The Power Of The System

The Power Of The System
BAB 48



"Aku suruh mem bawakan jus lemon, tapi di bawa jus jeruk! Apa pegawai hotel ini tidak di didik! Sehingga kerjanya asal-asalan!" hardik pelanggan itu.


Zeiro melihat ke arah ke arah pegawainya itu yang sedang menahan tangis dan malu.


"Kenapa kamu bawakan jus jeruk?" tanya Zeiro kepada pegawainya itu.


"Tadi dia minta jus jeruk, ya aku bawakan jus jeruk, mendadak tiba-tiba saja dia marah ingin jus lemon, sudah saya jelaskan bahwa dia tadi minta jus jeruk, dia marah-marah dan malah menyiram saya," ucap pegawai dengan suara parau.


"Pegawai ku tidak salah, mungkinkah Anda saat ini sedang stres berat sehingga lupa yang Anda katakan?" tanya Zeiro.


"Mana ada aku stres dan aku sadar mengatakan jika aku meminta jus jeruk," ucap wanita itu.


"Nah, kan para saksi, dengar apa yang ia katakan?" tanya Zeiro.


"Iyan dia mengatakan jus jeruk," ucap orang-orang yang melihat kejadian tersebut.


Wanita itu jadi binggung.


"Terkadang ada orang yang sedang sadar, tapi pikirannya tidak sadar, di kepalanya ia memikirkan lemon, tapi malah terucap jeruk, menandakan jika seseorang itu kejiwaannya sedang terganggu. Jadi kamu tidak boleh menyalahkan pegawai ku begitu saja, ini adalah murni kesalahan kamu," ucap Zeiro.


"Ah, aku tidak peduli, justru kalianlah yang harus meningkatkan kualitas hotel kalian atau tidak akan ada yang datang ke sini," jawab wanita itu tak mau kalah dan tetap membela diri.


"Hey! Bukan hotel ku yang tidak berkualitas, tapi kau yang harus di periksa. Minta maaf pada pegawai ku," ucap Zeiro.


"Apanya yang minta maaf, aku tidak akan meminta maaf yang bukan kesalahan ku," ucap wanita itu melipat tangan dengan dengan sinis.


"Jika kau tidak minta maaf, jangan harap bisa keluar dari sini," ucap Zeiro dengan bercekak pinggang.


"Aku akan menelpon polisi bahwa kalian menyergap ku di sini," ucap wanita itu mengambil ponselnya.


"Apa! Kau mempermainkan ku ya!" teriak wanita itu.


"Minta maaf padanya atau kita akan bertemu di pengadilan," ancam Zeiro.


Wanita masuk ke dalam dan membawa tasnya keluar. "Awas sana! Aku mau pergi," ucap wanita itu menatap Zeiro tajam.


"Enak saja kau mau pergi! Minta maaf padanya baru kau bisa pergi," ucap Zeiro menghalanginya.


"Aku tidak akan meminta maaf!" tolak wanita itu.


"Tuan, tidak apa-apa, aku hanya perlu bersih-bersih saja dan kembali bekerja, dari pada menahan orang ini dan membuat kepala sakit saja," ucap pegawai itu.


"Apa kamu bilang! Kau minta di pukul ya!" teriak wanita itu.


Dua orang pria datang ke hotel tersebut dan melihat ke atas.


"Tangkap dia!" ajak pria itu. Melihat kedatangan kedua pria itu, wanita itu kalang kabut dan ingin melarikan diri.


"Minggir!" teriaknya wanita itu berusaha melarikan diri dan meninggalkan koper miliknya.


"Hey! Mau lari ke mana kamu!" teriak pria itu yang berusaha menangkapnya.


Zeiro menarik baju wanita itu membuat wanita itu tidak bisa kabur.


"Lepaskan aku! Lepaskan aku!" teriak wanita itu memukul-mukul tangan wanita itu.


"Ini aku serahkan pada kalian karena dia sudah cukup membuat masalah di hotel ku," ucap Zeiro.