The Emir and The Ordinary Girl

The Emir and The Ordinary Girl
Ke Rumah Singgah



Knightswood Market Hari Minggu...


Damian sudah tiba di area toko milik Izzy sekitar satu jam sebelum jam dua belas dan pria itu menunggu sambil menikmati sandwich tuna dan es cappucino nya. Pria itu sengaja datang lebih awal agar dirinya lebih bisa melihat bagaimana kegiatan gadis bergigi kelinci itu.


Damian suka melihat bagaimana Izzy tampak cekatan melayani para pelanggan meskipun dengan langkah tertatih akibat kakinya yang agak cacat.


Pria itu sangat menyukai orang yang tidak pernah mau menyerah apalagi jika memiliki kekurangan. Damian memiliki beberapa pegawai yang disabilitas di peternakan untanya dan mereka pun memiliki kemampuan sama dengan yang sempurna.


Ajaran Raana dan melihat Oom, Tante dan adik sepupunya tuna rungu, membuat Damian tidak pernah memandang remeh kondisi mereka. Oom Aji Yung bahkan menjadi pemilik perusahaan IT yang khusus disabilitas, tantenya Astuti McCloud sebelum pindah ke New York menjadi guru di sekolah milik Falisha Hassan yang khusus anak-anak berkebutuhan khusus. Putrinya, Savrinadeya McCloud, adalah psikolog anak disabilitas.


Dan sekarang Damian melihat Izzy yang cacat kaki dan sedikit tertatih jika berjalan, tampak mengacuhkan kondisinya, membuat Emir Blair itu mengagumi semangat pemilik toko bunga itu.


Damian tidak tahu apakah dia sudah jatuh cinta dengan Izzy atau tidak tapi dirinya memang mengagumi gadis itu. Damian tidak mau terburu-buru untuk memulai hubungan baru apalagi kejadian dengan Reema, masih membekas. Dia mau model pelan-pelan dan mengalir bagaikan air.


Kita lihat saja nanti.


***


Izzy mengantarkan pelanggan nya ke depan pintu tokonya dan matanya melihat Damian sudah menunggu di cafe seberang tokonya. Tampak pria itu serius berkerja di balik MacBooknya dan Izzy tanpa sadar tersenyum. Definisi kepagian ini namanya.


Izzy bisa mengenali Damian meskipun pria itu mengenakan kacamata hitam. Entah apa tapi Izzy bisa tahu kalau itu adalah pria yang membawakan Trout saus garlic lemon yang sedap.



Gantengnya mas Dam bendungan


Izzy buru-buru kembali ke tokonya karena tidak mau membuat Damian menunggu karena sudah menjelang jam 12 siang. Apalagi sudah tidak ada pelanggan jadi dirinya dan Betty bersiap untuk menutup tokonya.


***


Damian menatap grafik saham milik AJ Corp Dubai yang sedikit menurun dan kemungkinan besar akibat perpisahan dirinya dengan Reema. Gasendra menelpon dirinya dan Damian menerima melalui airpods nya.


"Turun ya grafiknya?" ucap Damian tanpa basa basi.


"It's okay. Tidak terlalu jatuh, tidak sejatuh waktu kamu awal-awal bubaran Dam" jawab Gasendra.


"Bagaimana dengan Daddy dan Oom Ayrton?"


"Daddy dan Oom Direndra masih bisa handle kok. Lagian Alexander juga membantu kita. So, jangan khawatir."


"Thanks Sendra. Bagaimana dengan Gemma? Masih mual-mual?" tanya Damian mengingat istri Gasendra itu sedang hamil.


"Biasa lah. Mending daripada mbak Ajeng dan mas Bayu. Entah anaknya bakalan ikutan angin topan atau Membagongkan" gelak Gasendra.


"Apalagi? Panggil polisi lagi?" kekeh Damian mengingat kacaunya pasangan itu.


"Kan mbak Ajeng dan Tante Gandari buat acara nujuh bulan ( mitoni ) terus ada jualan rujak. Mbak Ajeng minta eh... lagi-lagi mas Lisus bikin perkara. Dimakan sama dia duluan coba! Ngamuk lah Bumil..."


Damian terbahak mengingat wajah galak kakak iparnya. "Kok ya gak kapok sih mas Bayu? Sukanya bikin mbak Ajeng marah-marah."


"Kayaknya mood booster tersendiri buat mas Angin lisus lihat mbak Ajeng marah-marah. Aku nggak tahu besok anak mereka macam apa sifatnya" kekeh Gasendra. "Untung Gemma dan aku adem ayem."


"Kamu nggak datang ke New York ya Sendra?"


"Nggak. Gemma lagi hamil juga dan aku tidak mau dia kecapekan. Ken yang datang bareng keluarga Dubai. Dia yang cerita kacaunya acaranya mbak Ajeng dan mas Bayu."


"Ampun deh mereka itu..." Suara Damian terhenti ketika melihat wajah Izzy yang berada di hadapannya. "Sebentar ya Izzy, aku masih menelpon."



Elizabeth 'Izzy' McDouglas


"Oke" jawab Izzy santai. "Betty, duduk dulu. Damian masih bekerja." Betty pun duduk di kursi sebelah Izzy.


"Izzy? Siapa itu Dam?" tanya Gasendra kepo.


"Kenalan di Glasgow."


"Shut up Sendra!"


Gasendra tertawa. "Enjoy your life. Oh jangan lupa, dua Minggu lagi acara ulang tahun Oma Sabine. Kamu datang ya."


"Aku usahakan."


"Have fun dengan Izzy. Bye. Assalamualaikum" pamit Gasendra.


"Wa'alaikum salam." Damian lalu menatap Izzy dan Betty. "Sudah siap?"


"Sudah. Ayo kita lihat rumah mu." Izzy pun berdiri bersama Betty yang diikuti Damian usai membereskan semua barang bawaannya. Ketiga pun berjalan menuju mobil Damian.


***


Rumah Singgah Milik Duncan Blair


Izzy dan Betty tampak terpaku dengan rumah yang berada di pinggiran kota Knightswood. Sejujurnya Izzy jarang pergi-pergi apalagi semenjak kaki kanannya cacat, gadis itu jarang menyetir mobilnya jadi dia nyaris tidak pernah berjalan-jalan. Ditambah toko bunganya termasuk ramai jadi Izzy menikmati apa yang ada.


Ketiga orang itu pun masuk dan Izzy bisa melihat bagaimana Damian meletakkan pot bunga mawar orange nya dekat jendela dapur jadi tambah semarak dengan rumah yang dominasi putih.


"Kalian mau lihat danaunya? Tempat aku memancing?" tawar Damian.


"Absolutely!" seru kedua gadis itu.


Damian membuka pintu belakang dan kedua gadis itu tampak terpesona dengan pemandangan yang ada. Betty langsung berlari ke dock dan memeriksa isi danau.


"Whoah ternyata Mr Azzam tidak bohong. Danaunya banyak ikan Trout!" seru Betty antusias.


"Kamu bisa memancing Betty?" tanya Damian.


"Ayahku seorang nelayan, dan tentu saja bisa lah! Apakah aku boleh mencoba memancing? Aku sungguh penasaran!" Mata biru Betty tampak berbinar-binar begitu antusias ingin memancing.


"Ambil saja joran yang ada di lemari dapur. Sudah lengkap peralatannya dan aku ingin tahu bagaimana anak nelayan bisa menangkap Trout" kekeh Damian.


Tanpa disuruh dua kali, Betty langsung menuju ke dapur dan mencari peralatan mancing milik Damian.


"Apakah tidak apa-apa Betty menggunakan peralatan memancing milik keluarga Blair?" tanya Izzy.


"Hei, aku juga memakainya. Kalau rusak, aku ganti. Simple kan?" jawab Damian enteng.


Tak lama Betty sudah siap dengan peralatan tempur memancingnya. "Izzy, kamu lihat-lihat saja rumah Mr Azzam, biar aku dapatkan Trout banyak hari ini. Mr Azzam, jika aku dapat banyak, maukah kamu memasaknya seperti kemarin?" Betty menoleh kearah Damian sambil memasang kail dan umpan dengan lincahnya.


"Sure. Why not! Tangkap yang banyak!" kekeh Damian. "Yuk Izzy, kita tinggalkan nona pemancing itu. Aku ingin kamu melihat isi rumah dan tanaman yang cocok apa menurut kamu. Okay?"


Izzy tersenyum ke arah Betty yang sudah melemparkan jorannya. "Sure! Betty, tangkap yang banyak! Kalau tidak kamu mempermalukan diri sendiri sebagai anak nelayan!" goda Izzy.


"Tenang saja!" sahut Betty yakin.


Izzy pun berjalan bersama Damian.


"Pegang tanganku Izzy. Dock ini agak tidak rata dan licin."


Dengan sedikit ragu, akhirnya Izzy memegang lengan Damian. Wajah gadis itu memerah sedangkan Damian merasa gugup.


Perasaan apa ini?


***


Yuhuuuu Up Sore Yaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️