
Edinburgh Skotlandia Dua Minggu Kemudian...
Damian tersenyum lebar saat melihat Izzy bisa berlari diatas treadmill meskipun baru lari kecil. Putra Direndra dan Raana Blair itu sangat senang dengan perkembangan kondisi kaki gadisnya. Apa yang diucapkan oleh dokter Kingston memang benar adanya dan dalam waktu lima bulan, Izzy sudah kembali normal kembali dalam berjalan bahkan bisa berlari.
"Aduh, kayaknya aku bisa ikut London marathon ya Dami..." gelak Izzy.
"Atau Boston Marathon. Tapi tidak Izzy, kamu hanya boleh ke Dubai" jawab Damian dengan wajah serius.
Izzy terdiam. "Iyakah?"
"Iya Elizabeth McDouglas. Aku sudah bilang pada Hunter, saat kamu sudah sembuh total, aku akan melamar kamu."
Izzy tersenyum senang. "Serius Dami?"
"Memangnya aku pernah tidak serius, Izzy?" balas Damian sambil memberikan handuk kecil ke gadis itu. Season fisioterapi memang membuat Izzy banyak mengeluarkan keringat.
"Aku ingin memelukmu Dami tapi aku lebih suka kalau aku sudah mandi. Tidak nyaman dengan kondisi berkeringat seperti ini..." ucap Izzy sambil menerima handuk dari Damian.
"So, kamu mau lamaran model apa?" tanya Damian.
"Sederhana saja. Aku tidak suka sesuatu yang berlebihan..." jawab Izzy.
"Kalau begitu, bulan depan kita ke New York, adakan lamaran disana saja. Hanya keluarga Blair dan keluarga New York yang datang... Bagaimana? Baru ramai-ramainya di Dubai. Setuju?" Damian menatap Izzy yang sudah mematikan mesin treadmill nya.
"Aku suka idemu tapi tolong yang di Dubai juga jangan berlebihan..." pinta Izzy lagi.
"Kamu tuh..." kekeh Damian sayang. "Izzy, tahu kan aku siapa..."
"Dami, aku tahu kamu siapa tapi aku mohon, jangan terlalu berlebihan... Lebih baik acaranya hanya keluarga kamu dan keluarga aku saja. Menurutku itu jauh lebih menyenangkan daripada aku harus bertemu dengan banyak orang yang aku tidak kenal... Aku... lebih suka jika bersama orang-orang tersayang kamu dan aku..." Izzy menatap Damian serius. "Kamu tahu kan, aku terkadang punya anxiety... Dan aku ..."
Damian memegang dagu Izzy. "Baiklah Izzy. Saat kita menikah besok, hanya keluarga saja ya ..."
Izzy menowel hidung mancung Damian. "Aku sangat suka."
Damian tersenyum karena tahu bagaimana kepribadian Izzy yang tidak suka berlebihan.
"Oh, Dami. Kabarnya kalau kita menikah nanti di Dubai, Betty dan Dahir akan menikah juga usai kita ..." ucap Izzy membuat Damian melongo.
"Whaaaatttt?"
***
New York RR's Meal Sebulan Kemudian
"Wah, akhirnya kamu bakalan jadi bagian keluarga ku" kekeh Bayu sambil menepuk bahu Hunter. "Mana iparmu Emir Dubai pula..."
"Shut it Bay..." sungut Hunter. "Aku tidak menyangka adikku, adik perempuan aku satu-satunya, akan menikah dengan sepupu kamu Bay. Menjadi bagian dari keluarga Blair dan Giandra... Keluarga besar Pratomo... "
"Apa maksudmu Hunter?" tanya Bayu bingung.
"Kamu tahu Bay, aku dulu selalu khawatir akan siapa yang akan menjadi suami Izzy. Apakah akan menyayangi nya, mencintainya, melindunginya... Ada rasa kecemasan tersendiri Bay. She's my little sister dan aku sudah berjanji pada mendiang kedua orang tua ku akan selalu melindungi Izzy dan aku sudah gagal saat dia mengalami kecelakaan... "
"Dan sekarang, saat kamu tahu siapa yang akan menjadi calon suami Izzy?" Mata biru Bayu menatap wajah Hunter serius.
"Aku lega Bayu. Sangat lega karena aku tahu Damian tidak seperti kamu yang penuh modus dan trick membuat Ajeng marah-marah..."
"Heeeeiiiii..." Protes Bayu.
"Dengar Bayu. Ajeng sedang hamil anak kedua, dan jangan sampai ada drama 911 lagi ya!" kekeh Hunter. ( settingnya ini Bayu dan Ajeng sudah hampir empat tahun menikah )
Bayu terbahak. "Aku sudah kapok H, bikin gegeran di generasi keenam."
"Ingat itu!" Suara Hunter terhenti saat melihat Izzy berjalan berdampingan dengan Damian dan dirinya tampak terharu karena adiknya tampak pantas mendampingi calon suaminya tanpa mengalami pincang lagi pada kakinya.
"Bay, Izzy sudah bisa berjalan normal..." bisik Hunter.
"Alhamdulillah... Kamu tidak apa-apa?"
Hunter mengusap matanya yang basah. "Aku sangat bahagia Bay... "
"Disaat Izzy sudah mendapatkan kebahagiaan, sudah waktunya kamu juga memikirkan kebahagiaanmu sendiri. Carilah pasangan..." ucap Bayu.
"No Bay, aku lebih suka melajang. Tidak banyak beban hidup..." senyum Hunter sambil menghampiri Izzy dan Damian.
Bayu hanya menggelengkan kepalanya. Dasar bujang abadi !
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️