
Muscat Oman
"Ke Bali? Bali? Kamu minta kita ke Bali?" tanya Kamal ke istrinya yang tiba-tiba ingin berlibur.
"Kita kan belum liburan setelah menikah Kamal. Bisakah? Aku ingin healing ..." pinta Reema dengan wajah berharap. Aku harusnya dapat Emmy Award atau Oscar ini.
"Coba aku lihat jadwal pekerjaan dulu, jadwal kamu juga. Kalau cocok, kita ke Bali" putus Kamal.
"Terima kasih" senyum Reema sambil mencium pipi Kamal.
Akhirnya aku bisa ke Bali ! Damian, tunggu aku !
***
Knightswood Glasgow Skotlandia
Sekali lagi Damian merasakan hawa dingin di lehernya dan menoleh ke arah jendela flat Izzy yang terbuka.
"Duh tumben aku kok dikerjain angin musim gugur" gumam Damian sambil membalikkan steaknya.
"Kamu kenapa Dam?" tanya Izzy yang naik ke lantai dua untuk mengambil piring dan gelas.
"Izzy, rumah kamu ini nggak ada hantunya kan?" Damian menatap Izzy serius.
Gadis itu hanya terbengong bengong mendengar pertanyaan Damian. "Hantu? Ya ampun Damian, aku sudah hampir tiga tahun tinggal disini tidak pernah diganggu hantu... Memang kamu melihat penampakan?"
"Actually no, hanya saja leherku seperti ada hawa dingin menerpa..."
"Dami... Apakah kamu takut hantu?" Mata coklat Izzy menyipit dengan tatapan menyelidik ke mata hijau Damian.
"No, hanya saja kata Tante ku yang hobi cari hantu..."
"Tantenmu hobi cari hantu?" potong Izzy. "Serius?"
"Serius Izzy ..." ucap Damian sambil meletakkan empat potong steak diatas piring. Izzy lalu menambahkan sayur kukus dan mashed potatoes lalu gravy mushroom tidak ketinggalan.
"Apa kata tantemu?"
"Katanya kalau tengkuk mu ada hawa dingin, ada makhluk astral di sekitar kamu."
Izzy menggelengkan kepalanya. "Dami, apakah kamu berpikir kalau bisa saja ada orang yang membatin dirimu? Mungkin ibumu atau ayahmu yang rindu kamu?" ucap Izzy sambil membawa dua piring berisikan makan siang mereka dan diikuti oleh Damian yang juga membawa dua piring, menuruni tangga rumah Izzy.
"Mommy dan Daddy sudah aku telepon tadi pagi dan kami biasa berkomunikasi dua hari sekali, Izzy."
"Lho siapa tahu" jawab Izzy sambil tersenyum dan berjalan ke arah meja yang sudah dibersihkan oleh Betty dan Dahir.
"Ada apa?" tanya Betty melihat pasangan itu tampak berdebat.
"Aku ambilkan minum nya" ucap Dahir sambil menuju lantai dua untuk mengambil empat botol air mineral.
"Dami ini lho, merasakan ada hawa dingin di belakang lehernya dan menanyakan apakah disini ada hantu..." senyum Izzy membuat Betty melongo.
"Hantu? Di siang bolong ini? Mr Azzam, Izzy yang tinggal disini lama tidak pernah bercerita soal hantu. Atau... Penghuni nya tidak suka Mr Azzam?" goda Betty.
"Serius Betty, kenapa baru sekarang coba?" balas Damian.
"Mungkin baru sadar kalau tidak suka" jawab Betty sambil mengedikkan bahunya membuat Izzy cekikikan.
"Kalau aku rasa tuanku, ada seseorang yang sedang membicarakan anda" celetuk Dahir.
"Lho kok balik panggil tuanku?" tanya Betty.
"Sorry Blondie, kebiasaan..." senyum Dahir.
"Siapa yang membicarakan aku?" gumam Damian.
"Mungkin Jack. Karena kemarin dia memancing dapat banyak banget dan pasti pamer ke teman - temannya" celetuk Betty.
Keempatnya kini duduk di meja kerja yang disulap menjadi meja makan.
"Bisa jadi Dam. Kemarin Jack dapat berapa?" Izzy menatap ke Betty.
"Dapat sepuluh. Rekor !"
Damian mengangguk. Mungkin.
***
Seminggu kemudian Damian dan Izzy terkejut melihat seseorang yang sangat familiar datang ke toko milik Izzy itu.
"Kak Hunter?"
"Hunter?"
"Halo Izzy. Hai Damian. Surprised?" senyum Hunter membuat kedua orang disana hanya bisa mematung dan melongo.
Izzy langsung menghambur ke arah kakak satu-satunya dan Hunter memeluknya erat lalu mencium kening adiknya.
"Kamu sehat kan Izzy.. Tunggu. Kok kamu gemukan?" Hunter memandangi adiknya dengan wajah tertawa.
"Gimana nggak gemuk kak, Dami masak buat kami setiap hari dan enak-enak semua" kekeh Izzy.
Hunter lalu menghampiri Damian. "Dam, apa kabar?"
Damian langsung memeluk Hunter dan menepuk punggung pria yang jauh lebih tua darinya. "Alhamdulillah baik, Hunter."
"Ayo duduk kak." Izzy menggandeng tangan Hunter yang bebas sedangkan yang satu menyeret kopernya.
Damian pun mengikuti dua kakak beradik itu untuk duduk di meja kerja.
"Lho?! Betty kemana?" tanya Hunter yang celingukan mencari sahabat Izzy itu.
"Mengantarkan barang bersama Dahir, pengawal aku" jawab Damian.
"Dahir dan Betty...?" Hunter menatap Damian dan Izzy bergantian.
"Macam aku dan Damian" senyum Izzy sambil menatap Damian lembut dan pria itu membalasnya dengan pandangan mesra.
"Damian, kamu dan Izzy..."
"Serius Hunter" jawab Damian cepat.
"Yakin?"
"Insyaallah yakin."
"Izzy, apa kamu sudah siap mental dengan Damian? Maksud kakak ada banyak hal yang harus kamu perhatikan dan pertimbangkan." Hunter menatap lembut ke adiknya.
"Semoga siap kak Hunter. Aku dan Betty juga sedang belajar dikit demi sedikit apalagi katanya Dahir mau pindah kemari kalau sudah resmi dengan Betty..." jawab Izzy apa adanya.
"Sejujurnya, aku agak terkejut kalian punya hubungan. Bukan apa-apa Dam tapi kamu tahu sendiri kan kondisi Izzy. Apa kata Mr Direndra dan Mrs Raana?" ucap Hunter.
"Mommy dan Daddy sudah tahu kok kondisi Izzy tapi memang belum pernah melakukan panggilan video karena Izzy belum siap. Tapi insyaallah secepatnya aku akan memperkenalkan ke mommy dan Daddy" jawab Damian apa adanya.
Hunter melihat bagaimana bahasa tubuh Damian dan Izzy. Mereka ada perasaan yang sama tapi secara smooth bukan macam Omar dan Nadya yang sering kacau tanpa melihat tempat.
Hunter dan Doogie sangat tahu bagaimana bucinnya pasangan itu dan sampai detik ini pasangan agen FBI dan pengacara itu masih tetap bucin apalagi sedang menantikan kelahiran anak pertama yang diketahui berjenis laki-laki.
"Semoga hubungan kalian lancar dan honestly, Izzy, kakak bersyukur bahwa pria yang mencintaimu sudah kakak kenal sepak terjangnya. Damian adalah pria baik Izzy dan dia sangat gentleman" senyum Hunter.
"Thanks Hunter" ucap Damian tulus.
"Hei, mengutip kata-kata Bayu 'Kapan lagi aku jadi kakak ipar Emir Dubai' ?" kekeh Hunter.
Izzy tertawa sambil merangkul lengan Damian.
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️