
[Klik di sini untuk membuka]
[Klik]
Zeiro mengambil ijazah itu dari layar hologramnya. Kini ijazah itu ada di tangannya.
Zeiro melihat ijazah itu satu persatu sambil tersenyum karena ada namanya.
"System ini dari mana tahu jika wajah ku seperti ini?" tanya Zeiro menyengir melihat foto lucunya waktu kecil yang unyu-unyu.
Zeiro meletakkan ijazahnya di kursi di sampingnya dan kemudian ia pun melajukan mobilnya kembali ke hotelnya.
"System', beri aku misi donk, agar aku bisa ijazah SMA biar aku segera masuk ke kampus," ucap Zeiro yang terus menyetir.
Tak lama ia pun sampai di hotelnya. Zeiro masuk dengan langkah gontai.
Melihat wajah Zeiro tak bersemangat Zeldy menekuk alisnya.
"Ada apa Bos?" tanya Zeldy.
Zeiro duduk di sofa. "Tidak apa-apa, bagaimana? Apa kau sudah menemukan kampus yang bagus?" tanya Zeiro.
"Tentu saja, tapi aku ada beberapa pilihan yang masih bingung mana satu yang cocok untuk Bos masuk ke sana," ucap Zeldy.
"Hm, simpan saja dulu, lain kali aku akan melihatnya," ucap Zeiro.
'Hm? Ada apa dengan Bos? Tadi dia bersemangat banget, sekarang kok lemes banget,' batin Zeldy.
Triring! Triring! Triring!
Ponsel milik Zeiro berbunyi.
"Hm? Siapa ini?" tanya Zeiro mengangkatnya. "Halo."
"Apa ini bersama Tuan Zeiro Alfero?" terdengar suara seorang pria dari telpon.
"Iya." angguk Zeiro.
"Ada undangan dari perusahaan QW grub untuk seluruh pemegang saham di harapkan Anda untuk datang ke sebuah hotel FM, akan di adakan acara pelelangan untuk penggalan dana malam ini jam 07:00," ucap pria itu.
"Oh, baiklah, aku akan datang," jawab Zeiro.
"Baik Tuan, jika begitu saya permisi dulu," ucap pria itu.
"Malam ini kita akan ke hotel FM," ucap Zeiro.
"Mau ngapain Bos?" tanya Zeldy.
"Ada acara pelelangan untuk penggalan dana dari perusahaan QW grub, apa itu pelelangan penggalan dana?" tanya Zeiro.
"Ayo yo, Bos tidak tahu? Itu seperti barang-barang antik atau barang langka yang di jual, terus nanti uangnya di gunakan untuk menyumbang kepada panti atau beramal lainnya, jadi jika ada Bos yang ingin di beli, Bos harus menyiapkan sejumlah uang karena di sana pasti akan banyak saingannya dan jumlahnya akan terus bertambah jika ada yang menawar," jelas Zeldy panjang lebar.
Zeiro mengangguk-angguk. "Jadi menurut kamu jika aku tidak ingin membeli apa pun apa aku harus datang?" tanya Zeiro.
"Datang saja Bos, lumayan buat cuci mata lihat wanita cantik," jawab Zeldy menyengir.
"Hm … baiklah, kita akan datang," ucap Zeiro. "Jadi sekarang kita pulang dulu deh."
"Sip." angguk Zeldy.
"Jadi Yoga, tolong ya urus hotel ku, aku percayakan pada mu," ucap Zeiro menepuk pundak Yoga.
"Baik Tuan," jawab Yoga mengangguk.
Mereka pun keluar dari hotel dan masuk ke dalam mobil. Perlahan-lahan mobil pun meninggalkan hotel.
Mobil pun terus melaju di jalanan.
[Ding Ding]
[Misi baru]
[Menyelamatkan seseorang di dalam kebakaran apartemen]
[Status misi: Sedang berlangsung]
Zeiro buru mencari alamat dari kejadian itu.
[Klik di sini untuk membuka]
[Klik]
"Zeldy, kamu segera mengarahkan mobil ke arah jalan durian, di sana ada kebakaran," ucap Zeiro.
"Kenapa? Bos mau lihat kebakaran itu?" tanya Zeldy sambil memutar mobil berbalik arah.