The Emir and The Ordinary Girl

The Emir and The Ordinary Girl
Poached Trout



Rumah Singgah Milik Duncan Blair


Pagi ini Damian menyibukkan diri dengan membuka semua pekerjaannya yang dikirimkan oleh asistennya di Dubai. Damian ingin pagi ini menyelesaikan semua pekerjaannya sebelum berencana membuat masakan berbeda untuk ikan Trout yang ditangkap Betty kemarin. Dubai sendiri tiga jam lebih awal dari Glasgow hingga Damian bisa mendapatkan laporan pekerjaan karena perusahaan sudah beraktivitas.


Usai menyelesaikan semua pekerjaannya dan ikan Trout nya sudah tidak beku, Damian mulai mengolahnya dengan resep poached yaitu ikan yang direbus dengan banyak rempah dan sayuran. Damian yang memang sangat suka ikan, banyak belajar dari Oomnya Alaric soal menu ikan. Bahkan di waktu senggang dia belajar dari kecil ke opanya Aidan Blair kalau sedang ke London atau chef istana atau RR's Meal.


Masakan Damian matang bertepatan menjelang jam makan siang dan pria itu segera meletakkan di piring khusus yang tetap membuat awet panas. Damian membersihkan semua peralatan masaknya dan segera masuk ke dalam mobilnya sambil membawa hasil masakannya.


***


Toko Bunga Milik Elizabeth McDouglas


"Kotak makan yang kamu pinjam dari Damian sudah kamu bawa, Betty?" tanya Izzy sambil menyiapkan tanaman yang dipesan Damian.


"Untungnya aku ingat, Izzy. Aku melihat di rak piring jadi aku ingat lah" cengir Betty.


"Kira-kira Damian masak apa ya?" gumam Izzy.


"Kenapa? Kamu sudah lapar?" goda Betty.


"Aku hanya sarapan cereal dan aku ingin makan berat sekarang..."


"Tuh ada media tanah... Addduuuhhh!" Betty memegang kepalanya yang kena lempar gulungan kertas kado.


"Yang benar saja ! Cacingan aku yang ada Betty !" sungut Izzy yang dijawab tawa oleh Betty.


Suara bel pintu toko membuat kedua gadis yang sedang berseteru itu menoleh dan tampak Damian membawa piring dan paper bag.


"Apakah sudah ada yang lapar?" senyum Damian.


"I'm so starving ( Aku sangat lapar )!" seru Izzy sambil membereskan meja dan Damian meletakkan piring saji itu diatas meja. Pria itu membuka tutupnya dan harum masakan yang membuat semuanya langsung kompak perutnya berbunyi.



Poached Trout


"Ayo makan, aku lapar !" ajak Betty.


"Kalian butuh piring?" tanya Damian sambil mengeluarkan tiga piring kertas dan membuka kotak aluminium foil yang berisikan mashed potatoes.


"Bagaimana kalau kita makan ramai-ramai Dam? Tampaknya lebih seru" ajak Izzy.


"Kalian tidak keberatan?" Damian menatap ke arah dua gadis itu.


"Tidak masalah. Yuk, let's dig in." Izzy dan Betty lalu mengambil garpu lalu mulai makan satu piring.


Damian menggelengkan kepalanya. Ya ampun!


***


"Whoah, apa masakan aku begitu enaknya?" Damian merasa takjub melihat dua piring yang dibawanya bersih.


"Masakan mu enak Dam ditambah dengan teman mengobrol yang asyik membuat jadi tidak terasa semuanya habis" senyum Izzy.


"Serius Mr Azzam. Ini masakan yang enak yang pernah aku makan. Jack pintar memasak tapi masakan anda selain enak, dan seperti Izzy bilang, ditambah teman mengobrol selama makan siang yang menyenangkan, jadi dobel enak" timpal Betty.


"Waow... Aku sangat terhormat bisa membuat masakan yang selalu enak di lidah kalian" senyum Damian.


"Mr Azzam, apakah anda sudah belajar masak dari kecil?" tanya Betty.


"Yup. Mommy ku adalah chef aku. Dia yang mengajari aku dasar memasak. Lalu kalau aku bertemu dengan opa, maka beliau lah yang mengajari aku. Apalagi soal bahan makanan dari ikan karena aku sangat suka seafood."


"Mr Azzam, tampaknya kamu cocok jika bertemu dengan Daddy. Kalian sama-sama suka seafood" kekeh Betty.


"Kapan-kapan kalau boleh, aku ikut berlayar. Ingin tahu bagaimana kehidupan nelayan."


Izzy melongo. "Damian, kamu benar-benar gabut ya?"


"Yup. Aku memang ingin refreshing selama liburan disini sembari melakukan berbagai hal yang berguna. Toh aku sudah mengambil langkah pertama."


"Apa itu Damian?" tanya Izzy.


"Aku yang tidak suka tanaman, sekarang jadi suka dan rajin merawat bunga mawar yang aku beli sebelumnya."


Izzy dan Betty tertawa.


"Asal kamu tidak buka toko bunga saja sebagai pesaing kami" gelak Izzy.


"Kalau begitu, angkatlah aku menjadi pegawai mu" kerling Damian membuat dua gadis itu semakin keras tertawa nya.


"Damian, aku tidak sanggup menggajimu" gelak Izzy.


"Why?" tanya Damian bingung.


"Jam tangan Hublot mu itu, harganya saja sudah berapa?" Izzy mengedikkan dagunya ke jam tangan yang dipakai Damian.


Pria itu melihat pergelangan tangannya. Damn it!


***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️