
PRC Group Building Manhattan New York
Hunter masuk ke dalam ruang kerja Bayu yang memang sedang kosong dan pria itu menatap bingung ke arah pengawal dan sahabat nya itu.
"Ada apa Hunter?" tanya Bayu sambil memeriksa berkas yang diberikan Doogie.
"Bayu... You have no idea... " Hunter duduk di depan Bayu.
"Try me. Aku sudah cukup banyak surprise. Duncan... benar-benar Blair." Bayu menatap Hunter. "Dia membuat Ajeng kesal dan gemas jadi satu."
"Macam kamu kan Bay" kekeh Hunter.
"Right. Duncan is mini me. So, ada apa?"
"Damian di Knightswood."
Bayu menghentikan pekerjaannya. "Damian di Skotlandia? Glasgow?"
"Kamu tidak tahu?" Hunter balik bertanya.
Hunter McDouglas
Bayu O'Grady
"Aku tahu Damian pergi tapi kemana aku tidak terlalu memperhatikan karena aku sudah terlalu sibuk dengan keluarga kecilku." Bayu tersenyum. "Apa hal?"
"Damian naksir adikku, Bay."
Bayu melongo. "Izzy? Little Izzy? Bagaimana Damian bisa bertemu dengan Izzy?"
"Rupanya saat Damian resmi bercerai dengan Reema, dia terbang ke Knightswood dan bertemu Izzy disana tanpa sengaja. Mereka pun menjadi dekat dan Izzy tidak tahu siapa Damian sebenarnya bahkan kamu tahu Bay, Damian bekerja di toko Izzy bahkan memasakkan makanan untuk adikku! Seriously Bay, aku sampai bengong mendengar cerita Izzy." Hunter menatap Bayu bingung.
"Hunter, apakah Damian sudah menyatakan perasaanya ke Izzy?" tanya Bayu.
"Sudah."
"Bagaimana dengan Izzy?"
"Masih bingung dan Damian sih tidak ingin terburu-buru... Bay, aku tidak masalah Damian naksir Izzy tapi kamu tahu sendiri kan bagaimana kondisi Izzy dan ..." Hunter mengusap wajahnya.
"Hunter, kamu seperti tidak tahu keluarga kami saja. Selama tidak psikopat dan sosiopat, kami tidak memperdulikan fisiknya. Apa kamu lupa Savrinadeya tuna rungu? Oom Aji tuna rungu tapi Tante Felisha tetap mencintainya? Oom Rama dan Tante Astuti? Damian pasti melihat kelebihan Izzy dan tidak memperdulikan kondisinya. Hunter, bukankah kamu akan lebih tenang kalau Izzy bersama dengan pria yang sudah kamu tahu dan kenal lama?" Bayu menatap Hunter yang tampak bingung.
"I know Bayu tapi ... "
"Kamu keberatan jika Izzy pindah?"
"No, bukan itu. Tapi Izzy gadis biasa Bay. Damian? Emir Blair ... Pewaris Al Azzam..."
"So?"
"Bayu... Apa kamu tidak sadar? Kalau Damian bersama Izzy, aku jadi kakak ipar Damian? Dinamika hubungan kita jadi kacau balau Bay !" Hunter menatap Bayu panik.
"Well, kapan lagi kamu jadi ipar Emir Dubai?" ucap Bayu cuek.
***
Knightswood Glasgow Skotlandia
Damian dan Dahir seperti biasa membantu Izzy dan Betty memindahkan berbagai macam pot bunga dan tanaman untuk semakin menarik perhatian para pembeli. Kedua gadis itu menjadi mandor di masing-masing sisi teras toko.
"Kak Hunter sudah aku ceritakan soal kamu, Dam" ucap Izzy ke Damian.
"Lalu?" Damian menatap Izzy dengan penasaran.
"Kak Hunter shock dan tidak percaya kalau kamu disini dan suka padaku..." Wajah Izzy memerah.
"Dan aku yakin dia pasti sedang mengadu pada mas Bayu" senyum Damian.
"Dami, sejujurnya aku juga ragu karena... Aku hanya gadis biasa saja..."
"Izzy, apa aku mempermasalahkan? Please Izzy, jangan menjauh dariku Izzy..."
"Aku... aku tidak bisa menjauh darimu Dam tapi aku harus realistis... " Izzy menatap Damian dengan penuh kekhawatiran. "Apakah aku bisa diterima, apakah aku..."
Damian menyentuh pipi Izzy. "Kamu itu mirip mbak Ajeng, istri mas Bayu. Terlalu over thinking! Just enjoy saja. Sekarang aku tanya, apa kamu merasa takut atau tidak nyaman selama aku bersama kamu?"
"No..."
"Jujur, apa yang kamu rasakan selama bersama aku?"
"Fun. Aku sangat nyaman denganmu Dami..." Mata coklat Izzy menatap Damian dalam.
"Tetap dipupuk perasaan nyaman itu karena dengan begitu, kamu akan tahu bahwa aku dan kamu memang cocok menjadi pasangan, Izzy. Percaya padaku, aku bukan orang yang suka mengumbar janji. Sudah bukan waktunya. Aku sudah pernah gagal dalam berumahtangga dan aku berjanji pada diriku sendiri kalau suatu saat aku dipertemukan dengan seorang wanita yang mampu membuat jantungku berdegup kencang dan semakin hari semakin membuat aku tertarik, aku akan membuat nya menjadi pasanganku... Dan aku merasakannya padamu Izzy. Apalagi kamu orangnya baik, positif dan selalu memandang segala sesuatu bersinar macam matahari. Ditambah kamu adiknya Hunter yang aku tahu bagaimana personalitinya kakak mu itu diluar tukang ribut unfaedah dengan mas Bayu..."
Izzy menatap Damian dengan berbagai perasaan berkecamuk di dalam hatinya. Selama hampir empat bulan bersama Damian, Izzy selalu melihat bagaimana sikap gentleman pria itu. Tidak hanya dengan dirinya dan Betty, tapi juga ke Jack dan orang-orang di sekitar toko tempatnya dia membuka usaha.
Karena sikap Damian seperti itu, seolah warga Knightswood sudah menganggap pria itu sebagai warga dan bagian dari desa kecil ini. Izzy tidak pernah mendengar cerita jelek soal Damian apalagi pria itu sangat pandai membawa diri.
Seorang bangsawan tidak perlu berkoar-koar bahwa dirinya seorang nigrat karena dengan sikap dan perilaku, menunjukkan bagaimana manner dan pola didik asuh kamu. Dan Izzy bisa melihat bagaimana pola asuh keluarga Damian ditambah kakaknya banyak cerita soal keluarga besar Bayu O'Grady.
"Izzy..."
"Dami, aku mohon, aku perlu diyakinkan setiap saat karena kamu tahu sendiri kan aku ..."
Damian mencium kening Izzy. "Jangan terlalu over thinking. Nikmati saja hubungan kita ini. Oke?"
Izzy menatap Damian dengan wajah memerah lalu menunduk. "Oke Dami..." ucapnya kemudian.
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️