


50%…


60%…


70%…


80%…


90%…


100%…


Selesai.


[Poin Anda di potong 20 poin]


[Sisa pin Anda 70 poin]


Memproses…


Loading…


Mulai…


10%…


20%…


30%…


40%…


50%…


60%…


70%…


80%…


90%…


100%…


Selesai.


[Perusahaan FJ siap bangkrut]


"Ha-ha-ha mari kita lihat reaksinya," ucap Zeiro tersenyum sinis.


"Aku memantaunya dari sini," ucap Zeldy.


Mendadak saja terdengar suara hiruk pikuk di dalam.


"Cepat! Cepat! Kalian cepat bertindak!" teriak seorang pria yang memakai jas abu-abu, ia terlihat sangat panik.


Brakkkk!


"Sial! Siapa yang sudah membuat perusahaan ku bangkrut!" teriak pria itu mengubrak meja menjadi pecah.


"Tuan, tadi ada dua orang pria datang dia ingin bertemu dengan Anda," ucap petugas itu ketakutan.


"Siapa mereka?" tanya pria itu.


"Tidak tahu, tapi sudah kami usir karena dia bilang jika Tuan tidak ingin bertemu dengan Anda maka Tuan akan merasakan akibatnya," jawab petugas tersebut.


"Jangan-jangan dia tadi? Apa mungkin dia adalah perusahaan yang aku retas tadi? Tapi dari mana dia tahu perusahaan ku? Apa si b*doh itu sudah tertangkap? Sial! Di mana mereka?" tanya pria itu.


"Itu," tunjuk petugas itu ke arah mobil Zeiro yang masih terparkir tidak jauh dari perusahaannya.


Pria itu pun berlari menuju mobil Zeiro.


Duk! Duk! Duk!


"Buka pintunya," pinta pria itu. Zeiro membuka kaca jendela mobilnya perlahan-lahan.


"Ada yang bisa saya bantu?" tanya Zeiro tersenyum manis.


"Kau … yang membuat perusahaan ku bangkrut?" tanya pria itu.


"Nama mu Ando kan?" Zeiro balik bertanya.


"Iya aku Ando," jawabnya.