
"Aku memang datang kepada kalian, tapi bukan untuk menyerah diri, melainkan untuk menghajar kalian," ucap Zeiro melompat dan langsung meninju pria yang berkepala botak itu hingga kepalanya berdarah.
"Aaaaaaauuu!" terima pria itu memegang kepalanya yang berdarah.
"Sial! Bunuh dia!" teriak pria kepala botak itu kepada teman-temannya.
Kedua temannya pun menyerang ke arah Zeiro, Zeiro pun pasang tubuhnya untuk menyerang mereka lagi.
Mereka memegang tangan Zeiro dan melipatnya kebelakang hingga Zeiro tak bisa bergerak.
"Ketangkap juga kau," ucap kepala botak itu mendekati Zeiro dan mengeluarkan senjata tajamnya ingin menusuk Zeiro.
Zeiro mengangkat kedua kakinya dan menendang pria kepala botak itu hingga ia terjembab. Zeiro juga menginjak kaki mereka berdua dengan kuat hingga mereka melepaskan tangannya. Zeiro menendang kepala mereka berdua hingga kepala mereka pusing.
Tinggal kepala botak itu lagi, ia terlihat ketakutan dan ingin melarikan diri.
"Hey! Kemana botak!" Zeiro menarik kerah baju belakangnya dan menariknya. Zeiro menyengir sambil melihat pria itu yang gemetaran.
"Aku peringatkan kamu ya, agar tidak pernah datang lagi ke sini, karena tempat ini akan menjadi daerah kekuasaan ku, jika aku melihat kamu lagi, maka … aku tidak akan segan menggerogoti leher kalian bertiga lalu mencincang tubuh kalian menjadi 100 ribu tusukan sate dan memberikan kepada gagak hitam, mengerti!" ancam Zeiro.
"I-iya, a-aku mengerti," jawab pria itu mengangguk dengan cepat.
"Bagus, kalau begitu aku berikan sentuhan akhir sebagai tanda selamat tinggal kepada mu," ucap Zeiro mengangkat tinjunya lalu meninju kepala pria botak itu hingga ia mendadak pingsan.
"Zeiro!" panggil Grizzla mendekati Zeiro. Ia sangat terkejut melihat 3 orang pingsan tergeletak di tanah.
"Zeiro, me-mereka tidak matikan?" tanya Grizzla menutup mulutnya.
"Tenang aja, mereka hanya pingsan kok," jawab Zeiro. Grizzla memegang tangan Zeiro dan memeriksanya, ada sedikit bengkak di dan bekas luka di buku tinjunya.
"Ya ampun, kamu terluka, ayo pulang saja aku akan mengobati luka mu," ucap Grizzla merapatkan gigi melihat luka di tangan Zeiro.
"Ah, ini tidak apa-apa kok, maaf karena hari ini malah membuat perjalanan kamu tidak menyenangkan," ucap Zeiro.
"Aku nggak masalah kok, lain kali kita akan ke sini lagi, tapi kamu terluka begini, ayo," ajak Grizzla menarik tangan Zeiro menuju mobilnya.
"Ayo masuk mobil, biar aku yang setir," ucap Grizzla membuka pintu mobil, Zeiro pun masuk ke dalam. Kemudian ia pun masuk ke dalam mobil duduk di kursi pengemudi.
Grizzla mengambil sabuk pengaman dan memasangkan untuk Zeiro. Zeiro diam dan menatap Grizzla yang berlalu perhatian oadanya. Perlahan-lahan mobil pun melaju di jalanan.
[Ding]
[Misi selesai]
[Selamat Anda mendapatkan sebuah toko baju lengkap dengan bajunya]
[Selamat Anda mendapatkan 20 poin]
[Selamat Anda mendapatkan hadiah sebesar Rp 5.000.000]
Kekuatan [6x]
Perisai [6x]
Pertahanan [6x]
Kelincahan [6x]
Poin [50]
[Uang 22.560.000]
Tiba-tiba saja Grizzla memberhentikan mobilnya di pinggir jalan.
"Kamu tunggu sebentar," ucap Grizzla membuka sabuk pengaman dan berlari pergi. Zeiro melihatnya Grizzla yang berlari menuju sebuah apotek di sana.
"Ternyata dia membeli obat-obatan untuk ku ya," ucap Zeiro tersenyum senang.