
Kamar Rawat Inap Izzy
Hunter menatap adiknya yang sudah mulai puasa dan tadi Raana beserta Damian berpamitan untuk pulang ke hotel dan apartemen guna berisitirahat. Hunter berterima kasih dengan keluarga Blair yang memberikan kesempatan bersama adiknya.
Memang keluarga mereka sangat pantas dihormati. Meskipun Damian adalah kekasih Izzy, tapi dia tahu batasannya karena Hunter lah yang pantas menemani adiknya, bukan Damian.
"Kamu nggak papa kan kakak yang menemani, bukan Damian?" tanya Hunter ke Izzy yang sedang membaca buku tentang Islam.
"Nggak papa kak. Dami sudah bilang kalau dia tidak akan menemani aku sebelum operasi karena kak Hunter yang lebih pas. Lagipula, aku juga lebih senang ada kakakkku yang jarang bertemu bisa menemani aku..." Izzy tersenyum ke arah Hunter.
Suara ponsel Hunter berbunyi dan pria itu mengambilnya lalu wajahnya tampak tersenyum. "Akhirnya lahiran juga..."
"Siapa kak ?"
"Rin Ichigo, istrinya Luke Bianchi. Setelah menunggu hampir tujuh tahun dari putranya yang pertama Hyde, akhirnya dapat juga anak kedua."
"Siapa namanya?"
"Yukihiro Bianchi, cowok dan Luke pasti senang karena punya dua jagoan Yakuza dan Mafia. Ini Hidetoshi yang mengabarkan. Kamu tahu sendiri kan kalau sesama pengawal punya nomor kontak pengawal lainnya."
Izzy tersenyum. "Kakaknya Dami memang macam-macam latar belakangnya."
"Kamu tadi waktu ditemani Tante Raana, ngobrol apa saja?" tanya Hunter sambil meletakkan ponselnya diatas nakas.
"Tante Raana bertanya rencana aku kalau nanti menikah dengan Dami. Aku bilang kalau aku ingin membuka toko bunga di Dubai. Bukan apa-apa kak, tapi aku sangat suka dengan bunga dan melihat banyak orang yang bahagia sambil membawa bunga itu mood booster tersendiri..."
Hunter melongo. "Izzy, uang Damian banyak tapi kenapa kamu malah mau buka toko bunga ? Terus yang di Knightswood, akan dipegang oleh Betty ?"
"Kak, uang Dami banyak aku tahu tapi aku kan bukan tipe orang yang suka berdiam diri di rumah seolah tidak bisa berproduktif... Dami cerita kalau Charlotte, istrinya Radhi saja masih bekerja di butik Morr Dubai, Tante Raana beraktivitas di kegiatan sosial, Tante Nura sebagai dokter. Masa aku hanya diam saja di rumah? Aku terbiasa bekerja kak, dan toko bunga yang ingin aku buka di Dubai, sebagi sumber kepuasan diri aku sendiri bahwa aku bisa mencari uang dan membuka lapangan pekerjaan..." Izzy menatap Hunter serius.
Pria itu tersenyum lalu mengelus kepala adiknya. "Kamu memang anak baik dan aku yakin Damian pasti melongo mendengar calon istrinya memilih membuka toko bunga di Dubai meskipun punya kekayaan yang unlimited..."
"Kak, meskipun punya suami tajir melintir bukan berarti aku berubah. Aku lebih suka hidup yang serba pas dan cukup karena aku sudah terbiasa begitu. Kalau berlebihan, takutnya aku menjadi tidak bisa humble. Aku belajar dari Dami, saat awal datang. Tidak ada yang tahu dia keturunan Blair dan dia bisa humble dengan siapa saja jadi semua orang nyaman bersamanya... " Izzy tersenyum ke arah Hunter.
"Kakak senang jika kamu sudah berpikiran seperti itu karena keluarga besar Damian, rata-rata tidak suka dengan orang sombong dan lupa pada akarnya. Maksudnya begini, kalau kamu dari keluarga biasa dan taraf hidup kamu berubah saat masuk ke keluarga sana, janganlah berubah. Makanya rata-rata mereka tetap seperti saat awal kita mengenal mereka meskipun semakin kesini mereka ikut terbawa bobrok dan bar-barnya... Oh pesan kakak, kalau kamu nantinya bertemu dengan sepupu perempuan Damian, jangan sampai ikutan bar-barnya ya. Mereka suka lupa diri kalau sudah menistakan satu sama lain."
Izzy melongo. "Yang perempuan pun sama ?"
"Sama saja tapi mereka baik-baik kok hanya saja, mungkin nanti mereka akan membuat kamu lebih berani dan mengajak kamu latihan menembak..."
Izzy menepuk jidatnya. "Ya ampun kak, aku jadi takut masuk di keluarga Dami..."
"Kenapa?"
"Aku bisa jadi galak..."
Hunter tertawa. "Galak sih nggak Izzy, tapi lebih berani dan kebawa kacaunya mereka. Oh, kamu juga akan lebih banyak knowledge dan hal-hal yang tidak kamu ketahui sebelumnya, mereka akan memberitahukan padamu..."
"Savrinadeya... Dia tuna rungu..."
"Tuna rungu ?" tanya Izzy. "Serius kak?"
"Serius. Oom Damian yang namanya Rama McCloud itu istrinya tuna rungu Izzy. Anaknya dua Savrinadeya dan Devan. Deya seperti ibunya tuna rungu, Devan normal. Deya tuh kalem banget sampai membuat Antonio Bianchi tergila-gila sama Deya padahal selisih usianya jauh banget tapi si Tomat mana perduli. Oh, kamu pernah kakak ceritakan tentang FH Custom yang merupakan showroom dan custom mobil mewah kan? Nah CEO nya, Falisha Hassan, Tante nya Damian, suaminya juga tuna rungu namanya Aji Yung, pemilik perusahaan IT programmer aplikasi untuk orang-orang disabilitas. Radyta putra mereka normal dan sekarang bekerja di dua perusahaan orang tuanya."
Izzy tampak serius mendengarkan keluarga Damian apalagi dari Hunter yang sudah ikut lama dengan Bayu O'Grady jadi tahu banyak luar dalam keluarga Sultan itu.
"Jadi Izzy, keluarga mereka tidak melihat cacat fisik asalkan bukan cacat hati saja ..."
"Macam mantan istrinya Dami?"
"Macam mantan istrinya Damian. Mereka juga terbiasa menscreening orang-orang yang dekat dengan mereka. Bukan dicari kekayaannya tapi lebih menjurus apakah seorang alkoholik atau pemadat atau pun malah terlibat kriminal lain ... Soalnya mereka juga sudah kriminal sih..." gelak Hunter.
"Kasus Hongkong dan Brazil ?" tanya Izzy.
"Kamu tahu ?"
"Damian cerita banyak, katanya biar aku nggak kaget kalau rap sheet nya banyak banget ..."
"Mereka itu tidak bakalan nyenggol kalau tidak disenggol duluan..." senyum Hunter yang ikut gegeran di Brazil dan Hongkong.
"Tapi Dami kayaknya santai saja ya kak. Seolah bukan hal yang membuatnya pusing..." gumam Izzy.
"Mereka sangat suka gegeran karena bagi mereka, mood booster sebab rata-rata semuanya adalah adrenalin junkies ... Apalagi ipar-iparnya Damian kebanyakan Mafioso... Bubar deh !" gelak Hunter. "No rusuh no life is their motto and very important."
"Oh ya ampun..." Izzy memegang pelipisnya.
Wajah Hunter kemudian berubah serius. "Izzy, kamu kan tahu kalau mantan istri Damian masih berharap bisa kembali bersama Damian. Apa kamu sudah siap menghadapinya?"
Izzy menatap Hunter dengan wajah dingin. "Tenang saja kakak, Dami adalah milikku jika kami sudah menikah dan aku akan mempertahankan miliku. Dulu saat masih menikah saja Dami tidak mau, masa iya sekarang macam menjilat ludahnya sendiri. Dan Dami sudah bilang sekali dia mengucapkan sesuatu itu pasti dia bersungguh sungguh termasuk menalak mantan istrinya. Jika dia berani datang dan berusaha menjadi pelakor, tidak akan aku biarkan !"
Hunter tersenyum bangga. "That's my sister !"
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️