
Apartemen Damian di Burj Khalifa
Reema menganga mendengar ucapan Damian yang ternyata tidak main-main. Dirinya merasa menyesal karena tidak mempercayai ucapan suaminya. Bodoh kamu Reema ! Selama kamu menikah, Damian selalu pulang teratur, tidak pernah pergi jika sudah di rumah dan baru kali ini di pergi.
"Dam... tarik ucapan kamu! TARIK!" teriak Reema histeris.
"Reema, jika seorang pria, seorang suami, sudah mengucapkan talak, itu sudah final..."
Reema memukul dan menampar Damian karena rasa frustasinya sedangkan pria berbadan kekar itu hanya diam saja karena di dirinya hanya ada rasa lega akhirnya terucap juga.
"Tega kamu Damian! TEGA KAMU!" Tangis Reema meledak sambil memegang jaket Damian.
"Jika aku tega, aku sudah menyiksa kamu lebih jahat karena aku bukan orang yang suka dipaksa apalagi menikah dalam tekanan! Reema, kamu ingin aku menjadi jodohmu tapi kita tidak berjodoh! Aku lepaskan kamu dalam keadaan tidak tersentuh sama sekali oleh ku. Oh, kamu boleh tinggal disini sampai acara pernikahan duo R sebelum aku kembalikan kamu ke Bahrain." Damian melepaskan cengkraman Reema.
"Dam..."
"Maafkan aku... Kamu wanita cantik dan cerdas, tapi aku tidak pernah mencintaimu. Menghormatimu, iya tapi hanya sebatas itu..." Damian menatap Reema dengan wajah datar.
Reema memeluk Damian. "Dam, batalkan talaknya..."
"Maaf Reema... " Damian melepaskan pelukan Reema. "Find your own happiness ( cari kebahagiaan mu ) tapi tidak bersama aku."
Reema menatap Damian dengan air mata bercucuran. Hatinya sangat sakit mendengar Damian benar-benar tidak bisa mencintainya, dirinya tidak bisa merubah isi hati suaminya, dan yang paling membuatnya menyesali adalah mulutnya yang terucap pertanda dirinya tidak mempercayai Damian. Dua bulan bersama harusnya Reema mengenali bagaimana sikap suaminya yang meskipun dingin tapi tidak pernah aneh-aneh.
"Tidurlah Reema... Maaf jika malam ini membuat semuanya berubah." Damian menepuk kepala Reema pelan lalu meninggalkan gadis itu berdiri di ruang tengah. Damian pun masuk ke dalam kamarnya dan tak lama terdengar suara tangisan Reema yang menyayat hati.
Damian bersandar di pintu kamarnya. Jujur hatinya juga sakit dan tidak tega mendengar Reema menangis seperti itu tapi nasi sudah menjadi bubur. Bagi Damian, kepercayaan dalam pernikahan itu penting. Dan Reema menuduh dirinya menemui wanita lain?
Damian mengusap rambutnya kasar. Astaghfirullah... Damian menatap langit-langit kamarnya. Ya Allah...
***
Nelson datang bersama dengan adik sepupu mereka semua, Thea Ramadhan ke Dubai dua minggu lebih awal dari acara pernikahan duo R dan duo C. Thea Ramadhan yang baru saja menyelesaikan pendidikan sarjana hukumnya dan sedang mengambil studi pengacara di New York University, diajak Nelson untuk sekalian praktek langsung apalagi klien nya adalah kakaknya sendiri.
Keduanya menatap Reema yang tampak kurus sedangkan Damian tampak semakin dingin di ruang tengah apartemen Damian.
"Maaf, kalian masih satu apartemen?" tanya Nelson.
"Masih ... " jawab Damian. "Aku tetap disini menjaga Reema sampai nanti aku kembalikan ke Bahrain."
Thea menatap kakak sepupunya dan merasa kagum dengan sikap gentleman Damian. Thea memang sudah banyak mendengar tentang kasus Damian dan Reema dari Nelson dan Nadya.
"Mas Dam, ini berkas-berkasnya sudah kita persiapkan dan nanti tinggal legalisasi ke Bahrain karena kan kalian menikah disana jadi tentu saja catatan pernikahan kalian berada disana" ucap Thea, putri Adrian Ramadhan dan Lovisa Wallin.
"Kami nanti akan mengawal kamu mengurus semua administrasi. Tahu lah kamu bakalan pusing kalau kamu urus sendiri. Lagipula biar Thea sekalian belajar..." sambung Nelson sambil menepuk kepala Thea lembut.
"Terimakasih Son, Thea..." senyum Damian yang tampak lelah.
"Reema..." Nelson menatap gadis cantik yang hanya mengalihkan pandangannya ke tempat lain. Mata coklatnya tampak kosong seolah tidak mendengarkan pembicaraan mereka.
"Aku tahu Nelson..." jawab Reema pelan. "Toh dua Minggu lagi aku juga akan ditalak Damian sesuai janjinya dia. Damian adalah orang yang selalu menepati janji dan hanya melanggar karena menalak aku kepagian!"
"Reema..." Damian menoleh ke arah wanita yang akan menjadi mantan istrinya sesuai hukum negara meskipun hukum agama sudah tidak menjadi istrinya.
"Dimana aku harus tanda tangan?" Reema menatap Nelson dingin.
Nelson menunjukkan tempat Reema tanda tangan. Dengan sedikit gemetar, Reema menandatangani berkas - berkas perceraian.
Introducing Thea Ramadhan
***
Bahrain, Tiga Minggu Kemudian
Damian membuktikan ucapannya dengan menghadap Emir Al Salman untuk mengembalikan Reema ke orangtuanya usai pesta pernikahan duo R dengan duo C. Damian tidak melawan saat sang Emir menghajarnya karena baginya wajar seorang ayah tidak terima putrinya dicerai oleh suaminya.
Nelson, Thea dan Ken yang mendampingi Damian ingin menolong pria itu tapi putra Direndra itu memberikan kode untuk tidak ikut campur.
"Tuanku Emir Al Salman. Bukankah saya sudah menolak dan meminta pembatalan pernikahan ini tapi anda dan putri anda lebih merasa malu jika pembatalan pernikahan dibandingkan perceraian. Jadi saya lakukan sesuai dengan apa yang kalian minta. Oh, anda tenang saja. Selama menikah, saya tidak pernah menyentuh Reema sama sekali. Jadi anda bisa tenang" ucap Damian dengan wajah babak belur dan tubuhnya ditopang Nelson bersama Ken.
Reema tampak dingin menatap Damian yang luka-luka akibat dihajar sang ayah.
"Benar kamu tidak pernah disentuh oleh Damian?" tanya ayah Reema ke putrinya.
Damian menatap tajam ke Reema dengan mata bengap seolah mengatakan 'Jika kamu membuat kebohongan, semua rekaman CCTV akan aku berikan ke ayahmu!'.
"Damian tidak pernah menyentuh aku, ayah." Reema menatap Damian. Dalam hatinya Reema ingin membantu Damian dan mengobati semua luka-lukanya tapi dia tahu mantan suaminya pasti menolak karena sudah bukan muhrim.
Emir Al Salman terdiam. Meskipun dia kesal karena Damian menceraikan putrinya tapi dia salut dengan sikap Emir Al Azzam itu. Damian memang pernah mengatakan padanya bahwa tidak akan pernah menyentuh Reema dan ucapannya dibuktikan.
Terlepas dengan semua peristiwa, Damian adalah pria yang memang patut menjadi suami idaman dan pria gentleman karena sangat memenuhi janjinya. Emir Al Salman melihat bagaimana wajah tampan Damian sudah biru-biru akibat pukulan nya.
"Jika tidak ada yang dibicarakan, kami semua undur diri, yang mulia Emir" ucap Nelson.
"Tidak ada Mr Blair. Dan Damian, terimakasih sudah melindungi Reema selama menikah denganmu" ucap Emir Al Salman.
Damian hanya mengangguk karena rasa sakit mulai mendera wajahnya. "Assalamualaikum..." pamit Damian.
"Wa'alaikum..."
Keempat bersaudara itu pun berpamitan dan keluar dari ruang kerja Emir Al Salman, meninggalkan ayah dan anak disana.
"Benar Damian tidak menyentuh kamu, Reema. Dan ayah tidak mau kamu berbohong." Emir Al Salman menatap Reema.
"Apakah ayah percaya ucapan Damian atau aku sebagai putri ayah?" balas Reema.
"Sejujurnya? Ayah lebih percaya Damian daripada kamu. Ayah tahu kalian tidak satu kamar, Reema."
Reema hanya diam. Darimana ayah tahu aku tidak sekamar dengan Damian?
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️