
Zeiro naik pitam dan berdiri dengan membulatkan matanya.
"Kalian pikir restoran ku tempat apa! Pergi kalian Pergi!" teriak Zeiro sangat-sangat murka.
"Dia itu kenapa? Siapa dia?" tanya pria berjas itu bingung melihat Zeiro orang yang tidak ia kenal itu.
"Dia adalah pemilik restoran baru, dan tentu saja peraturan restoran ini berubah, jika Anda ingin mencari anak ayam jangan di sini, karena ini restoran hanya untuk orang makan saja, bukan tempat maksiat," jelas Zeldy.
"Ya sudah kalau begitu, ayo kita pergi," ajak temannya. Mereka pun pergi dari restoran milik Zeiro.
Pelanggan yang ada juga pergi.
"Hey kalian! Main pergi aja, bayar dulu," ucap Zeldy berlari ke arah mereka.
Mereka pun meletakan uang di atas meja lalu pergi.
"Ini Bos uangnya," ucap Zeldy memberikan uang tersebut kepada Zeiro.
"Ambil saja untuk mu." Zeiro kembali duduk di sofa dan menarik nafasnya agar ia tidak emosi lagi.
"Terima kasih bos. Jadi bagaimana kedepannya Bos?" tanya Zeldy memasukkan uangnya ke dalam saku jasnya.
"Carikan koki dan pegawai baru, aku akan mentransfer uang untuk operasionalnya," ucap Zeiro.
"Wah beneran nih Bos, terima kasih banyak, aku pasti akan setia pada Bos nih," ucap Zeldy senang.
"Berikan rekening mu." Zeiro mengambil ponselnya dari saku jasnya.
"Siap Bos." angguk Zeldy senang. Zeldy pun memberikan nomor rekeningnya.
[Ding Ding]
[Saldo Anda di kurang 20.000.000]
[Sisa saldo Anda 621.000.000]
"Sudah masuk Bos, terima kasih banyak," ucap Zeldy senang.
Tuuut! Tuuut!
Tuuut! Tuuut!
Ponsel milik Zeiro berbunyi.
"Halo Grizzla," jawab Zeiro dengan wajah senang.
"Kamu di mana? Kok aku ke rumah kamu, rumah mu kosong," ucap Grizzla.
"Baiklah, aku tunggu ya," ucap Grizzla.
"Oke!" Zeiro menutup panggilannya.
"Zeldy, kamu cari kokinya pake taksi aja, aku pulang dulu, dada," ucap Zeiro pergi meninggalkan Zeldy dan masuk ke dalam mobil dan meninggalkan Zeldy sendirian.
"Eh Bos, Bos …."
Namun Zeiro tidak mempedulikannya, mobilnya melaju cepat di jalanan.
"Ya elah, giliran wanita aja lupa deh sama orang yang setia, dan yang paling penting adalah dia lupa dengan emosinya, apa Grizzla adalah penawarannya?" tebak Zeldy.
Perjalanan yang tidak memakan waktu lama itu, Zeiro pun sampai di rumah. Ia melihat Grizzla sedang duduk di dalam mobilnya dengan membuka kaca jendela mobilnya.
Mobil Zeiro pun terparkir di samping mobil Grizzla.
"Hay cantik apa kabar," sapa Zeiro tersenyum.
"Hay juga, kamu kok nggak ada kabar sih?" tanya Grizzla keluar dari mobilnya.
Zeiro juga keluar dari mobilnya dan berdiri di depan Grizzla. "Aku nggak mau aja ganggu kamu, lagian kamu harus belajar. Oh ya, ayo masuk dulu," ajak Zeiro.
"Hm. … sebenarnya aku ingin ajak kamu jalan-jalan," ucap Grizzla.
"Ayo, kamu mau aku antarkan ke mana?" tanya Zeiro cepat.
"Kemana aja, mumpung hari Minggu, besok aku harus sekolah lagi."
"Ah benar juga, tapi orang tua kamu nggak marah kan?" tanya Zeiro serius.
"Enggak lah, sejak kejadian Yudi itu akhirnya Papa aku ngebolehin aku temanan sama kamu kok, jadi apa mau jalan sekarang?" tanya Grizzla tersenyum.
"Oke! Pake mobil aku aja," ucap Zeiro yang terlebih dahulu masuk ke dalam mobilnya.
Grizzla tersenyum senang dan ia pun masuk ke dalam mobil dan duduk di samping Zeiro. Perlahan-lahan mobil pun melaju di jalanan.
"Kamu ke restoran tadi kenapa?" tanya Grizzla melihat ke arah wajah tampan Zeiro.
"Oh itu tadi restoran milikku dan ingin mencari pegawai baru, kamu mungkin ada kenalan koki hebat yang ingin bekerja di restoran ku, aku pasti akan menyukainya," ucap Zeiro.
"Hm … siapa ya? Kamu butuh cepat?" tanya Grizzla mengangkat alisnya.
"Kalau perlu besok bisa langsung kerja," jawab Zeiro mengangguk.