
'Ha-ha-ha, sungguh menguntungkan ya, tidak sia-sia aku datang,' batin Zeiro sambil cengengesan.
"Tuan, tolong aku, Tadi Anda katakan jika aku mengembalikan uang mereka aku di lepaskan," ucap pria itu merintih kesakitan karena para pengusaha memukulnya lagi.
"Hm? Perasaan aku tidak pernah bilang kalau aku menjamin kau lepas dari mereka, itu sih … terserah apa kata mereka saja, yang penting … aku sudah mendapatkan bagian ku," jawab Zeiro tersenyum meninggalkan pria itu di hajar habis oleh mereka, Zeiro tersenyum mengembang karena ia memang banyak, Ia pun pergi menuju ke arah Sekretaris Mei dan Zeldy.
"Ayo kita pulang," ajak Zeiro tersenyum semeringah.
Mereka mengikuti Zeiro masuk ke dalam mobil.
"Kita mau kemana Bos?" tanya Zeldy.
"He-he-he, mari kita pesta," ucap Zeiro.
"Oke! Kemana pestanya Bos?"
"Mari kita ke tempat karaokean," ucap Zeiro. Mereka bersuka cita, Zeldy pun membawa mereka pergi ke karaokean.
Tak lama kemudian, mereka pun sampai di tempat karaokean dan masuk ke dalam.
"Zeldy, pesankan ruangan," perintah Zeiro.
"Siap Bos." Zeldy pun pergi ke meja pemesanan ruangan. "Pesankan kami sebuah kamar VIP," pinta Zeldy.
"Baik Tuan, sebentar ya," ucap pegawai itu mengambil sebuah kartu dan meletakkan di atas meja.
"Untuk berapa jam Tuan?" tanya pegawai itu.
"Satu malam," jawab Zeiro dari belakang.
"Baik Tuan, untuk satu malam keluar jam 06 pagi. 200 ribu Tuan," jawab pegawai itu.
Zeiro Mengambil uang di kantong celananya dan mengambil beberapa jumlah uang lalu memberikan kepada Zeldy, Zeldy memberikan kepada pegawai itu.
"Terima kasih, ini kartunya di nomor 09 Tuan," jawab pegawai itu tersenyum.
"Terima kasih manis," ucap Zeldy tersenyum manis dengan pegawai cantik itu. Pegawai itu menundukkan kepala membalas senyuman Zeldy.
[Ding Ding]
[Sisa uang Anda 841.000.000]
Mereka masuk ke dalam ruangan dan mereka pun memesan banyak makanan d
lalu bernyanyi ria. Hingga sampai subuh pun mereka masih melek. Dan sekitar jam 5 mereka pun tertidur.
[Ding Ding]
[Misi baru]
[Melerai pertengkaran antara suami istri di sebuah ruangan]
[Status misi Sedang berlangsung]
Zeiro yang tadi masih tertidur nyenyak mendadak bangun.
"Eh di mana ya?" tanya Zeiro mengucek matanya berjalan keluar dari ruangan tersebut, sedangkan Zeldy dan dan Sekretaris Mei sudah tertidur pulas.
Zeiro dengan mata terpejam keluar dan berjalan menyusuri ruangan.
Ia meraba-raba setiap pintu dan akhirnya ia mendengar sebuah ruangan yang terdengar sebuah gelas pecah.
Trank!
Suara berisik dan suara amarah yang tak bisa di tahan terdengar suara teriakan dari luar.
Zeiro pun masuk ke dalam ruangan yang tidak terkunci itu.
"Hoaaammm … kalian berisik sekali sih, aku mau tidur saja tidak bisa," ucap Zeiro menutup mulutnya yang menguap.
"Papa! Malu tau di lihat orang," ucap istrinya.
"Malu? Jadi kau bermain apa dengan pria ini tidak malu! Jika di lihat orang kau baru malu! Di mana urat malu mu! Apa sudah putus! Aku berharap seluruh orang tahu jika aku mempunyai istri bejat yang tahu malu! Keluar kau dari sini dan bawa kekasih mu itu!" hardik sang suami dengan wajah merah padam.
"Oh, di selingkuh ya? Ya ya ya, cocok itu di beri tahu pada khalayak," jawab Zeiro yang masih menguap.