
"Enggak, aku baik-baik saja, oh ya kamu mau makan dulu atau gimana?" tanya Zeiro.
"Hm … kamu buru-buru?" tanya Grizzla melihat sedikit wajah Zeiro yang berubah.
"Eh itu tadi ada yang telpon aku untuk datang ke suatu tempat, kamu mau ikut?" tanya Zeiro.
"Ya udah, ayo, aku temani." Grizzla berdiri dengan semangat.
"Kamu yakin mau ikut aku? Nanti mendadak pingsan gimana?" tanya Zeiro khawatir.
"Udah, nggak akan kok," ucap Grizzla tersenyum.
"Ya udah kalo gitu, ayo. Buk terima kasih banyak ya, kami permisi dulu," ucap Zeiro.
"Iya." angguk penjual itu.
Mereka pun berjalan menuju mobil dan masuk ke dalam mobil. Zeiro melajukan mobilnya di jalan dengan sedikit terburu-buru.
"Hm … memangnya kita mau ke mana?" tanya Grizzla.
"Hm … ke perusahaan ku," jawab Zeiro fokus menyetir.
"Oh, apa ada masalah?" tanya Grizzla penasaran.
"Enggak sih, aku cuma mau penanganan perusahaan baru ku, itu saja kok. Lagian ini sudah hampir malam, nanti Papa kamu pasti khawatir kalo anak perempuannya masih keluyuran saat malam tiba. Habis selesai nanti aku antar kamu pulang," ucap Zeiro.
Grizzla terdiam dan mengangguk pelan. Sebenarnya Grizzla mau menghabiskan waktunya bersama Zeiro, tapi Zeiro dia adalah pria pengertian di banding pria lain, itulah membuat Grizzla diam-diam menyukainya.
"Kamu suka tipe wanita seperti apa sih?" tanya Grizzla menatap penuh harapan ke arah Zeiro.
"Seperti kamu," jawab Zeiro spontan.
Grizzla terdiam dan tak bisa berkata-kata, wajahnya memerah dan terlihat seulas senyum manis di bibirnya.
Perjalan yang tidak memakan waktu lama itu akhirnya mereka pun sampai di perusahaan yang sangat mewah, dengan warna putih dan abu-abu.
"Apa Anda Tuan Zeiro?" tanya wanita itu.
"Ya saya sendiri, Anda pasti sekretaris Juny," ucap Zeiro.
"Benar sekali Tuan, mari masuk, saya antarkan ke ruangan Anda," ucap Sekretaris Juny.
Mereka pun berjalan menuju ruang utama Zeiro.
"Hm … maaf Nona, ini ada masalah penting yang di selesaikan oleh Tuan Ceo, harap Anda menunggu sebentar ya," ucap Sekretaris Juny.
"Oh, baiklah." angguk Grizzla meskipun tak rela.
Zeiro dan sekretaris Juny masuk ke dalam. "Silakan duduk Tuan, saya akan mengambil berkas penandatanganannya," ucap sekretaris Juny.
Zeiro pun duduk di kursi utama dan melihat seisi ruangan tersebut. Di sana terpasang sebuah foto besar. Zeiro menekuk alisnya dan melihat foto itu.
"Siapa dia?" tanya Zeiro.
Sekretaris Juny masuk ke dalam dan meletakkan semua berkas itu di atas meja.
"Ini semua butuh tanda tangan Anda Tuan," ucap sekretaris Juny memberikan sebuah pena. Zeiro menerimanya.
"Itu foto siapa?" tanya Zeiro.
"Oh, itu foto pemilik perusahaan ini pertama sebelum Anda," jawab sekretaris Juny.
"Tolong kamu singkirkan foto itu segera dan ganti dengan foto ku," perintah Zeiro.
"Baik Tuan, akan segera saya buang." sekretaris Juny berlari ke arah foto yang besar itu lalu mengangkatnya, untung saja foto itu tidak terbuat dari bahan berat sehingga sekretaris Juny bisa mengangkatnya sendiri.
Zeiro pun segera menandatangani surat menyurat itu hingga selesai.
Kini perusahaan ER grub menjadi miliknya, Zeiro tersenyum senang.