The Power Of The System

The Power Of The System
BAB 74



"Oke! Besok aku coba cari kenalan yang mungkin kenal dengan koki atau pegawai lain," jawab Grizzla.


Mobil terus melaju dan sampailah mereka di taman hiburan.


"Hm, sudah lama banget enggak ke sini, lagian tempat ini memang cocok buang ngilangin stres efek belajar," ucap Grizzla senang. Mereka pun masuk ke dalam taman bermain itu.


"Kamu mau main apa?" tanya Zeiro.


"Hm … aku ingin ngilangin stres ku, aku mau naik rollercoaster," ucap Grizzla.


"Oke, aku antrian beli tiketnya, kamu duduk di sana dulu," ucap Zeiro.


Grizzla mengangguk.


Setelah beberapa menit mengantri, akhirnya Zeiro pun mendapatkan 2 tiket dan ia segera membawanya ke arah Grizzla.


"Eh, sudah dapat. Aku beneran tidak sabar untuk naik," ucap Grizzla senang.


Mereka menunggu beberapa saat mereke menunggu giliran, saatnya giliran mereka untuk naik.


Petugas segera membantu mereka untuk memasang sabuk pengaman.


Setelah semua sudah merasa selesai, rollercoaster pun perlahan-lahan bergerak.


"Sini pegang tangan ku, kalau kamu takut," ucap Zeiro.


Grizzla tersenyum dan ia pun memegang tangan Zeiro. Rollercoaster itu pun semakin melaju dan pada akhirnya melaju sangat kencang.


Grizzla mengengam erat tangan Zeiro dan menjerit sangat kuat, Zeiro juga ikut menjerit karena ini pertama kali ia naik. Rasanya sangat menegangkan, orang-orang yang naik juga semuanya menjerit.


"Astaga! Ini benar-benar bikin mual saja," ucap Zeiro.


Dan akhirnya roller coaster pun berhenti, Zeiro turun dengan kepala Zeiro pusing dan duduk di kursi.


"Lho? Kamu kenapa? Pusing ya?" tanya Grizzla.


"Kamu tunggu sebentar ya, aku belikan minum untuk mu," ucap Grizzla melihat ke kiri dan kanan mencari penjual.


Grizzla pun berlari ke arah kanan dan membelikan 2 botol minuman dan kembali berlari ke arah Zeiro.


"Zeiro, ini minuman untuk kamu." Grizzla memberikan satu botol air mineral kepada Zeiro.


"Terima kasih Grizzla, kamu sangat baik," ucap Zeiro menerimanya sambil tersenyum.


Kriek!


Terdengar suara dari rollercoaster yang mereka naiki tadi berbunyi keras. Semua mata memandang ke arah rollercoaster yang seharusnya sudah di putaran selanjutnya.


Mendadak saja yang seharusnya berhenti, tapi rollercoaster malah tambah melaju kecepatannya. Semua orang yang masih di atas rollercoaster itu menjerit ketakutan, dan parahnya ada sebagian sabuk pengamannya yang terbuka dan terpaksa berpegangan di kursinya dengan kuat.


Mereka para petugas keamanan taman hiburan berkumpul ingin memberhentikan rollercoaster itu.


Orang yang tadi berpegangan dengan kursinya tadi, kursinya copot dan ia terjatuh dari ketinggian.


Orang-orang yang ada di bawa juga menjerit-jerit.


Zeiro memberikan botol air mineral itu kepada Grizzla dan ia berlari secepatnya ke arah rollercoaster itu.


Dan untungnya detik-detik terakhir, Zeiro bisa menyambut orang yang terjatuh itu dan ia juga ikut terjatuh.


Untungnya saja selamat, tapi yang ada di atas roller coaster itu tidak bisa berhenti karena kecepatan yang tak wajar itu.


"Cepat matikan mesinnya!" teriak Zeiro meninggalkan orang yang ia selamatkan tadi.


"Sudah di matikan tapi sepertinya mesinnya tombol on off nya sudah rusak, sehingga tidak bisa di matikan," ucap petugas itu, mereka berusaha untuk mematikan tapi tetap tidak bisa.


Zeiro mengambil alat pemadaman darurat lalu menghantam ke arah mesin itu, tapi tetap tidak mati.


"Cepat ambil palu besar!" perintah kepala pengaman cepat.