The Emir and The Ordinary Girl

The Emir and The Ordinary Girl
Damian Terkejut



Toko Bunga Milik Izzy


Dahir dan Betty datang sembari membawa makan malam untuk mereka berempat dan pengawal Damian itu bisa melihat bahasa tubuh tuannya yang tampaknya sudah berbicara terbuka dengan Izzy. Tampak wajah lega dan santai di Damian sedangkan Izzy lebih bisa menjaga emosinya.


"Bawa apa itu Betty?" tanya Damian.


"Well, ada steak, ada fish and chips, salad, pudding dan grape juice. Kata Dahir, Mr Azzam sangat favorit dengan juice anggur." Betty dibantu Dahir meletakkan kotak - kotak aluminium foil dan membuka tutupnya. Harum makanan membuat toko itu seperti bukan toko bunga baunya.


"Mr Azzam, anda mau apa?" tawar Betty sambil menyiapkan piring yang sudah disiapkan Izzy dan Damian.


"Steak. Aku bosan ikan sebenarnya" senyum Damian.


"Sudah kuduga." Betty menoleh ke Dahir. "Benar kan? Aku yakin Mr Azzam akan memilih steak !"


Dahir menggelengkan kepalanya karena tadi di depan Jack, mereka berdua ribut unfaedah membuat remaja akhir itu pusing.


"Sudah, ayo kita makan. Nanti kemalaman kamu pulangnya Betty" ajak Izzy.


Keempat orang itu pun lalu makan dengan lahap sambil mengobrol banyak hal. Dahir menawarkan diri untuk menemani Betty pulang karena sudah menjelang jam sembilan malam. Meskipun Betty menolak, tapi Dahir tetap pada pendiriannya hingga akhirnya Betty pun menerima tawaran pria tampan yang bersikap gentleman itu.


"Izzy biar aku temani. Kamu antar Betty, Dahir" ucap Damian.


"Ini malam Minggu, Betty, ada pertandingan bola. Dan sudah pasti banyak orang heboh dan mabuk" ucap Dahir.


"Baiklah." Betty merangkul lengan Dahir dan mereka pun berjalan keluar toko bunga Izzy.


Setelah keduanya pergi, Damian menoleh ke Izzy. "Apakah kamu akan bercerita soal aku disini ke Hunter?"


"Dam, apakah kamu berada disini karena menghindari mantan istrimu?" balas Izzy dengan pertanyaan.


"Truth is ... Yes. Aku tidak mau banyak orang tahu aku berada disini karena Reema adalah wanita yang sangat nekad. Aku tidak mau kamu atau Betty kena getahnya padahal kalian tidak tahu apa-apa."


"Mantanmu itu seperti tidak ada pria lain saja Dam."


"Namanya juga obsesinya terlalu mendalam."


"Tapi sejujurnya Dam, kamu itu memiliki banyak hal yang membuat para wanita tertarik. Apalagi kalau tahu kamu banyak uang dan punya kekuasaan di Dubai."


"Kamu sendiri bagaimana Izzy? Apakah tertarik padaku? Apalagi setelah tahu aku siapa?" goda Damian.


Izzy tertawa. "No, Dam. Aku menganggap kamu sebagai teman yang baik dan menyenangkan."


"Really Izzy?"


"Dam, aku tidak mau takabur bilang 'Oh aku tidak akan tertarik padamu' tapi hingga saat ini kamu adalah teman yang aku suka selain Betty. Bukankah selama dua bulan ini kita saling enjoy berteman satu sama lain?" Izzy menatap Damian sambil tersenyum.


"Izzy, soal kamu operasi, aku sangat serius. Kalau perlu aku..."


Izzy meletakkan jari telunjuk nya di bibir Damian. "Ssttt... Damian, aku tahu kamu sangat khawatir dengan kondisi kakiku. Tapi bantu aku untuk mempersiapkan mental guna menghadapi operasi yang cukup membuat aku stress."


"Kamu akan mendapatkan dukungan dari aku Izzy. Kamu tenang saja. Dan aku yakin Hunter pun akan mengatakan hal yang sama." Damian memegang tangan Izzy. "Aku akan ada selalu di sampingmu untuk menyemangati kamu."


Mata coklat Izzy menatap mata Hijau Damian yang tampak serius. "Termasuk akan mengurus toko bungaku bersama Betty?"


"Bukankah kamu akan beristirahat di rumah sini setelah dinyatakan boleh pulang dari rumah sakit? Lagipula, kamu akan membutuhkan pria ini untuk menggendong kamu kalau membutuhkan sesuatu."


Izzy tertawa. "Dam, yang benar saja. Aku tidak munjkin meminta seorang Emir Dubai menggendong aku dan mengurus toko bunga yang bukan bidangnya..."


"Bisnis adalah bidangku. Bunga adalah Betty dan kamu. Lagipula, aku yakin jika aku dan Dahir yang bekerja disini, akan lebih menarik banyak pengunjung dan pelanggan baru" jawab Damian yakin.


Izzy menggelengkan kepalanya. "Benar kata kak Hunter. Semua keturunan Blair dan Giandra itu keras kepala."


Izzy mengulurkan tangannya dan menepuk kepala Damian pelan. "Benar-benar keras."


Damian tertawa kecil. "Well, kan aku sudah bilang."


***


Meanwhile di Catalunya Spanyol...


Reema terbangun usai semalam dia minum dengan pangeran Kamal usai acara menonton balapan Formula Satu guna mencari Damian yang biasanya menyaksikan perlombaan Radhi dan Charles namun harapannya sia-sia karena hanya ada Raine dan pasangan de Luca dan pasangan Moretti yang datang. Charlotte sendiri baru datang usai perlombaan bertepatan dengan Radhi naik podium menjadi juara dan pria itu mencium istrinya mesra.


Gadis itu merasakan bagaimana tubuhnya sakit semua dan perlahan dirinya bangun. Betapa terkejutnya Reema saat melihat tubuhnya polos tanpa sehelai benang pun dan dia pun melirik ke sisi kiri nya. Terdapat tubuh seorang pria dengan tidur tengkurap juga tanpa pakaian dan seketika keringat dingin membanjiri kening Reema.


Apa yang terjadi? Kenapa aku tidak ingat sama sekali ... Reema menarik selimutnya dan berusaha mengingat kembali kejadian semalam. Bagaimana dia bisa satu kamar dengan pria yang tidak dia kenal.


Tak lama pria itu membalikkan tubuhnya dan Reema bisa melihat dengan jelas siapa dia.


"Pange...ran Kamal?" bisik Reema.


"Good morning, sayangku. Semalam kamu sangat hot dan aku sampai keluar banyak.... Damian yang rugi, aku yang untung" kekeh pangeran Kamal. "Apalagi, aku lah yang pertama untukmu..."


Reema menatap nanar ke arah Pangeran Kamal.


"Tenang saja sayangku. Kita akan segera menikah seminggu lagi. Aku tidak mau ada berita kamu hamil diluar nikah kan? Apalagi semalam aku tidak memakai pengaman."


Reema hanya bisa melongo lalu setelahnya dia menghajar pangeran Kamal dengan kalap namun dirinya kalah kuat hingga akhirnya kedua tangannya ditahan oleh pria itu.


"Akulah yang mencintaimu Reema bukan Damian ! Kenapa kamu tidak melihat aku sedikit saja ! Dan semalam aku sangat senang kamu mabuk karena dengan begitu aku bisa memilikimu... Selamanya !" Kamal mencium bibir Reema dengan ganas tanpa mengindahkan air mata yang bercucuran di pipi Reema.


***


Knightswood Glasgow Skotlandia Keesokan Harinya


"Tuanku..." panggil Dahir ke Damian yang sedang berdzikir usai sholat subuh. Damian memang membuka pintu kamarnya setiap dia hendak ibadah sholat.


"Ada apa Dahir?"


"Rencana kita tidak berhasil karena mereka sudah kejadian dengan sendirinya."


"Apa maksudmu Dahir ? Aku tidak paham."


"Rencana kita adalah hendak menjebak nona Reema dengan pangeran Kamal dari Oman bukan?"


Damian mengangguk. "Lalu?"


"Semalam nona Reema tidur bersama dengan pangeran Kamal. Pengawal bayangan Al Jordan memastikan mereka berdua semalaman di kamar milik pangeran Kamal usai pesta formula satu. Nona Reema begitu mabuk dan dibawa pangeran Kamal ke suitenya."


Damian melongo. "Astaghfirullah..."


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️