
Zeiro pun kembali masuk ke dalam mobil.
"Ya udah lanjut perjalanan kita," ucap Zeiro. Zeldy kembali melajukan mobilnya.
"Bos benar-benar kaya ya, sudah punya villa mewah, 6', moga aja aku kecipratan kayanya," ucap Zeldy menyengir sambil melihat Zeiro.
"Asal kamu setia, nanti adalah bonus buat kamu," ucap Zeiro menaik turunkan alisnya.
"Berapa bos?" tanya Zeldy.
"Cukuplah buat beli permen," ucap Zeiro terkekeh. Zeldy langsung manyun.
Mobil pun terus berjalan. Dari kejauhan, Zeiro melihat ada sebuah perusahaan lumayan besar dan luas. Ia pun melihat kembali systemnya dan itu sama persis.
"Berhenti di sana," ucap Zeiro menunjuk ke arah sebuah perusahaan.
Zeldy memelankan mobilnya dan kemudian ia berhenti di depan perusahaan itu.
"Ini Bos?" tanya Zeldy melihat ke arah perusahaan itu.
"Iya, ayo ke sana," ajak Zeiro. Zeldy memajukan mobilnya masuk ke halaman perusahaan QW grub dan memarkirkan mobilnya di tempat parkir yang sudah di sediakan.
Mereka pun keluar dari mobil dan menuju pintu utama.
"Maaf, siapa nama Anda?" tanya petugas keamanan itu.
"Zeiro Alfero," jawab Zeiro.
"Oh, Tuan Ceo ya, sebentar ya," ucap petugas itu meninggalkan Zeiro dan berlari ke suatu tempat.
"Sekretaris Mei, orang yang bernama Zeiro Alfero sudah datang," ucap petugas itu ngos-ngosan karena berlari.
"Maaf Tuan tidak menunggu Anda di sini," ucap Sekretaris Mei membungkukkan badan saat melihat Zeiro.
"Tidak apa-apa," jawab Zeiro mengangguk.
"Mari masuk Tuan, akan saya antar Anda ke ruangan Anda," ucap sekretaris Mei mempersilakan. Mereka Apun berjalan menuju ruang utama kantor yaitu ruang CEO.
"Oh ya Tuan, nanti malam kita ada undangan bahwa Tuan di undang dalam acara pelelangan amal," ucap sekertaris Mei.
"Ya, aku sudah tahu, tadi juga sudah dapat undangan dari pelelangan amalnya sendiri," sahut Zeiro.
"Oh, baiklah Tuan."
Mereka pun sampai di depan ruang utama kantor.
"Tuan, membuka pintu utama ini butuh sidik jari Anda, jadi sidik Anda harus di daftar dulu," ucap sekertaris Mei. Zeiro melihat ada layar kecil yang mirip dengan Villanya dan ia meletakkan jari jempolnya dan pintu pun terbuka otomatis.
Sekretaris Mei terkejut, karena ini pertama kalinya Zeiro datang tapi malah sudah bisa membuka pintu otomatisnya. Karena pemilik yang sebelumnya mereka harus mendaftar sidik jari mereka agar bisa membuka pintu utama.
'Hm … mungkinkah sidik jari ku sudah di daftar oleh system?' batin Zeiro bertanya.
Mereka pun masuk ke dalam ruangan itu dan Zeiro langsung menuju meja CEO. Ia duduk di atasnya, rasanya sangat nyaman karena kursi itu di buat khusus untuk merilekskan tubuh bagi yang mendudukinya, kursi yang di desain khusus untuk CEO yang sedang bekerja keras untuk perusahaannya.
"Tuan, saya akan mengambil berkas yang membutuhkan tanda tangan Anda," ucap sekretaris Mei menundukkan kepala memberi hormat dan ia pun pergi menuju ke ruangan tetap di sebelah ruang CEO.
"Wah Bos, ruangan ini sungguh elegan, sungguh cocok dengan style Tuan," ucap Zeldy melihat semua isi ruangan. Sebelumnya Zeldy tidak pernah masuk ke ruangan CEO di tempat saat ia bekerja dulu, jadi jika ada apa-apa ia hanya menunggu di luar saja.
Sekretaris Mei pun datang masuk ke dalam ruangan.