The Emir and The Ordinary Girl

The Emir and The Ordinary Girl
Melamar Bekerja



Toko Bunga Milik Elizabeth McDouglas


Damian merutuk dirinya yang tadi reflek memakai jam tangan Hublotnya. Harusnya pakai Apple watch saja lebih mending.


"Tapi Izzy, aku tidak apa-apa kok jadi pegawai magang kamu. Tidak usah digaji tidak apa-apa" ucap Damian serius.


Izzy dan Betty saling berpandangan. "Ya ampun Damian, apa kamu sebegitu bingungnya mau ngapain?" Izzy menatap Damian bingung.


"Well, aku bisa angkat yang berat-berat. Atau memasak buat kalian."


Betty memegang tangan Damian. "Mr Azzam, ada alasan tertentu kenapa aku dan Izzy tidak setuju anda bekerja disini."


Damian melihat tangannya yang dipegang Betty. "Apakah itu?"


"Aku bisa bermusuhan dengan timbangan! Apa anda tidak sadar Mr. Azzam, jika anda memasakkan makanan enak-enak buat kami, bisa membuat kami melebar..." Betty menatap Damian serius tapi pria itu sudah terbahak.


"Betty, jika aku hanya memasak ikan atau pun ayam, jumlah kalori nya tidak seberapa. Atau kita pakai menu diet orang Jepang. Bisa makan enak tapi tanpa takut gendut karena ukuran kalori dan semuanya termasuk rendah."


Betty melepaskan genggaman tangannya ke tangan Damian. "Izzy, aku selalu lemah jika ada makanan enak tapi rendah kalori" ucap Betty dengan wajah memelas membuat Izzy menepuk jidatnya.


"Eh tapi aku baru bisa berkerja Minggu depan. Itu pun kalau aku diterima..."


"Hei, calon pegawai baru, kenapa kamu menawar !" tegur Betty sok galak.


"Oma aku hendak berulang tahun dan aku harus pulang."


"Ke London?" tanya Izzy.


Hampir Damian keceplosan dan dia hanya mengangguk. "Ya ke London."


"Bagaimana Izzy? Setidaknya ada Mr Azzam ada yang membantu membawakan pupuk dan media berat-berat." Betty mengerjapkan matanya.


"Kamu itu kan hanya ingin dimasakan oleh Damian!" sungut Izzy.


"Ya itu juga" cengir Betty.


"Kalau kalian tidak keberatan, bolehkah aku melihat dapur nya? Supaya aku bisa mengira cara memasak di dapur yang asing." Damian menatap Izzy meminta ijin.


"Naik saja Dam, di lantai dua kok dapurnya" ucap Izzy akhirnya.


"Permisi" pamit Damian yang kemudian naik ke lantai dua.


"Betty !!!" hardik Izzy karena merasa memanfaatkan Damian.


"Izzy, Mr Azzam sendiri yang menawarkan diri. Jadi kenapa tidak kita terima? Bukankah kita wanita baik-baik yang suka makan enak apalagi dimasakkan oleh pria tampan. Isn't he so seksih ( bukankah dia sangat seksih )?" kerling Betty.


Izzy hanya melengos. "Dasar kamu memang lemah di makanan !"


"Yeah. I guess you're right ( Aku rasa kamu benar )."


***


Damian naik ke lantai dua rumah toko milik Izzy. Di luar dugaannya yang mengira bahwa flat diatas toko bakalan ala British Style yang penuh dengan barang antik, ternyata flat Izzy sangat lah modern dan simpel.



Damian melihat begitu masuk lantai dua langsung tampak ruang tengah merangkap dapur sedangkan sebelah kiri ada sebuah pintu yang Damian yakini adalah kamar tidur Izzy.


Damian memasang kamera CCTV berbentuk kancing di lukisan yang tergantung hingga terlihat suasana ruang tengah hingga dapur. Pria itu lalu membuka kulkas dan mencatat dalam hati apa saja yang harus dia siapkan untuk acara makan siang setiap hari. Dalam hatinya, Damian bersyukur menurut pada Raana, sang ibu, untuk mau belajar memasak.


Thanks mom ! Sekarang aku memetik hasilnya bisa memikat gadis bergigi kelinci lewat makanan.


Damian tidak mau lama-lama diatas dan tidak mau Izzy menjadi curiga. Pria itu pun langsung menuruni tangga dan melihat Izzy dan Betty sedang mempersiapkan tanaman yang merupakan pesanan Damian.


"Bagaimana Dam?" tanya Izzy. "Apakah dapurku bisa kamu gunakan?"


"Bisa. Tapi memang nanti aku memenuhi isi kulkasmu dengan banyak bahan makanan khas Jepang dan Asia, selain masakan Inggris tentu saja."


"Wah apakah anda bisa membuat sushi?" tanya Betty semangat.


"Sushi?"


"Iya Mr Azzam. Daripada kita beli, kenapa tidak kita buat sendiri. Bukankah dengan membeli bahannya, akan jauh lebih murah jatuhnya? Nanti anda akan saya bantu."


Damian tertawa kecil. "Kamu sangat suka makanan ya Betty?"


"Dengar Mr Azzam, aku lebih mending menjadi pecandu makana enak daripada alkohol ! So, pada saat anda menawarkan akan memasak buat aku dan Izzy, tentu saja aku senang bukan kepalang !"


Damian melongo. "Jadi itu alasan kamu? Lebih baik addicted makanan enak daripada alkohol. Good job Betty !" Damian dan Betty saling bertos ria.


Izzy hanya menggelengkan kepalanya. "Kalian itu macam apa saja sih" kekehnya.


Suara bel pintu toko berbunyi dan Izzy langsung menyapa pelanggan nya sedangkan Betty dan Damian saling berpandangan sambil tersenyum.


***


Yuhuuuu Up Sore Yaaaaa gaaaeeessss


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️