The Emir and The Ordinary Girl

The Emir and The Ordinary Girl
Trout



Rumah Singgah Milik Duncan Blair Knightswood Glasgow Skotlandia


Damian bangun dengan perasaan segar usai tadi ibadah subuh dia memutuskan untuk tidur kembali karena memang jam nya berbeda dengan di Dubai. Lagipula, suasana masih gelap membuatnya masih ingin bergelung dengan selimut.


Damian membuka pintu belakang lalu melihat bagaimana danau yang terletak di sana tampak berkecipak menandakan banyak nya ikan. Pria itu lalu kembali ke dapur dan membuka lemari khusus tempat berbagai macam peralatan termasuk joran pancing. Damian mengambil joran, kail dan umpan pancing serta ember. Pria itu tidak lupa membuat sandwich, membawa dua botol air mineral dan satu kotak susu.


Damian pun berjalan di dock danau dan duduk di kursi yang tersedia disana. Damian tersenyum melihat kursi yang sudah diganti dengan yang baru karena usia. Pasti Opa Duncan dan Oma Rhea sering duduk disini. Begitu juga dengan Opa Aidan dan Oma Thara.



Damian memasang umpan dengan roti karena dia lupa membeli cacing di kail dan mulai melemparkan jorannya. Pria itu dengan sabar menunggu sampai ada sesuatu menarik kailnya. Damian langsung menarik dan menggulung reel pancingnya. Wajah Emir Blair itu tampak senang saat mendapatkan ikan Trout dengan ukuran lumayan.


Pria itu lalu memasukkan ikan itu ke dalam ember yang sudah diisi air jadi ikan tetap hidup. Damian lalu memasangkan umpan lagi dan melempar jorannya kembali. Pagi itu dihabiskan Damian untuk memancing ikan Trout. Pria itu berencana membuat ikan Trout panggang dengan saus garlic lemon.


Ikan Trout sering dibilang mirip salmon padahal keduanya berbeda meskipun fisik sekilas hampir sama. Perbedaan salmon dan trout utamanya terletak dari tempat hidupnya. Ikan trout adalah ikan air tawar, sementara salmon adalah ikan air asin (laut). Ikan salmon biasanya memiliki kandungan lemak yang lebih tinggi dan sering kali berukuran lebih besar.


Damian merasa puas bisa mendapatkan tiga ekor ikan Trout dan setelahnya dia masuk ke dalam rumah usai membereskan semua bawaannya. Damian pun langsung mengakusisi ikan-ikan itu untuk acara makan siangnya.



Trout with garlic butter lemon sauce


***


Knightswood Market Place Seminggu Kemudian...


Izzy tersenyum kepada pelanggannya yang baru saja membeli buket bunga. Hari ini karena Sabtu, weekend, tentu saja tokonya menjadi ramai. Dia dan Betty sampai kewalahan melayani para pengunjung.


"Izzy, tampaknya kita harus istirahat sejenak. Aku merasa lelah sekarang. Kita tutup sebentar?" pinta Betty yang tampak kelelahan.


"Baiklah. Aku juga lapar. Kita makan siang dulu, Bet."


"Aku belikan Chinese Food di seberang?" tawar Betty. "Sembari aku refreshing?"


"Boleh!" Izzy memberikan uang ke Betty. "Aku minta oolong tea ya."


Betty mengangguk lalu pergi keluar toko sambil mengganti papan toko dengan tulisan 'Take a Break'. Izzy lalu mulai membersihkan bekas-bekas membuat buket dan daun-daun yang tadinya dipotong olehnya. Izzy sedang menyapu ketika mendengar suara bel pintu tokonya.


Tanpa melihat siapa yang masuk, Izzy berteriak. "Sorry! We're closed ( kami tutup )!"


"Maaf, aku tidak melihat papan di depan."


Izzy berbalik dan melihat Damian berdiri di sana sambil membawa paper bag dan vas mawar yang sudah mulai Melayu.


"Damian? Kenapa mawarnya?" tanya Izzy sambil menyelesaikan menyapunya.


"Sudah seminggu Izzy, dan aku sudah melakukan sesuai dengan instruksi mu tapi ya usianya tidak panjang seperti seekor kupu-kupu" jawab Damian sambil meletakkan vas itu diatas meja kerja Izzy.


"Duduk dulu sebentar Damian, biar aku selesaikan acara menyapunya.


"Oke. Maaf jika aku mengganggu acara istirahat kamu. Apakah kamu sudah makan siang?" tanya Damian.


"Betty sedang membelikan makan siang kami." Izzy membuang semua sampah ke tempatnya. "Memang kenapa Damian?"


Damian mengambil kotak dari aluminium foil yang terbungkus rapat. Dari harum nya, Izzy bisa merasakan bahwa ini bau ikan yang dipanggang. Perut Izzy pun tiba-tiba berbunyi membuat Damian tertawa kecil.


"Duh maaf, Damian. Cacingku tiba-tiba memberontak." Wajah Izzy sedikit memerah.


"Tak apa. Karena memang waktunya makan siang..."


"Tak apa Betty, Aku sudah bawa minum" senyum Damian sambil mengeluarkan botol air mineral.


Izzy dan Betty lalu menyingkirkan semua peralatan dan menyulap meja kerja itu menjadi meja makan dadakan. Damian lalu membuka kotak aluminium foil dan tampak ikan Trout yang dipanggang dengan butter garlic yang harumnya menggoda indera pengecap dan penciuman.


"Wah, siapa yang masak?" tanya Izzy.


"Aku lah!" jawab Damian bangga. "Ikannya aku pancing sendiri."


"Hebat! Mr Azzam yakin anda bukan nelayan?" goda Betty yang sudah berusia tigapuluhan.


"Hanya kebetulan danau di belakang rumah, ikan Trout lagi panen. Jadi mereka gampang dipancing" senyum Damian. "Ayo cicipi."


Izzy dan Betty mengambil garpu lalu mulai mencicipi masakan Damian. Kedua wanita itu langsung menatap Damian dengan wajah berbinar.


"Enaaaakkk!" seru keduanya.


"Aku tidak menyangka kamu bisa memasak Dam..." senyum Izzy sambil mengambil lagi potongan ikan Trout.


"Kalau hanya sekedar membuat makanan yang simpel, aku masih bisa. Tapi kalau sudah ribet macam masakan timur tengah atau pun Asia, aku mundur teratur" jawab Damian.


Betty dan Izzy lalu membuka makanan pesanan mereka dan ketiganya lalu makan bersama meskipun menunya sedikit kacau. Damian ikut tertawa saat Betty bercerita tentang klien yang alergi serbuk sari bunga tapi tidak mau ada bunga plastik di ruangannya.


"Akhirnya bagaimana?" tanya Damian sambil menggigit gyoza nya.


"Aku dan Betty akhirnya merayu dia menempatkan monstera adasonii" jawab Izzy sambil menunjukkan tanaman dengan daun yang bolong - bolong. "Memang tidak berbunga tapi bentuknya sangat cantik dan aesthetic."



"Dan dia sekarang sudah bisa memecah bibitnya dan rumahnya penuh dengan tanaman ini" senyum Betty.


"Sepertinya aku tertarik karena butuh yang hijau-hijau setelah mawarmu semakin cantik berkat petunjukmu, Izzy." Damian tampak berminat dengan tanaman yang unik itu.


"Hei, bagaimana kalau kita ke rumah anda Mr Azzam? Jadi kami bisa melihat layout dan tanaman apa yang cocok dengan personality anda?" usul Betty.


Damian mengangguk. "That's a good idea ( ide yang bagus ). Bagaimana Izzy? Besok bisa? Kan besok Minggu. Aku jemput kalian lalu ke rumah Blair?"


Izzy menatap kedua orang itu bergantian. "Well, why not. Lagipula besok kan kita cuma setengah hari bukanya jadi bagaimana kalau kamu menjemput kami jam 12 siang?"


Damian tersenyum lebar. "Sure. Tidak masalah. So, apakah Trout aku begitu enaknya sampai - sampai kalian menghabiskannya tanpa sisa?"


Izzy dan Betty melihat kotak aluminium foil yang tinggal potongan lemon dan sisa-sisa ikan saja.


"Ooooppsss!" Kedua wanita itu kompak menutup mulutnya membuat Damian terbahak.


"Syukurlah kalian suka."


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️