The Emir and The Ordinary Girl

The Emir and The Ordinary Girl
Talak Yang Terlalu Pagi



Damian menggeber Range Rover nya di jalan raya menuju istana Al Jordan. Dia butuh teman dan hanya Ken yang masih bisa diajak hangout. Penjaga istana membuka pintu gerbang dan mobil mewah itu masuk ke dalam halaman.


Setelah memarkirkan mobilnya, Damian masuk ke dalam istana mencari Ken. Ayrton yang melihat keponakannya datang dengan wajah kesal, langsung menegur nya.


"Dam!" panggil Ayrton membuat Damian menghentikan langkahnya.


"Oom Ayrton... Maaf aku tidak lihat. Assalamualaikum." Damian menghampiri Ayrton dan mencium punggung tangannya.


"Wa'alaikum salam. Kamu kenapa?" tanya Ayrton.


"Mencari Ken, Oom."


"Dam, ayo ikut Oom." Ayrton mengedikkan dagunya memberikan kode kepada Damian untuk ikut dengannya.


"Tapi Oom..."


"Dam..." Mata hazel Ayrton menatap tajam ke Damian membuat pria itu tidak bisa menolak permintaan Oomnya yang memiliki keturunan Jerman.


Keduanya pun masuk bertepatan dengan Ken yang keluar kamar melihat Damian. Bergegas Ken pun ikut keduanya dan Ayrton tidak melarang putra Enzo itu masuk karena bisa meredam Damian yang sedang emosi.


***


Ruang Kerja Ayrton Schumacher


"Kamu kenapa datang - datang kok wajahmu macam ingin makan orang?" tanya Ayrton.


"Kesal dengan Reema!"


Ken yang duduk di sofa hanya mendengarkan tanpa mau ikut campur karena dia tahu bagaimana tersiksanya Damian setiap hari harus bersama dengan orang yang dibencinya.


"Memangnya Reema ngapain?" tanya Ayrton tenang sambil duduk di kursi kebesarannya. "Dam, Oom tahu kamu tidak sabar untuk lepas tapi apakah kamu sudah mempersiapkan mental Reema? Pihak kamu tidak akan rugi, paling Bahrain tidak berbisnis seperti biasanya dengan Al Azzam khususnya dan AJ Corp umumnya. Tapi Reema?"


"Oom, saya sudah menawarkan Reema untuk membatalkan pernikahan ini tapi dia menolak karena menurut dia, gagal menikah jauh lebih memalukan daripada menyandang gelar janda. Dengan dia berkata demikian, berarti dia sudah siap mental bukan?" jawab Damian. "Lagipula dia yang ingin menjadi Mrs Blair!"


Ayrton meletakkan tangannya diatas meja dan menangkupnya sembari meletakkan wajahnya. Putra Karl Schumacher dan Sabine Al Jordan itu tahu bagaimana perasaan gundah Damian.


"Dam, kamu sudah mengambil resikonya dan kamu juga sudah menetapkan kapan kamu akan menalak Reema. Tunggu, jangan kamu potong omongan Oom..." ucap Ayrton saat melihat Damian hendak mengeluarkan suara.


"Kamu sudah menikah dua bulan ini dan bulan depan kamu sudah menalak Reema. Sebenarnya Oom juga tidak suka perceraian apalagi mengingat dulu Sean dan Zee ... Tapi mereka beda cerita. Mintang yang mirip dengan kisah kamu dan lihat apa yang kita lihat. Mintang dan Raj mendapatkan kebahagiaannya. Jadi saran Oom, bersabarlah. Oke kamu benci Reema, Oke kamu ingin lepas dari Reema, tapi sebagai pria yang dididik untuk gentleman, berikan kesan yang baik menjelang kamu berpisah dari Reema. Kembalikan dia baik-baik ke ayahnya seperti janji kamu. Paham kamu Dam?"


Damian terdiam. Dia sudah tahu apa yang hendak dia lakukan tapi ucapan Ayrton menyenggol sisi gentleman nya.


"Dam, Oom tahu kamu pasti bisa dengan cara kamu sendiri... Tekanlah ego kamu, sebentar saja." Ayrton menatap lembut ke Damian.


Damian mengehela nafas panjang. "Oom benar. Sudah harusnya aku lebih sabar lagi."


"Mas Dam, ingat, all is well" senyum Ken membuat Damian menoleh judes.


"Mentang-mentang yang sempat ke Ladakh!" sungut Damian kesal sedangkan Ken tertawa terbahak-bahak.


Ken Al Jordan memang sempat liburan sebentar ke India dan touring ke Ladakh bersama Yudhistir Rao, sepupu Raj Rao. Gara-gara melihat saudara kembarnya, Kalila mendapatkan foto-foto bagus, membuat Ken penasaran dan memilih pergi kesana sendirian.


"Sudah Dam, naikin mood sana sama Ken. Jangan mabok!"


Damian dan Ken mengangguk.


***


Pinggir Pantai La Mer Dubai


Damian dan Ken duduk diatas kap mobil Lamborghini Aventador milik Ken depan pantai La Mer sambil menyantap pizza, ribs dan mashed potatoes yang mereka beli sebelum ke pantai plus dua botol besar coke dan air mineral.


"Apakah Ladakh bagus Ken?" tanya Damian.


"Kamu mau liburan kesana mas?" Ken menatap kakaknya.


"Nope. Aku mau ke Glasgow."


"Memang ada berapa Glasgow di dunia?" kekeh Damian sambil memakan ribs nya.


"Hahahaha... Ada apa disana mas?" tanya Ken.


"Rumah singgah milik Opa Duncan. Dulu opa Duncan beli karena terbengkalai dan dijadikan rumah singgah atau berlibur bersama Oma Rhea kalau kangen Skotlandia. Daerah pinggiran distrik Knightswood kalau tidak salah..." gumam Damian. "Terakhir yang kesana Opa Aidan dan Oma Thara sih..."


"Mau berapa lama?" tanya Ken.


"Duo R kan menikah sebelum aku menalak Reema dan setelahnya, aku mengembalikan Reema ke ayahnya sekalian melegalisasi perceraian kami. Aku sudah minta Nelson yang mengurus dan setelah nya aku baru pergi ke Glasgow... mungkin dua sampai tiga bulan disana. Sampai hatiku membaik lagi" jawab Damian.


"Semoga disana kamu menemukan jodoh mas" senyum Ken.


"Aamiin. Tapi aku tidak mau terburu-buru untuk menikah lagi Ken. Cukup menaikkan mood aku dulu, menata hati baru aku memikirkan kehidupan pribadi aku..."


"Kamu masih mau menikah lagi kan mas?"


"Masih lah! Tapi kali ini aku ingin mendapatkan pasangan yang memang sama-sama saling mencintai macam kamu dan dokter Faheema, duo R dan duo C..."


Ken menepuk punggung lebar kakaknya. "Insyaallah jodoh kamu yang sebenarnya akan segera tampak hilalnya."


"Aamiin. Eh ngomong-ngomong, kasus bang Dante belum terpecahkan ya?"


Ken menggelengkan kepalanya. "Keluarga Ferrara sangat rapih dan aku rasa Keluarga Bianchi dan Mancini mendapatkan lawan lumayan berat."


"Apa mereka lupa kalau Keluarga Moretti dan De Luca adalah ipar Bianchi dan Mancini?" gumam Damian.


"Entahlah... Mereka memang nekad sih merusak harga wine dan itu merembet sampai Inggris. Kata mas Eagle juga berpengaruh di penjualan wine di RR's Meal London, Liverpool dan Manchester."


Damian mendengus kesal. "Kita memang suka gegeran tapi juga harus perhitungan. Salah tuduh bisa kasus."


Ken mengangguk. "Dan kita kalau bertindak, pasti sudah ada persiapan bukti lengkap kan? Ini sampai Oom Benji dan Tante GM tidak bisa melacak... Sangar!"


Damian menatap laut yang tampak tenang. Pikirannya penuh dengan berbagai macam hal yang membuat nya terlalu over thinking.


***


Apartemen Damian di Burj Khalifa


Menjelang jam dua pagi, Damian baru kembali ke apartemen dan Reema tampak bergelung di sofa dengan selimut. Gadis itu terbangun ketika Damian membuka pintu kamarnya.


"Dam... baru pulang?"


Damian menghentikan langkahnya untuk masuk ke dalam kamarnya. "Iya."


"Kamu kemana tadi?"


"Pergi sama Ken."


"Kamu... tidak bertemu wanita lain...?"


Damian menoleh ke arah Reema. "Aku bilang pergi bersama Ken ya bersama Ken! Tanya saja kalau tidak percaya! Dengar, meskipun kita hanya menikah sementara, tapi aku tetap menghormati kamu! Menghormati pernikahan ini! Kamu menilai aku rendah sekali Reema! Apa kamu mau aku ucapkan sekarang kalimat itu? Jika iya! Why not!"


Reema bangkit lalu memeluk Damian. "Jangan Dam... Please, maafkan aku..."


Damian melepaskan pelukan Reema. "Aku tadinya ingin membuat sisa hari kamu disini dengan damai tapi kamu selalu merusaknya! Sekarang, aku tidak perduli lagi! Reema binti Al Salman, aku talak kamu detik ini juga!"


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️