
Rumah Singgah Milik Duncan Blair
Pagi ini Jack dan Dahir bersama Betty sudah heboh di dock untuk memancing Trout sedangkan Damian memilih duduk bersama Izzy di sofa teras belakang. Damian ingin mengetahui prosedur operasi kaki Izzy dan dia akan mendiskusikan dengan Ken dan Blaze yang notabene adalah dokter bedah.
"Jadi tulang kaki mu yang ini harus dipasang pen dan cangkok sumsum tulang?" tanya Damian sambil melihat hasil Rontgen di iPad Izzy.
"Iya Dam. Agak complicated memang operasinya tapi dokterku menjamin kakiku akan pulih sedia kala tanpa ada kepincangan disana. Jadi untuk berjalan pun tidak akan sakit apalagi untuk berlari" senyum Izzy.
"Yakin kamu hendak operasi di Edinburgh?"
"Iya Dami. Kak Hunter memang sudah menyiapkan dana untuk biaya operasi aku kapan saja padahal aku juga sudah menabung..."
"Izzy, aku yakin Hunter pasti menunggu kamu siap karena kakakmu itu ingin membantu mu tapi menunggu kamu, sayang." Damian menatap Izzy lembut. "Bagaimana pun seorang kakak laki-laki pasti melindungi adik perempuannya."
"Seperti kamu dan adikmu?" tanya Izzy.
"Raine?"
"Aku melihatnya saat pernikahan ganda Blair dan McGregor di YouTube. Kamu tampak sayang dengan Raine."
"Aku, Raine dan saudara kembarnya Radhi, sudah tinggal bersama sejak lahir. Kamu tahu sendiri kan istana Al Azzam sangat luas jadi kami mau tinggal sepuluh keluarga pun tidak masalah. Bahkan lebih banyak pengawal daripada penghuni aslinya" senyum Damian. "Boleh dibilang kami Blair Dubai selain Blair pengacara dan Blair pengusaha."
"Berapa saudara sepupu perempuan mu?"
"Kandung atau ipar?" balas Damian.
"Kandung."
"Duh, tunggu sebentar... Mbak Leia, mbak Bee, mbak Dira, Sakura, Gemini, Gemintang, Juliet, Raine, Apsarini, Thea, Nadya, Raveena, Savrinadeya, Arabella, Garvita, Kalila, Mbak Zee..."
"Mbak Zee? Zinnia of Léopold? Ratu Belgia itu?" seru Izzy heboh. "Beneran itu sepupu kamu?"
"Lho beneran. Mbak Zee itu kakaknya Sendra dan Garvita. Tinggalnya di istana Al Jordan. Yah, memang mbak Zee menikah dengan bang Sean yang kebetulan pangeran Belgia saat itu. Dan setelah ayahnya mangkat, bang Sean lah yang naik tahta." Damian menatap Izzy dengan tatapan geli. "Kenapa memang?"
"Damiii, aku kan semakin insecure !" Izzy memasang wajah memelas karena merasa saudara Damian sangatlah perfect.
"Izzy, janganlah mengira keluarga aku sempurna. We're Not! Kami tidaklah sempurna Izzy bahkan bobrok. Kami sering menistakan satu sama lain dan jika kamu tidak kuat mental, bisa nangis kejer ... " ucap Damian dengan wajah dibuat seram hingga Izzy terbahak.
"Masa sih Dam?"
"Kamu belum tahu saja. Coba tanya Hunter, kalau tidak pada menistakan satu sama lain, itu kurang afdol. Tapi hanya di keluarga ataupun pengawal yang sudah dianggap keluarga, macam Hunter dan Doogie." Damian tersenyum melihat Izzy yang masih tidak percaya kalau keluarga besarnya sangat - sangat kacau apalagi mengingat mereka itu siapa.
"Izzy, mereka kacau hanya di internal tidak di luar. Kami di permukaan bisnis dikenal pebisnis yang sangat dingin. Tapi itu hanyalah kulit kami, dagingnya ... sangat tidak Wagyu..."
Izzy semakin terbahak. "Ya ampun Dami..."
Damian tersenyum melihat bagaimana wajah Izzy yang tampak cantik saat tertawa lepas.
***
"Ada apa Dahir?" tanya Betty.
"Melihat Damian."
"Ada apa dengan Mr Azzam?" Betty ikutan menoleh ke belakang. "Bukannya lagi bercanda dengan Izzy? Mereka berdua pacaran kan akhirnya?"
"Yup. Damian sudah kembali seperti dulu, Blondie..." senyum Dahir ke Betty.
"Memang butuh waktu untuk bisa menyembuhkan luka hati, Mr Mannequin." Betty duduk di kursi kayu bersebelahan dengan Dahir. "Tidak mudah jika kamu mengalami kegagalan rumah tangga. Aku yang dulu menikah karena cinta saja bisa kandas apalagi Mr Azzam yang menikah karena terpaksa."
"Kamu tidak ingin menikah lagi, Betty?" tanya Dahir.
"Jika bertemu dengan orang yang tepat dan bisa menjadi suami yang dibanggakan" jawab Betty. "Aku orangnya sederhana, Dahir. Jika pria itu bisa menerima aku dan Jack serta ayahku yang sedikit nyentrik, aku pun akan menerima keluarga pria itu."
"Meskipun keluarganya tinggal di Dubai?" jawab Dahir lugas membuat Betty terkejut.
"Apa maksudmu Dahir?" Betty menatap Dahir bingung.
"Betty, kita berdua sudah bukan anak remaja lagi, kita sudah kepala tiga dan bukan waktunya untuk bermain-main. Jadi aku memberanikan diri memintamu menjadi kekasihku... "
"Dahir, I'm sorry... Tapi kamu kan bertugas menjaga Mr Azzam... Sedangkan aku tinggal disini... dan aku tidak bisa hubungan jarak jauh..." ucap Betty dengan nada panik.
"Betty, aku sudah memikirkan banyak hal. Jika Damian menikah dengan Izzy, pasti Izzy akan ikut ke Dubai dan toko bunganya akan dikelola olehmu. Jadi, kalau kita memang berjodoh, aku pasti akan memilih tinggal disini dan berhenti menjadi pengawal Damian."
Betty melongo. "Tapi Dahir, disini kamu tidak mendapatkan uang lebih ..."
"Blondie, selama aku bekerja sepuluh tahun di Dubai, gajiku hanya aku pakai sekitar 25% saja dan sisanya aku tabung. Jadi soal uang, kamu tidak usah bingung." Dahir menatap Betty serius. "Siapa tahu aku juga bisa belajar menjadi nelayan?"
Betty tertawa. "Pelan-pelan ya Dahir. Aku juga ingin seperti Izzy, pelan-pelan karena ini terlalu cepat dan aku tidak mau mengalami kegagalan berumah tangga untuk kedua kalinya."
"I know. Kita memang pernah mengalami hal yang tidak mengenakan dalam hal pernikahan tapi bukan berarti kita harus trauma seumur hidup bukan?" senyum Dahir.
"We take it slow but sure. Tapi apakah kamu yakin untuk tetap tinggal disini? Tempat yang tidak mewah dan fancy macam Dubai?" Betty melihat ke arah Jack yang berteriak heboh mendapatkan ikannya lagi.
"Boleh dibilang tinggal disini menyenangkan dan cuacanya tidak sepanas Dubai" jawab Dahir kalem. "Lagipula, aku butuh suasana baru."
Betty tersenyum manis.
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa gaaaeeessss
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️