The Emir and The Ordinary Girl

The Emir and The Ordinary Girl
Kembali ke Glasgow



Glasgow Skotlandia Tiga Hari Kemudian


Damian tiba di rumah singgah keluarga Blair bersama dengan Dahir. Keduanya langsung masuk ke kamar masing-masing dan membersihkan diri.


Damian yang sudah selesai, membuka pintu belakang dan menikmati udara segar kota Knightswood dan Skotlandia umumnya. Damian bersyukur dirinya memiliki darah Inggris dan Skotlandia jadi memiliki keterikatan di negara ini selain Indonesia.


"Tuanku Emir..." panggil Dahir.


"Dahir, kalau diluar jangan panggil nama ku dengan gelar" pinta Damian.


"Tapi tuanku..."


"Dahir, tidak ada yang tahu aku Emir Blair. Mereka hanya tahu aku Damian Azzam."


Pria berdarah Arab itu pun mengangguk. "Baik tu... Eh Damian." Dahir Saab mengangguk ke Damian.


"Yuk kita ke kota. Aku hendak memberikan oleh-oleh ke Izzy dan Betty." Damian menutup pintu belakangnya dan membawa tas berisikan banyak coklat dan makanan lainnya karena Betty secara spesifik hanya meminta makanan.


"Izzy? Betty?" tanya Dahir.


"Kenalanku. Aku ingin mengenalkan kamu pada mereka." Damian mengedikkan kepalanya menandakan untuk berangkat.


***


Knightswood Market Place


Dahir memarkirkan mobil Range Rover milik Aidan di parkiran umum. Kedua pria dengan fisik berbeda turun dari mobil itu. Beberapa pemilik toko yang sudah mengenal Damian, menyapa pria tinggi itu. Dahir melihat bagaimana Bossnya menikmati acara mengobrol dengan banyak orang.


"Siapa itu Damian?" tanya seorang wanita tua yang menjual sayur mayur.


"Oh ini saudara aku dari Dubai. Namanya Dahir Saab." Damian memperkenalkan Dahir yang tersenyum manis.


"Duh kalau aku empat puluh tahun lebih muda, aku yakin kamu akan tertarik padaku!" ucap nenek itu percaya diri.


Damian tertawa sedangkan Dahir hanya menggelengkan kepalanya.


"Kamu tertarik padanya, tapi Dahir tidak tertarik padamu darling" ucap kakek yang merupakan suami nenek itu.


"Oh my... " kekeh Damian. Pria itu lalu memberikan oleh-oleh coklat yang dibelinya di Dubai dari toko import.


"Wah, sayang ini bukan pas Valentine ya" ucap nenek itu dengan wajah genit.


Damian terbahak. "Aku pergi dulu, mau makan siang."


"Oke Damian, Dahir. Sering sering kemari supaya ada perbaikan minus dan plus mataku" ucap nenek itu centil.


Kedua pria tampan itu hanya tertawa lalu melanjutkan acara jalannya ke sebuah toko bunga.


Damian pun masuk dan tampak Izzy sedang sibuk merangkai bunga, mendongakkan kepalanya..


"Damian ! Bukannya mau datang hari Sabtu?" seru Izzy sambil tertatih menghampiri pria itu.


Dahir sedikit terkejut melihat bagaimana cara Izzy berjalan, membuat pria itu melirik ke emirnya.


Apakah tuanku Emir suka dengan gadis cacat ini? Bagaimana tanggapan Tuan Emir besar dan nyonya besar? Dahir yang terbiasa menahan emosinya selama menjadi pengawal, hanya memasang wajah datar meskipun otaknya berpikiran macam-macam.


"Hai Izzy... Apa kabar?" sapa Damian sambil memeluk gadis itu.


"Menunggu yang hendak menjemput tanamannya" gelak Izzy sambil mengurai pelukannya.


Dahir tidak percaya, Emirnya memeluk wanita lain diluar circle keluarganya.


"Mr Azzam !" sery suara wanita dan Dahir melihat ke arah tangga. Tampak wanita khas Inggris dengan rambut pirang dan bermata biru berdiri di tangga. Wajah wanita itu tidak cantik tapi menarik. Dahir terpana dengan senyumannya yang tampak tulus dan membuat wajahnya semakin menarik.


Betty pun bergegas menuruni tangga dan menerima tas itu. Mata birunya semakin berbinar binar saat melihat isinya.


"Coklaaattt!" serunya heboh dan langsung memeluk Damian. "Thanks Mr Azzam." Betty menguraikan pelukannya lalu menoleh ke sebelah Damian. "Mr Azzam ! Kenapa bawa mannequin kemari?" seru wanita itu sambil menunjuk ke arah Dahir.


"Mannequin?" ucap Damian dan Izzy bersamaan.


"Lihat posturnya macam Mannequin di etalase" eyel Betty membuat Damian terbahak sedangkan Izzy menggelengkan kepalanya.


"Saya bukan Mannequin, nona" ucap Dahir dengan suara bariton nya.


"Oh my God. Kamu sangat seksih..." Betty menggigit bibir bawahnya. "Siapa ini Mr Azzam? Bolehkah aku bawa pulang?"


Damian semakin keras tertawa nya. "Dia Dahir Saab, saudara aku yang ingin berlibur ke Glasgow. Dahir, aku perkenalkan ini Izzy McDouglas dan Betty... Aku tidak tahu nama belakang mu Betty."


"Betty Leigh." Betty menatap wajah Dahir dengan penuh minat. "Aku tidak heran jika Mr Azzam punya saudara tampan seperti ini karena Mr Azzam juga tampan."


Dahir menatap Damian dengan tatapan 'Tuanku, kenalan anda santai sekali'.


"Yuk kita bongkar oleh-oleh dari Damian" ajak Izzy sambil ke meja panjang yang dibelinya dua hari lalu untuk menggantikan meja lama mereka.


"Baru mejanya, Izzy?" tanya Damian.


"Iya. Meja yang lama kemarin patah kakinya jadi kami menggantinya dengan yang baru." Izzy dan Betty tampak heboh membongkar isi tas yang dibawa Damian.


"Ooohh aku sangat lemah dengan makanan enak dan gratis..." ucap Betty tanpa malu.


"Dasar !" kekeh Izzy. "Terima kasih Damian. Ini terlalu banyak."


"Ah tidak seberapa" jawab Damian. Tak lama perutnya berbunyi membuat kedua wanita disana tertawa.


"Kita makan siang dulu ke restoran tempat adikku bekerja. Ngomong-ngomong Jack ingin memancing di kolam mu Mr Azzam. Boleh kah?" tanya Betty sambil membereskan oleh - oleh Damian.


"Kabari saja jika Jack ada hari libur. Dan dia bebas untuk memancing di belakang rumah" jawab Damian santai.


"Terima kasih Mr Azzam" senyum Betty.


"Yuk kita makan siang dulu" ajak Izzy.


Keempatnya pun berjalan menuju restoran tempat Jack bekerja setelah Izzy mengunci pintu tokonya.


Dahir melirik ke arah gadis yang usianya sebaya dengannya. Manis juga.


***



Introducing Betty Leigh



Introducing Dahir Saab


***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️